Breaking News
light_mode

PFII Disiapkan dari Bali, SMSI Dorong Indonesia Menjadi Hub Finansial Global Lewat Akselerasi Regulasi

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Upaya Indonesia membangun Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) terus memasuki fase yang semakin konkret. Setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memperkuat sektor jasa keuangan, pemerintah bersama DPR mulai mempercepat penyusunan berbagai regulasi turunan sebagai fondasi utama pembentukan ekosistem pusat keuangan berstandar internasional. Langkah tersebut dinilai menjadi momentum penting agar Indonesia mampu bersaing sebagai hub finansial global di kawasan. Jumat, (26/06/2026).

Keberhasilan PFII tidak hanya bergantung pada lahirnya undang-undang baru, tetapi juga dipengaruhi oleh kecepatan penyelesaian aturan teknis yang mampu memberikan kepastian hukum kepada investor. Regulasi yang jelas menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan pelaku pasar internasional sehingga arus investasi dapat mengalir secara berkelanjutan.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, menilai seluruh pemangku kepentingan harus bergerak secara terpadu untuk mempercepat pembangunan ekosistem PFII.

“Pentingnya para stake holder mengambil perannya masing-masing untuk dapat melakukan akselerasi ekosistem PFII ini agar Indonesia segera menjadi Pusat Finansial Global,” ungkap Firdaus.

Selain itu, Firdaus menjelaskan SMSI telah menyusun rangkaian Forum Group Discussion (FGD) yang akan dimulai pada Juli 2026 di Bali. Agenda tersebut menjadi ruang diskusi lintas sektor guna memperkuat fondasi pembentukan PFII.

“olehkarenanya SMSI telah merancang serial FGD yang akan dimulai di bulan Juli 2026 di Bali, dengan menunjuk Agus Syabarrudin menjadi ketua Steering Committee,” urai Firdaus.

Senior Executive Advisor Fundbridge Globalink Investa sekaligus Wakil Ketua Umum Pengembangan Ekonomi dan Kemitraan Luar Negeri SMSI, Dr. Agus Syabarrudin, menjelaskan seri pertama FGD akan mengangkat tema Fondasi Regulasi & Arsitektur Keuangan Negara sebagai baseline penyusunan ekosistem PFII.

“Rencananya SMSI akan menggelar beberapa seri FGD, dan pada Seri 1 FGD ini mengusung tema Fondasi Regulasi & Arsitektur Keuangan Negara (Baseline-red), diskusi berfokus penuh pada penyelarasan peta jalan makro dengan strategi penanaman modal nasional,” ujar Agus.

Menurut Agus, kesiapan seluruh instrumen negara harus dipastikan sejak awal. Tidak hanya regulator, namun juga perbankan nasional seperti Himbara dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) perlu menjadi bagian penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan.

“Momentum ini menjadi sangat krusial untuk memastikan kesiapan seluruh instrumen negara, termasuk bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara-red) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD-red) sebagai jangkar mitra lokal di daerah, bisa berperan aktif dalam mengoptimalisasikan keberadaan PFII bagi kegiatan pembiayaan kepada para pengusaha yang dapat menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa,” urai Agus.

Salah satu pembahasan utama dalam FGD Seri 1 adalah harmonisasi insentif fiskal dan nonfiskal PFII dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) serta program hilirisasi industri. Melalui skema tersebut, pembiayaan proyek-proyek besar diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan APBN maupun pinjaman konvensional, tetapi juga memperoleh akses langsung terhadap likuiditas global.

Ekosistem PFII dibangun melalui tiga pilar utama yang saling mendukung.

Regulator (DPR, Kemenkeu, BI, OJK) bertugas mempercepat regulasi turunan dan menciptakan tata kelola yang akuntabel.

Kementerian Investasi/BKPM berperan menyelaraskan berbagai insentif investasi dengan roadmap nasional guna meningkatkan Foreign Direct Investment (FDI).

Perbankan domestik, yaitu Himbara dan BPD, menjadi penghubung pembiayaan daerah melalui skema joint financing agar investasi global dapat langsung mendukung proyek pembangunan di berbagai wilayah.

Dalam FGD mendatang, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad direncanakan menjadi pembicara utama untuk menegaskan komitmen parlemen dalam mempercepat penyelesaian payung hukum operasional PFII.

Agus menilai regulasi teknis harus segera diselesaikan agar Indonesia tidak kehilangan momentum dalam persaingan menarik investasi dunia.

“Lahirnya PFII ini bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperdalam pasar keuangan domestik kita. Kita berharap DPR berkomitmen mengawal agar regulasi turunan ini bisa rampung tepat waktu demi memberikan pesan kuat kepada dunia: Indonesia siap menjadi hub finansial yang aman, transparan, dan kompetitif.”

Agus juga menegaskan keterlibatan BPD akan memperluas dampak investasi sehingga manfaat perputaran modal internasional dapat dirasakan langsung oleh daerah yang menjadi pusat hilirisasi industri.

Selain itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani juga direncanakan menjadi pembicara. SMSI optimistis PFII akan menjadi katalis baru dalam meningkatkan investasi nasional dengan menarik sovereign wealth funds dan investor institusional dunia.

