Breaking News
light_mode

Seblang Bakungan Banyuwangi, Ritual Sakral Warisan Leluhur yang Memikat Ribuan Wisatawan Saat Libur Idul Adha

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com –Seblang Bakungan Banyuwangi kembali menjadi magnet bagi wisatawan yang menghabiskan masa libur panjang Idul Adha di ujung timur Pulau Jawa. Tradisi sakral yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Osing tersebut menghadirkan perpaduan antara nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan warga yang hingga kini tetap terjaga dengan baik.

Ritual Seblang merupakan salah satu tradisi tertua yang masih bertahan di Banyuwangi. Masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, terus menjaga keberlangsungan tradisi yang diyakini telah ada sejak tahun 1639 tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Seblang Bakungan dikenal sebagai tarian sakral yang dibawakan oleh seorang perempuan paruh baya dalam kondisi trance atau tidak sadarkan diri. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dari prosesi adat yang sarat makna spiritual dan diyakini sebagai bentuk hubungan antara masyarakat dengan para leluhur.

Pada tahun ini, peran penari Seblang dipercayakan kepada Isni yang telah berusia 54 tahun. Penampilan tahun ini menjadi kali ketiga bagi Isni menjalankan tugas sakral tersebut di hadapan masyarakat dan para wisatawan yang hadir.

Tradisi Seblang Bakungan rutin dilaksanakan setiap bulan Dzulhijah atau bulan Haji, tepatnya satu pekan setelah Hari Raya Idul Adha. Momentum tersebut telah menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Rangkaian ritual diawali dengan kegiatan keagamaan yang memperlihatkan harmonisasi antara tradisi dan nilai religius masyarakat setempat. Warga terlebih dahulu melaksanakan salat Magrib dan salat hajat di masjid sebagai bentuk doa bersama untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan desa.

Setelah prosesi ibadah selesai, masyarakat melanjutkan kegiatan dengan menggelar parade oncor atau obor yang diarak mengelilingi wilayah desa. Tradisi tersebut dikenal dengan istilah ider bumi, yang menjadi simbol penjagaan dan pembersihan lingkungan dari berbagai hal buruk.

Suasana semakin khidmat ketika warga berkumpul di sepanjang jalan desa untuk menggelar kenduri massal. Berbagai hidangan khas disajikan, termasuk pecel pithik yang menjadi kuliner tradisional masyarakat Osing. Makanan tersebut disantap bersama di atas tikar dengan penerangan cahaya obor yang menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Puncak acara berlangsung saat penari Seblang memasuki kondisi trance. Dengan mata terpejam, Isni menari mengikuti alunan musik tradisional yang dimainkan secara langsung. Gending-gending sakral seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto mengiringi setiap gerakan tarian yang diyakini memiliki nilai spiritual tinggi.

Masyarakat setempat meyakini bahwa pada saat kondisi trance berlangsung, penari Seblang tengah dirasuki oleh roh leluhur yang menjadi bagian dari ritual adat tersebut. Kepercayaan ini telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.

Keunikan ritual tersebut berhasil menarik perhatian ribuan wisatawan. Salah satunya adalah wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai, yang mengaku terkesan dengan pengalaman menyaksikan Seblang Bakungan secara langsung.

“Unik. Penarinya paruh baya, dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tapi justru ini yang membuat menarik. Saya belum pernah melihat seperti ini di tempat lain,” ujar Gergo Zalatnai.

Kekaguman serupa juga disampaikan Riski, wisatawan asal Yogyakarta yang sengaja datang ke Banyuwangi untuk menyaksikan tradisi tersebut. Riski mengaku merasakan atmosfer magis yang sulit ditemukan pada pertunjukan budaya lainnya.

“Terkesan, terasa magisnya. Selain itu saya juga kagum dengan warga di sini yang gotong royong terus menggelar acara ini setiap tahunnya,” ucapnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut memberikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur yang menjadi identitas daerah. Menurut Ipuk Fiestiandani, pelestarian budaya lokal memiliki peran penting dalam menjaga karakter daerah sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya.

“Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga,” urainya.

Di Banyuwangi, tradisi Seblang masih dapat ditemukan di dua wilayah yang menjadi pusat kebudayaan masyarakat Osing, yaitu Kelurahan Bakungan dan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Meski memiliki akar budaya yang sama, kedua ritual tersebut memiliki perbedaan dalam waktu pelaksanaan dan karakter penarinya.

