Breaking News
light_mode

Sorotan Tambang Galian C di Kalipuro Banyuwangi, Dugaan Pelanggaran Izin hingga Kebocoran PAD Berujung Ancaman Gugatan PMH

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com –Dugaan persoalan dalam pengelolaan tambang Galian C di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, kembali mencuat ke publik. Seorang praktisi hukum di Banyuwangi tengah mempersiapkan langkah hukum berupa pengaduan resmi dan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) setelah menemukan sejumlah indikasi yang diduga berkaitan dengan pelanggaran perizinan, potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga dugaan tindak pidana ekonomi, Selasa (02/06/2026).

Objek yang menjadi sorotan berada di kawasan perbatasan Kelurahan Klatak dan Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Lokasi tersebut diketahui memiliki luas sekitar 13,19 hektare.

Muhammad Yusuf Febri mengungkapkan bahwa berdasarkan dokumen yang berhasil dihimpun, area tersebut memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi atas nama Joko Jadmiko.

“Izin tersebut tercatat berlaku sejak 24 Mei 2019 hingga 24 Mei 2023 dengan komoditas yang terdaftar berupa tanah urug,” papar Yusuf Febri.

Menurut Yusuf, muncul sejumlah indikasi yang dinilai perlu mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait maupun pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah dugaan aktivitas produksi yang berlangsung pada area yang disebut masih berstatus IUP Eksplorasi.

Dalam ketentuan pertambangan, IUP Eksplorasi umumnya diperuntukkan bagi kegiatan penelitian, penyelidikan, dan pengujian potensi sumber daya mineral sebelum memasuki tahap produksi.

Namun dari hasil pengamatan lapangan yang dilakukan, Yusuf menduga telah terjadi pengerukan dan pengangkutan material dalam jumlah besar yang mengarah pada kegiatan eksploitasi.

Selain itu, terdapat pula dugaan ketidaksesuaian antara komoditas yang tercantum dalam dokumen izin dengan material yang disebut diperjualbelikan dari lokasi tambang.

Dalam dokumen perizinan, komoditas yang tercatat adalah tanah urug. Akan tetapi, hasil penelusuran lapangan disebut menunjukkan adanya aktivitas pengambilan pasir dan batu atau sirtu.

Perbedaan jenis komoditas tersebut dinilai berpotensi memengaruhi besaran kewajiban pembayaran retribusi maupun penerimaan daerah.

“Sesuai regulasi yang berlaku, wajib pajak pertambangan batuan diwajibkan membayar retribusi sebesar 25 persen dari harga pasar yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur,” imbuh Yusuf Febri.

Yusuf juga menyebut adanya dugaan bahwa setoran retribusi yang dilakukan tidak sebanding dengan volume aktivitas yang terjadi di lokasi tambang.

Menurut Yusuf, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian terhadap penerimaan daerah apabila terbukti terdapat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan kewajiban yang berlaku.

Tidak hanya aspek keuangan daerah, dampak lingkungan juga menjadi perhatian dalam persoalan ini. Lokasi bekas tambang disebut telah membentuk lubang besar dengan kedalaman puluhan meter.

Meski aktivitas operasional saat ini dilaporkan tidak lagi berjalan aktif, Yusuf menduga belum terdapat langkah reklamasi maupun pemulihan fungsi lahan yang memadai.

Atas dasar berbagai temuan tersebut, Yusuf tengah menyiapkan langkah hukum yang tidak hanya menyasar aspek administratif, tetapi juga mengkaji kemungkinan adanya unsur pidana lain yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan tersebut.

Muhammad Yusuf Febri menyatakan bahwa langkah hukum ini diharapkan dapat menjadi momentum pembenahan sektor pertambangan mineral dan batuan di Banyuwangi.

“Jika gugatan ini berhasil di pengadilan, maka putusan tersebut akan menjadi yurisprudensi landasan hukum kuat bagi aparat penegak hukum dan aktivis untuk menyapu bersih mafia tambang galian C serupa yang menjamur di bumi Blambangan,” jelasnya.

Sementara itu, Joko Jadmiko saat dimintai tanggapan melalui pesan singkat meminta agar konfirmasi diarahkan kepada pihak lain berinisial EK.

“Silahakan tanyakan yang bersangkutan,” katanya.

Joko juga menyatakan bahwa dirinya hanya tercantum atas nama dalam dokumen perizinan yang dimaksud.

“Semua surat-surat ada di beliau dan saya tidak pernah lagi kurang lebih sekitar 5 tahunan,” tutupnya.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak yang disebut mengelola aktivitas tambang maupun instansi pemerintah terkait mengenai berbagai dugaan tersebut. Seluruh informasi yang berkembang masih memerlukan proses verifikasi dan pembuktian lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program SPPI Disorot DPR: Sonny T. Danaparamita Ingatkan Pemerintah Soal Nasib Jutaan Honorer

    Program SPPI Disorot DPR: Sonny T. Danaparamita Ingatkan Pemerintah Soal Nasib Jutaan Honorer

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Rencana pemerintah merekrut 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memunculkan sorotan dari parlemen. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menyampaikan peringatan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan ketidakadilan bagi jutaan tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi di berbagai sektor pelayanan […]

  • Kemenko Pangan Tunjuk Banyuwangi Percontohan Monitoring Pangan Nasional

    Kemenko Pangan Tunjuk Banyuwangi Percontohan Monitoring Pangan Nasional

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kementrian Koordinator Pangan menunjuk Kabupaten Banyuwangi untuk menjadi model monitoring pangan nasional. Banyuwangi diminta mengembangkan dashboard komoditi beras (dashboard rice journey) yang akan menjadi decision support system (DSS) bagi pengambil kebijakan. Hal ini disampaikan Staf Ahli Menko Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan Sugeng Santoso saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati […]

  • Pansus I DPRD Banyuwangi Bahas Raperda Penetapan Desa, 156 Desa Ditargetkan Miliki Perbup Tapal Batas pada 2027

    Pansus I DPRD Banyuwangi Bahas Raperda Penetapan Desa, 156 Desa Ditargetkan Miliki Perbup Tapal Batas pada 2027

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Banyuwangi mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penetapan Desa bersama jajaran eksekutif. Pembahasan perdana ini menjadi langkah awal untuk mendalami substansi regulasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, terutama terkait kepastian hukum penyelenggaraan pemerintahan desa dan penataan administrasi kewilayahan. Dalam rapat tersebut, anggota Pansus turut menyoroti persoalan pemekaran […]

  • Keliling Pasar Banyuwangi, Wapres Gibran: Bagus, Semoga Tambah Ramai

    Keliling Pasar Banyuwangi, Wapres Gibran: Bagus, Semoga Tambah Ramai

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Salah satu agendanya, meninjau progres Pasar Banyuwangi. Gibran memuji desain dan konsep pembangunan pasar induk yang dibangun dengan mengusung arsitektur bergaya Osing tersebut. Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan para pejabat […]

  • Kapolresta Banyuwangi Terima Buku Antologi ‘Hebat Bersama Umat’, DKB–Lentera Sastra–BCM Gelar Apresiasi Puisi di Taman Blambangan Peringati Hari Pahlawan

    Kapolresta Banyuwangi Terima Buku Antologi ‘Hebat Bersama Umat’, DKB–Lentera Sastra–BCM Gelar Apresiasi Puisi di Taman Blambangan Peringati Hari Pahlawan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kolaborasi antara Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Lentera Sastra Banyuwangi, dan Banyuwangi Creative Market (BCM) melahirkan sebuah kegiatan bertajuk “Apresiasi Puisi untuk Pahlawan” yang menyatukan semangat sastra, budaya, dan kebangsaan. Kegiatan ini hadirkan suasana Taman Blambangan, Banyuwangi, pada Minggu, 9 November 2025, berubah menjadi ruang refleksi dan ekspresi seni dalam peringatan Hari Pahlawan. Ketua […]

  • Taklukkan Juara Asia, Timnas Indonesia Kawinkan Gelar Juara Banyuwangi BMX Supercross 2026

    Taklukkan Juara Asia, Timnas Indonesia Kawinkan Gelar Juara Banyuwangi BMX Supercross 2026

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Banyuwangi BMX Supercross 2026 hari kedua, yang digelar di Sirkuit BMX Banyuwangi, Minggu (28/6/2026), berlangsung sengit. Pembalap tim nasional Indonesia, Rio Akbar, berhasil merebut gelar juara kategori men elite dari juara Asia rider asal Timbas Thailand, Komet Sukprasert. Keberhasilan Rio membuat Timnas Indonesia berhasil mengawinkan gelar juara setelah di kategori women elite pembalap […]

expand_less