“Target investasi nasional kita untuk tahun 2026 ini berada di angka Rp2.041,3 triliun. Kehadiran PFII akan menjadi instrumen baru kita untuk menawarkan skema insentif yang jauh lebih fleksibel bagi para investor global. Insentif ini akan dikunci langsung untuk mendukung hilirisasi dan PSN, sehingga struktur ekonomi kita semakin kokoh ke depan,” ujar Agus.

Ke depan, pola kolaborasi antara investor asing dengan bank-bank nasional akan diperkuat melalui skema joint ventures serta penyediaan modal kerja untuk mendukung berbagai proyek investasi strategis.

FGD Seri 1 menjadi pijakan awal menuju pembentukan pusat finansial internasional Indonesia. Tahapan berikutnya meliputi penyusunan mekanisme kliring, sistem hukum yang kompetitif bagi investor global, serta pengembangan teknologi finansial modern. Dengan sinergi regulator, parlemen, sektor perbankan, dan dunia usaha, PFII diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat posisi negara sebagai hub finansial global.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Banyuwangi Berhasil Urai Kemacetan Ketapang, Aksi Humanis Hingga Apresiasi Berbagai Pihak

    Polisi Banyuwangi Berhasil Urai Kemacetan Ketapang, Aksi Humanis Hingga Apresiasi Berbagai Pihak

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Setelah sempat mengalami kemacetan panjang selama sepekan, jalur menuju Pelabuhan Ketapang kini kembali normal. Penguraian arus lalu lintas mulai terlihat sejak Sabtu (04/04/2026) hingga Senin (06/04/2026). Kemacetan yang terjadi sejak 28 Maret 2026 itu sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Banyuwangi. Keberhasilan penguraian arus tidak lepas dari kerja keras Polresta […]

  • Banyuwangi Jadi Basis Pertama Santai Seaplane, Wisata Udara Premium Siap Terbang Juli 2026

    Banyuwangi Jadi Basis Pertama Santai Seaplane, Wisata Udara Premium Siap Terbang Juli 2026

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Industri pariwisata Banyuwangi kembali mencatatkan perkembangan signifikan. Maskapai penerbangan amfibi Santai Seaplane memilih Banyuwangi sebagai basis operasional pertama di Indonesia untuk menghadirkan layanan wisata udara premium yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan nasional. Keputusan tersebut semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah tujuan investasi sektor pariwisata yang dinilai memiliki prospek cerah untuk pengembangan […]

  • Pengurus DPN PERADI 2026-2031 Resmi Dikukuhkan. Berikut Daftar Pengurus Lengkap Serta Target Besar Organisasi Advokat di Era Baru

    Pengurus DPN PERADI 2026-2031 Resmi Dikukuhkan. Berikut Daftar Pengurus Lengkap Serta Target Besar Organisasi Advokat di Era Baru

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia atau DPN PERADI periode 2026-2031 resmi dilantik. Kepengurusan baru di bawah komando Imam Hidayat membawa arah baru bagi organisasi advokat Indonesia dengan fokus profesionalisme, integritas, dan penguatan peran penegakan hukum. Pelantikan digelar di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, (17/04/2026). Acara ini menjadi tonggak penting setelah lahirnya […]

  • KNMP Banyuwangi Jadi Rujukan Forum ASEAN, Ekonomi Nelayan Didorong Naik Kelas Lewat Wisata Kuliner

    KNMP Banyuwangi Jadi Rujukan Forum ASEAN, Ekonomi Nelayan Didorong Naik Kelas Lewat Wisata Kuliner

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng Banyuwangi menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian delegasi ASEAN, negara-negara East Asia Summit (EAS), dan anggota Pacific Islands Forum (PIF) dalam forum ASEAN-ID Blue. Koperasi tersebut dinilai berhasil mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir melalui hilirisasi sektor perikanan yang dipadukan dengan konsep pariwisata dan wisata kuliner nelayan pada […]

  • Gelombang Protes Meningkat, Warga Hadang Pekerja PT Damai Suksesindo (DSI) di Akses Masuk Desa Kandangan

    Gelombang Protes Meningkat, Warga Hadang Pekerja PT Damai Suksesindo (DSI) di Akses Masuk Desa Kandangan

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Aksi penolakan tambang PT Damai Suksesindo (DSI) kembali mencuat setelah warga Desa Kandangan melakukan penghadangan terhadap para pekerja perusahaan tersebut pada Jumat, 21 November 2025. Insiden ini terjadi di pintu masuk Desa Kandangan, tepatnya di kawasan Sumberbopong, yang selama ini menjadi jalur keluar-masuk aktivitas eksplorasi perusahaan tambang tersebut. Penolakan tambang PT DSI sudah […]

  • Atasi Kelangkaan LPG, Pemkab Banyuwangi Terus Gelar Operasi Pasar LPG Subsidi 3Kg di Seluruh Kecamatan

    Atasi Kelangkaan LPG, Pemkab Banyuwangi Terus Gelar Operasi Pasar LPG Subsidi 3Kg di Seluruh Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Menjaga ketersediaan gas elpiji subsidi 3 Kg, Pemkab Banyuwangi terus menggelar Operasi Pasar yang digelar secara bergilir di seluruh kecamatan. Operasi pasar tersebut telah digelar sejak Selasa (17/3/2026) hingga hari ini, Jumat (20/3/2026) dimana setiap kecamatan didrop ratusan gas melon. Selain mengirim gas melon ke seluruh pangkalan seperti biasanya, agen gas elpiji juga […]

expand_less