Seblang Bakungan digelar pada bulan Dzulhijah dengan penari perempuan yang telah berusia paruh baya, sedangkan Seblang Olehsari dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri dan dibawakan oleh penari yang masih berusia muda. Keberadaan kedua tradisi ini menjadi bukti kekayaan budaya Banyuwangi yang terus lestari hingga saat ini.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Natal dan Tahun Baru, Wisata Banyuwangi Ramai hingga Hotel Terisi Maksimal

    Libur Natal dan Tahun Baru, Wisata Banyuwangi Ramai hingga Hotel Terisi Maksimal

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Libur Natal dan Tahun Baru kembali membawa berkah bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi tujuan utama wisatawan, ditandai dengan padatnya destinasi wisata serta tingginya tingkat hunian hotel dan homestay di berbagai kawasan. Sabtu, 27 Desember 2025. Antusiasme wisatawan selama libur Nataru disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. […]

  • CFD Purwoharjo Banyuwangi Disulap Jadi Pasar Kuliner, 500 UMKM Ramaikan Akhir Pekan

    CFD Purwoharjo Banyuwangi Disulap Jadi Pasar Kuliner, 500 UMKM Ramaikan Akhir Pekan

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kreativitas warga dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal kembali terlihat di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Ruas jalan sepanjang 4 kilometer yang menghubungkan Desa Karetan dan Desa Glagahagung disulap menjadi kawasan Car Free Day (CFD) Purwoharjo yang sekaligus berkembang sebagai pusat kuliner dan aktivitas UMKM Banyuwangi, Minggu (27/09/2026). Bukan hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga, CFD […]

  • Dukung Pembangunan dan Pemberdayaan Banyuwangi Unair Terjunkan 210 Mahasiswa KKN

    Dukung Pembangunan dan Pemberdayaan Banyuwangi Unair Terjunkan 210 Mahasiswa KKN

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Universitas Airlangga (Unair) kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) di Banyuwangi dengan menerjunkan 210 mahasiswa. Ratusan mahasiswa tersebut dilepas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (13/7/2026), untuk melaksanakan pengabdian di empat kecamatan di Banyuwangi. Sebanyak 210 mahasiswa dari berbagai fakultas didampingi sebelas dosen pembimbing dan dibagi dalam 42 kelompok yang […]

  • Ratusan Umat Hindu Gelar Melasti di Banyuwangi, Polresta Turunkan Personel Amankan Ritual Suci Nyepi

    Ratusan Umat Hindu Gelar Melasti di Banyuwangi, Polresta Turunkan Personel Amankan Ritual Suci Nyepi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Rangkaian persiapan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kabupaten Banyuwangi berlangsung khidmat. Salah satunya melalui pelaksanaan Upacara Melasti Banyuwangi yang diikuti ratusan umat Hindu dari berbagai kecamatan. Untuk menjamin keamanan kegiatan keagamaan tersebut, jajaran Polresta Banyuwangi melakukan pengamanan ketat di sejumlah titik lokasi pelaksanaan ritual pada Minggu, (15/03/2026). Pengamanan ini […]

  • Pesona Kapten Muda Chaya, Penggawa Spensaba yang Sukses Antar Tim Raih Double Winner di Harjaba Cup 2025 photo_camera 5

    Pesona Kapten Muda Chaya, Penggawa Spensaba yang Sukses Antar Tim Raih Double Winner di Harjaba Cup 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Puncak kompetisi basket pelajar Harjaba Cup 2025 menjadi panggung kemenangan yang penuh kebanggaan bagi SMPN 1 Banyuwangi (Spensaba). Baik tim putra maupun tim putri tampil mendominasi hingga menutup pertandingan sebagai juara dalam turnamen yang berlangsung di SAIKI Sport Arena. Agenda ini merupakan kerja sama Dispora Banyuwangi dengan Unity Event Organizer, menghadirkan persaingan kualitas […]

  • Teguhkan Sinergi Anti Narkoba, Polresta Banyuwangi dan Lapas Kompak Perkuat Integritas Bersama BNNK

    Teguhkan Sinergi Anti Narkoba, Polresta Banyuwangi dan Lapas Kompak Perkuat Integritas Bersama BNNK

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Pro Siber – Upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari peredaran narkoba kembali ditegaskan melalui langkah sinergi antara Polresta Banyuwangi, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, dan Lapas Banyuwangi. Kolaborasi tiga institusi ini menjadi bentuk nyata dari komitmen bersama menjaga integritas dan keamanan di wilayah hukum Banyuwangi, Kamis, 23 Oktober 2025. Penandatanganan komitmen bersama tersebut […]

expand_less