Breaking News
light_mode

Dulu Putus Sekolah dan Bekerja di Kebun Kopi, Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Kini Lulus dan Siap Raih Masa Depan

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Sekolah Rakyat Banyuwangi kembali menunjukkan perannya sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program pendidikan yang digagas pemerintah tersebut berhasil mengembalikan semangat belajar para siswa yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah akibat berbagai kendala, terutama faktor ekonomi. Kini, tiga siswa yang sempat putus sekolah berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA dan siap menatap masa depan dengan lebih percaya diri, Sabtu (20/06/2026).

Prosesi kelulusan digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 46 yang berlokasi di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani serta diwarnai dengan kegiatan Gelar Karya yang menampilkan berbagai hasil kreativitas para siswa.

Tiga siswa yang dinyatakan lulus dari jenjang SMA sederajat adalah Auratul Hasanah, Dimas Kiki Andreansyah, dan Luis Cicko Putra Erdiyanto. Ketiganya memiliki kisah perjuangan yang hampir sama, yakni sempat terhenti pendidikannya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Auratul Hasanah atau Aura. Remaja berusia 18 tahun tersebut sebelumnya harus meninggalkan bangku sekolah dan bekerja di perkebunan kopi untuk membantu kehidupan sehari-hari.

“Setelah tidak sekolah, saya ikut bekerja di perkebunan. Terus ditawari masuk Sekolah Rakyat, alhamdulilah sekarang sudah lulus,” kata Aura.

Kesempatan kedua yang diberikan melalui Sekolah Rakyat mampu mengubah jalan hidup Aura. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA, Aura kini telah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Jember (Unej).

Berbeda dengan Aura, dua siswa lainnya memilih langsung memasuki dunia kerja setelah lulus. Salah satunya adalah Dimas Kiki Andreansyah yang ingin membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya.

“Saya dulu sempat satu tahun menganggur karena tidak sekolah. Lalu ditawari masuk Sekolah Rakyat, dan alhamdulilah tidak mengulang dari awal kelas 10 tapi langsung kelas 12, sehingga saya sekarang lulus. Saya mau bekerja untuk membantu ekonomi keluarga,” kata Andika.

Keberhasilan para siswa tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurut Ipuk, kelulusan para siswa bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi bukti nyata bahwa pendidikan mampu membuka peluang baru bagi masa depan anak-anak yang sebelumnya berada dalam kondisi sulit.

“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan prosesi kelulusan. Tapi kita menyaksikan anak-anak yang terus tumbuh, belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri meraih masa depan yang lebih baik,” kata Ipuk.

Ipuk menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan terus memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar.

“Berbagai program pendidikan terus kami jalankan untuk memastikan tidak ada anak Banyuwangi yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan,” kata Ipuk.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Banyuwangi telah menjalankan berbagai program pendidikan, seperti Siswa Asuh Sebaya (SAS), Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh), Banyuwangi Cerdas, pendampingan anak putus sekolah, serta berbagai program pendukung lainnya.

Menurut Ipuk, kehadiran Sekolah Rakyat semakin memperkuat komitmen daerah dalam memberikan layanan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.

“Sekolah Rakyat ini kian melengkapi berbagai program yang telah dilakukan Banyuwangi,” tambah Ipuk.

Kepala Sekolah Rakyat Winarno menjelaskan bahwa sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kemudahan bagi anak-anak yang sempat terputus pendidikannya.

“Anak yang masuk Sekolah Rakyat, disesuaikan dengan jenjang pendidikan sekolah sebelumnya. Apabila mereka putus sekolah kelas 3, tidak perlu mengulang dari kelas 1, tapi langsung kelas 3. Seperti tidak siswa yang baru lulus saat ini,” kata Winarno.

Winarno menambahkan bahwa setelah lulus, para siswa juga mendapatkan pendampingan lanjutan sesuai pilihan masing-masing. Bagi yang ingin bekerja, sekolah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan BPVP untuk memberikan pelatihan keterampilan kerja.

“Alhamdullah keduanya telah diterima di Toyota,” kata Winarno.

Saat ini Sekolah Rakyat di BPVP Muncar memiliki 88 siswa yang terdiri atas 48 siswa tingkat SD dan 40 siswa tingkat SMA. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.

Sementara itu, Banyuwangi juga tengah mempersiapkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif. Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum sedang membangun Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Jika pembangunan selesai, seluruh siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi akan dipusatkan di kawasan tersebut sehingga proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • REI Banyuwangi Mantapkan Kolaborasi untuk Sukseskan Program Tiga Juta Rumah Presiden

    REI Banyuwangi Mantapkan Kolaborasi untuk Sukseskan Program Tiga Juta Rumah Presiden

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Pro Siber – Real Estate Indonesia (REI) Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan program pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, pengembang, dan sektor perbankan dalam menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau. Langkah konkret tersebut terlihat pada […]

  • Kreatif Promosikan Potensi Daerah, Banyuwangi Juara Nasional di ISNA 2025

    Kreatif Promosikan Potensi Daerah, Banyuwangi Juara Nasional di ISNA 2025

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai kabupaten inovatif di tingkat nasional. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini meraih penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025 sebagai Kabupaten Terbaik I dalam kategori Best Smart Branding Innovation. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi, Myra Tayyiba, kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, pada […]

  • Semangat Hari Bhayangkara ke-80, Tim Beladiri Polresta Banyuwangi Sabet Medali Perunggu Kapolda Jatim Cup 2026

    Semangat Hari Bhayangkara ke-80, Tim Beladiri Polresta Banyuwangi Sabet Medali Perunggu Kapolda Jatim Cup 2026

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Tim Beladiri Polresta Banyuwangi kembali mengukir prestasi di tingkat Jawa Timur dengan meraih Juara III atau medali perunggu kategori putra dalam ajang Kejuaraan Beladiri Polri Kapolda Jatim Cup 2026 yang berlangsung di Mapolda Jawa Timur, Surabaya. Kejuaraan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan […]

  • May Day di Ujung Timur  Pulau Jawa: Potret Buruh Banyuwangi dan Janji Kesejahteraan yang Belum Tuntas

    May Day di Ujung Timur Pulau Jawa: Potret Buruh Banyuwangi dan Janji Kesejahteraan yang Belum Tuntas

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Tulisan oleh : Joko Purnomo Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi Prosiber.com – Setiap 1 Mei, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day kembali mengingatkan kita pada perjuangan panjang kaum pekerja. Namun di balik seremoni dan spanduk tuntutan, realitas buruh di daerah—termasuk di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur—menunjukkan bahwa kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah besar […]

  • Hujan Deras Picu Longsor Besar di Gunung Gamping, Akses Dua Desa Sempat Lumpuh

    Hujan Deras Picu Longsor Besar di Gunung Gamping, Akses Dua Desa Sempat Lumpuh

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyuwangi pada Kamis, 20 November 2025, memunculkan bencana alam tanah longsor di kawasan Gunung Gamping, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi di area Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, tepatnya di Petak 65 M, RPH Senepo Selatan, BKPH Pesanggaran. Material longsor dilaporkan menutup sebagian badan […]

  • Program SPPI Disorot DPR: Sonny T. Danaparamita Ingatkan Pemerintah Soal Nasib Jutaan Honorer

    Program SPPI Disorot DPR: Sonny T. Danaparamita Ingatkan Pemerintah Soal Nasib Jutaan Honorer

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Rencana pemerintah merekrut 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memunculkan sorotan dari parlemen. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menyampaikan peringatan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan ketidakadilan bagi jutaan tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi di berbagai sektor pelayanan […]

expand_less