Breaking News
light_mode

Festival Perkusi Banyuwangi: Ketukan Otentik yang Menggema dari Musik Using

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pro Siber – Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya—warisan nenek moyang yang terus dijaga dan dilestarikan. Salah satu aspek yang sangat mencolok adalah musik perkusi Using, sebuah jenis musik dengan karakter unik dan autentik, yang ciri khasnya terletak pada kecepatan pukulan dan harmoni yang terdengar rancak serta penuh energi—suatu kualitas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Untuk memperkenalkan musik perkusi khas Using tersebut kepada publik yang lebih luas, maka digelarlah ajang Banyuwangi Percussion Festival (BPF) di Terminal Pariwisata Terpadu. Festival ini akan berlangsung pada Jumat malam, 24 Oktober 2025, sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi seni tradisional yang tak lekang oleh waktu.

“Banyuwangi kaya seni dan budaya yang diwariskan secara turun­temurun dari generasi ke generasi. Ada tari-tarian, tembang, budaya hingga ritual adat. Salah satunya musik Perkusi Using,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pada Selasa (21/10/2025). Pernyataan ini menegaskan bahwa musik Using bukan sekadar hiburan, tetapi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Banyuwangi.

Sebagian besar kesenian di Banyuwangi—seperti tari Gandrung—selalu mengiringi atau diiringi oleh musik Perkusi Using. Bahkan, musik ini juga selalu hadir dalam setiap acara adat dan budaya sebagai pembuka atau pengiring acara. Karena itulah, festival ini secara khusus digelar untuk “mengenalkan keunikan dan keelokan seni musik perkusi yang dimiliki Banyuwangi,” imbuh Bupati.

Menurut Samsudin Adlawi, anggota Majelis Kehormatan Dewan Kesenian Blambangan (DKB), seni Perkusi Using telah diakui oleh praktisi dan akademisi seni sebagai “seni otentik khas Banyuwangi yang unik dan tidak ditemukan di daerah lainnya di nusantara.”

Samsudin menambahkan bahwa “Kekhasan Perkusi Using ada pada kecepatan pukulan kendang yang menghasilkan irama rancak dan energik yang sampai sekarang belum bisa dinotasikan. Satu lagi kelebihan Perkusi Using adalah keluwesannya untuk dipadukan dengan berbagai genre musik”.

Irama yang rancak dan energik tersebut sampai saat ini masih secara aktif diwariskan ke generasi muda. Bahkan, di Banyuwangi, musik Perkusi Using telah dipelajari sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. “Regenerasi musik Banyuwangi telah berjalan dengan baik. Karenanya dengan adanya Festival Perkusi Using akan menjadi panggung yang tepat bagi para seniman musik khas Banyuwangi untuk dikenal lebih luas lagi sebagaimana impian kami para seniman dan budayawan daerah,” ungkap Samsudin.

Pada event perdana Banyuwangi Percussion Festival ini akan tampil empat grup perkusi. Tiga di antaranya berasal dari Banyuwangi, antara lain: Damar Art, Munsing (Musik Nada Using), dan JEB (Jiwa Etnik Banyuwang). Ketiganya dimotori oleh kreator musik etnik Banyuwangi—seniman muda lulusan kampus seni—yang akan bereksperimen dengan memainkan komposisi musik etnik dalam konsep yang inovatif, memadukan dengan berbagai genre musik dan kolaborasi dengan penyanyi lokal. “Di tangan mereka, musik etnik Banyuwangi bakal terdengar modern, tanpa kehilangan rasa tradisionalnya,” ujar Kepala Dinas Kominfo dan Persandian, Budi Santoso.

Selain grup lokal, festival juga menghadirkan tamu dari luar daerah: grup “Ethno Ensemble” dari Solo—mayoritas musisinya adalah mahasiswa dan alumni etnomusikologi dari ISI Surakarta/Solo. Komposisi yang mereka mainkan lebih ke perpaduan berbagai alat perkusi di Indonesia. “Mereka juga akan berkolaborasi dengan mahasiswa seni ISI Banyuwangi. Grup musik ini kami hadirkan untuk memperkaya wawasan musik perkusi generasi muda Banyuwangi khususnya juga untuk memberikan hiburan nuansa baru bagi semua penonton yang datang,” tambah Budi.

Dengan seluruh rangkaian tersebut, festival ini bukan sekadar acara hiburan, tetapi wahana penting untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya Banyuwangi. Musik perkusi Using yang dahulu mungkin hanya terdengar di acara adat kini dihadirkan dalam format yang lebih besar dan terbuka untuk publik. Pastikan Anda hadir untuk menyaksikan betapa musik etnik Banyuwangi menyinergi dengan inovasi masa kini, menciptakan pengalaman musikal yang tak terlupakan.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar Banyuwangi Titip Pesan untuk Pemkab, Green Ranger dan Edukasi Sampah Jadi Prioritas

    Pelajar Banyuwangi Titip Pesan untuk Pemkab, Green Ranger dan Edukasi Sampah Jadi Prioritas

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Generasi Z dan Generasi Alpha Banyuwangi menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dengan menyampaikan berbagai gagasan inovatif dalam forum Rembug Anak Banyuwangi. Mulai dari pembentukan Green Ranger, perluasan edukasi sampah hingga kelompok PKK, sampai usulan pemberian sanksi tegas bagi pelaku penebangan pohon liar menjadi aspirasi yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Aspirasi tersebut […]

  • Sinergi Polresta Banyuwangi Menuju Zero ODOL 2027, Upaya Nyata Wujudkan Jalan Aman dan Tertib

    Sinergi Polresta Banyuwangi Menuju Zero ODOL 2027, Upaya Nyata Wujudkan Jalan Aman dan Tertib

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Upaya menciptakan jalan raya yang aman, tertib, dan bebas pelanggaran terus digencarkan Polresta Banyuwangi. Melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polresta Banyuwangi menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema Menuju Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027, yang berlangsung di Rupatama Polresta Banyuwangi pada Rabu, 22 Oktober 2025. Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolresta […]

  • SUMPAH PEMUDA: Antara Semangat Perjuangan Masa Lalu dan Tanggung Jawab Generasi Masa Kini

    SUMPAH PEMUDA: Antara Semangat Perjuangan Masa Lalu dan Tanggung Jawab Generasi Masa Kini

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Oleh: Joko Purnomo Prosiber.com – Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, bukan pula hanya tentang upacara, pengibaran bendera, atau mengulang ikrar yang telah diucapkan para pemuda pada 28 Oktober 1928. Lebih dari itu, Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang mengandung pesan mendalam tentang persatuan, keberanian, […]

  • Bukan Pesta, Banyuwangi Pilih Muhasabah dan Doa Bersama Menutup Tahun 2025

    Bukan Pesta, Banyuwangi Pilih Muhasabah dan Doa Bersama Menutup Tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi memilih cara berbeda dalam menutup tahun 2025. Alih-alih menggelar pesta kembang api, ribuan warga berkumpul di Alun-alun Taman Blambangan untuk mengikuti muhasabah dan doa bersama. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi akhir tahun sekaligus ikhtiar spiritual agar Banyuwangi memasuki tahun 2026 dengan penuh keberkahan dan keselamatan. Rabu, 31 Desember 2025. Sejak sore […]

  • Pastikan Rutan Aman dan Senpi Terkontrol, Kapolresta Banyuwangi Lakukan Inspeksi Menyeluruh

    Pastikan Rutan Aman dan Senpi Terkontrol, Kapolresta Banyuwangi Lakukan Inspeksi Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Dalam rangka memastikan keamanan serta kesiapsiagaan internal, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan inspeksi langsung terhadap Rumah Tahanan (Rutan), senjata api (senpi), dan peralatan dinas di lingkungan Polresta Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan tugas kepolisian. Jumat, 23 Januari 2026. Pengecekan Rutan dilakukan […]

  • TWA Kawah Ijen Banyuwangi Kembali dibuka 28 September 2026 Setelah Penutupan Akibat Kebakaran Hutan sejak 4 September

    TWA Kawah Ijen Banyuwangi Kembali dibuka 28 September 2026 Setelah Penutupan Akibat Kebakaran Hutan sejak 4 September

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kabar baik bagi wisatawan yang telah menantikan kunjungan ke Kawah Ijen Banyuwangi. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur membuka kembali operasional Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mulai Senin, 28 September 2026. Sebelumnya, kawasan wisata alam tersebut ditutup sejak 4 September 2026 akibat kebakaran hutan. Kepala Seksi Konservasi Wilayah V […]

expand_less