Raperda Pembangunan Industri Banyuwangi 2025-2045 Dibahas, DPRD Dorong Hilirisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – DPRD Banyuwangi melalui Panitia Khusus (Pansus) terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembangunan Industri Kabupaten Banyuwangi Tahun 2025-2045. Regulasi ini disiapkan sebagai pedoman pembangunan sektor industri yang diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Selasa (02/06/2026).
Pembahasan awal dilakukan bersama jajaran eksekutif dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tujuan, sasaran, dan ruang lingkup yang akan diatur dalam regulasi pembangunan industri jangka panjang tersebut.
Ketua Pansus Raperda Pembangunan Industri DPRD Banyuwangi, Arvy Rizaldy, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama penyusunan regulasi tersebut adalah menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.
Menurut Arvy, investor membutuhkan kepastian hukum sebelum menanamkan modalnya di suatu daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyediakan regulasi yang jelas dan mendukung aktivitas investasi.
“Kita kembali melakukan pendalaman terhadap konsep regulasi, Raperda ini bertujuan untuk menjaga iklim investasi di daerah mencakup peraturan-peraturan yang memudahkan investasi di Banyuwangi,” kata Arvy Rizaldy.
Raperda tersebut nantinya akan menjadi payung hukum bagi pembangunan sektor industri di Banyuwangi hingga tahun 2045. Melalui regulasi ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa proses pembangunan industri berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.
Selain memperkuat investasi, DPRD Banyuwangi juga menempatkan hilirisasi industri sebagai salah satu strategi utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Konsep hilirisasi dinilai mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar terhadap produk lokal sekaligus memperkuat keterkaitan antara industri besar dengan pelaku usaha kecil dan menengah.
“Regulasi ini nantinya sebagai bentuk eksistensi pemerintah daerah agar menjadi ramah terhadap investasi, hilirisasi industri agar supaya industri besar bisa menjadi mendongkrak industri kecil dan menengah,” ujarnya.
Arvy menilai keberadaan industri besar harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. Industri besar diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru, memperluas pasar produk lokal, dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Banyuwangi.
Di sisi lain, pembangunan industri juga memiliki peran penting dalam menekan angka pengangguran. Sektor industri merupakan salah satu sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenaga kerja dari berbagai latar belakang pendidikan dan keterampilan.
Dengan semakin berkembangnya sektor industri, masyarakat akan memiliki lebih banyak peluang kerja yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan.
Pemerintah daerah juga menilai keberhasilan pembangunan industri harus didukung oleh sejumlah faktor pendukung yang memadai.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan industri meliputi:
- Penyederhanaan proses perizinan.
- Penyediaan infrastruktur yang memadai.
- Pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
- Dukungan terhadap inovasi dan teknologi.
- Penguatan kemitraan antara industri besar dan UMKM.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, pembangunan industri diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dalam jangka panjang.
“Dengan strategi yang tepat, pembangunan industri dapat menjadi mesin penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan melalui penyerapan tenaga kerja yang maksimal,” tegas Arvy.
Jika nantinya disahkan menjadi peraturan daerah, Raperda Pembangunan Industri Banyuwangi Tahun 2025-2045 akan menjadi landasan penting dalam menciptakan ekosistem industri yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Banyuwangi.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar