Momentum Nuzulul Quran, ASN Banyuwangi Serentak Khataman dan Wakaf Al-Qur’an
- account_circle Prosiber
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Peringatan Nuzulul Quran di Kabupaten Banyuwangi tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan religius yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN). Momentum keagamaan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui wakaf Al-Qur’an kepada masyarakat.
Ribuan ASN Banyuwangi secara serentak menggelar kegiatan khotmil atau khataman Al-Qur’an pada Jumat (06/03/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Nuzulul Quran yang berlangsung di berbagai kantor pemerintahan hingga musala di lingkungan kerja masing-masing.
Sejak pagi hari, para ASN memulai aktivitas kerja dengan membaca Al-Qur’an hingga khatam secara bersama-sama. Selain dilaksanakan di kantor pemerintahan, kegiatan juga berlangsung di sejumlah tempat ibadah, termasuk di Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang menjadi pusat kegiatan.
Peringatan Nuzulul Quran Banyuwangi ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan juga dimaknai sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa momentum Nuzulul Quran menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat, khususnya ASN, untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Nuzulul Quran menjadi momen pengingat bagi kita semua bahwa Al Quran adalah pedoman hidup kita semua. Menjadikan Al Quran sebagai pegangan hidup kita. Harapannya ini bisa menjadi penyempurna ikhtiar untuk pembangunan daerah,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Selain khataman Al-Qur’an oleh ASN, kegiatan keagamaan tersebut juga melibatkan para hafidzah dari berbagai pondok pesantren di Banyuwangi. Sebanyak 70 hafidzah atau perempuan penghafal Al-Qur’an turut mengikuti khotmil Al-Qur’an yang diselenggarakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.
Para hafidzah tersebut berasal dari sejumlah pesantren di berbagai wilayah Banyuwangi. Mereka merupakan para ibu nyai yang selama ini dikenal aktif membimbing santri dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.
Beberapa di antaranya adalah Nyai Nikmatur Rohmah dari Pondok Pesantren Daarut Taufiq Muncar, Nyai Kholifah dari Pondok Pesantren Darul Ulum Sumber Beras, serta Nyai Masruroh dan Nyai Mahmudah Hisyam dari Pondok Pesantren Darussalam Blokagung.
Selain itu, turut hadir Nyai Murtasimah dari Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan Karangdoro bersama sejumlah ibu nyai lainnya dari berbagai pesantren di Banyuwangi.
Rangkaian kegiatan khotmil Al-Qur’an tersebut nantinya akan dipuncaki dengan doa bersama yang dipusatkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Doa bersama tersebut dipimpin oleh H. Muhammad Madini Farouq.
Acara juga dirangkai dengan kegiatan ibadah lainnya seperti sholat Magrib berjamaah, buka puasa bersama, serta sholat tarawih yang diikuti oleh para ASN dan masyarakat yang hadir.
Selain khataman Al-Qur’an, kegiatan Nuzulul Quran Banyuwangi juga diisi dengan program sosial berupa wakaf ribuan mushaf Al-Qur’an. Mushaf tersebut dihimpun dari para ASN Banyuwangi yang secara sukarela menyumbangkan Al-Qur’an untuk masyarakat.
Mushaf Al-Qur’an yang terkumpul kemudian disalurkan ke berbagai musala dan TPQ yang membutuhkan. Program wakaf Al-Qur’an Banyuwangi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengaji bagi anak-anak maupun masyarakat.
“Harapan kami ini bisa Wakaf Al-Qur’an tersebut diharapkan bisa mendukung pengajaran dan kegiatan tilawah pada musala/TPQ yang menerima,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Salah satu tempat yang menerima wakaf Al-Qur’an adalah Musala Nurul Jannah yang berada di Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi. Mushaf yang disalurkan diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar Al-Qur’an bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Takmir Musala Nurul Jannah, Tukiman, mengaku sangat bersyukur atas bantuan mushaf Al-Qur’an yang diberikan oleh para ASN Banyuwangi.
“Terima kasih untuk wakaf Al-Qur’an ini. Pasti sangat bermanfaat untuk anak-anak yang mengaji di sini,” ujar Tukiman.
Program wakaf Al-Qur’an Banyuwangi ini juga dilakukan oleh ribuan ASN lainnya dengan menyasar musala kecil dan TPQ di berbagai wilayah Banyuwangi. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap semangat membaca dan mempelajari Al-Qur’an semakin berkembang di tengah masyarakat.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar