Sentuhan Humanis Polresta Banyuwangi Lewat Polisi Sahabat Anak, Puluhan Siswa SLB Bangorejo Sambut Penuh Keceriaan
- account_circle Prosiber
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Pendekatan humanis terus menjadi salah satu wajah pelayanan Polresta Banyuwangi kepada masyarakat. Melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak), jajaran Polsek Bangorejo mengunjungi SLB PGRI Bangorejo guna memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada puluhan anak berkebutuhan khusus dalam suasana penuh kehangatan. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis, (16/07/2026).
Kegiatan dipimpin Kepala SPK 3 Polsek Bangorejo, Aiptu IGB. Wempi Aryana, dengan menghadirkan metode komunikasi yang ramah dan mudah dipahami oleh para siswa. Sebanyak 46 anak berkebutuhan khusus mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.
Tidak hanya memperkenalkan profesi kepolisian, kegiatan itu juga bertujuan menghilangkan rasa takut yang selama ini mungkin masih dimiliki sebagian anak terhadap aparat penegak hukum. Melalui permainan, dialog, dan interaksi langsung, para siswa diajak mengenal polisi sebagai sosok yang selalu siap membantu masyarakat.
Suasana akrab terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa tersenyum, tertawa, dan berani berinteraksi langsung dengan anggota kepolisian yang hadir.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
“Anak-anak istimewa ini memiliki hak yang sama untuk merasa aman, dicintai, dan dilindungi. Melalui program Polisi Sahabat Anak, kami ingin menanamkan rasa percaya diri kepada mereka bahwa polisi adalah mitra sekaligus sahabat tempat mereka berlindung,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan.
Kapolresta Banyuwangi menjelaskan bahwa setiap anggota kepolisian memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan pelayanan yang setara bagi semua warga.
Program Polisi Sahabat Anak juga menjadi salah satu sarana membangun citra positif kepolisian sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat sejak usia dini.
“Kehadiran Polri di tengah anak-anak berkebutuhan khusus ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan panggilan hati untuk membangun kedekatan emosional dan menghilangkan dogma negatif atau rasa takut terhadap sosok polisi sejak dini,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak menikmati setiap sesi yang diberikan. Mereka terlihat lebih percaya diri untuk berkomunikasi dan berinteraksi bersama anggota kepolisian.
Kehangatan yang terbangun di lingkungan sekolah menjadi bukti bahwa pendekatan yang humanis mampu menciptakan rasa nyaman sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Program tersebut juga mendapat sambutan positif dari lingkungan sekolah karena memberikan pengalaman edukatif yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai keselamatan, keberanian, dan saling menghormati kepada peserta didik.
Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak, Polresta Banyuwangi berharap semakin banyak anak yang tumbuh dengan rasa percaya diri serta memahami bahwa polisi bukan sosok yang harus ditakuti, melainkan mitra yang selalu hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan inklusif.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar