Breaking News
light_mode

Banyuwangi Luncurkan Coastal Resilience Initiatives, Pulihkan Terumbu Karang hingga Mangrove Berkelanjutan

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan wilayah pesisir melalui Coastal Resilience Initiatives. Program kolaboratif tersebut menyatukan pemerintah, perusahaan, akademisi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga pesisir. Program restorasi pesisir Banyuwangi tersebut diluncurkan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, kawasan Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Senin (27/7/2026).

Dengan garis pantai mencapai 175,8 kilometer, Banyuwangi memiliki wilayah pesisir yang sangat luas sekaligus menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, Coastal Resilience Initiatives dirancang bukan sekadar sebagai program rehabilitasi lingkungan, tetapi sebagai gerakan bersama untuk membangun ketangguhan kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pelaku usaha, dunia pendidikan, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya. Pelibatan banyak pihak diharapkan membuat upaya pemulihan ekosistem pesisir tidak berhenti pada kegiatan penanaman atau rehabilitasi, tetapi dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Amehr Hakim yang hadir dalam peluncuran mengatakan program tersebut sejalan dengan arah kebijakan ekonomi biru Kementerian KKP.

“Ada lima pilar di dalamnya. Mulai memperluas kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur, budidaya berkelanjutan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta laut bebas dari sampah,” kata Amehr.

Lima pilar tersebut menjadi kerangka penting dalam pengelolaan sumber daya laut agar aktivitas ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan ekosistem. Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, misalnya, membutuhkan keseimbangan antara pemanfaatan ruang laut dan perlindungan habitat yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Amehr juga melihat program yang dikembangkan di Banyuwangi memiliki peluang untuk menjadi model yang dapat diperluas ke kawasan pesisir lainnya. Pengalaman Banyuwangi diharapkan tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat setempat, tetapi juga dapat direplikasi di wilayah lain.

“Kita harapkan selain Banyuwangi, bisa kita lebarkan lagi ke pesisir utara dan selatan Jawa Timur,” sambung dia.

Dalam peluncuran Coastal Resilience Initiatives, turut hadir Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran direksi PT BSI dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tokoh masyarakat Lampon, akademisi, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan pengelolaan wilayah laut secara berkelanjutan bukan hal baru bagi Banyuwangi. Pemerintah daerah telah mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber daya laut sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang berasal dari kawasan pesisir.

Mujiono juga menyinggung pengalaman Banyuwangi dalam forum ASEAN-ID Blue yang mempertemukan negara-negara ASEAN dan Pasifik untuk bertukar pengalaman mengenai pengembangan ekonomi biru. Pertemuan tersebut berlangsung di Banyuwangi pada pertengahan Juli 2026.

“Dengan kolaborasi banyak pihak, mulai perusahaan seperti PT BSI dan ditambah dukungan dari Kementerian KKP. Kami percaya kelestarian ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” kata Wabup.

Menurut Mujiono, kolaborasi menjadi faktor penting karena pengelolaan kawasan pesisir memiliki cakupan yang luas. Pemerintah membutuhkan dukungan sektor swasta, akademisi, masyarakat, serta lembaga terkait untuk memastikan program berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat langsung.

Sementara itu, Direktur Utama PT BSI Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan Coastal Resilience Initiatives diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun ketangguhan kawasan pesisir. Pendekatan yang digunakan menggabungkan konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Program tersebut memiliki enam inisiatif utama, yaitu:

Penanaman mangrove.
Pelestarian hutan pantai.
Transplantasi terumbu karang.
Pengembangan ekowisata.
Peningkatan pendapatan nelayan.
Penguatan kelembagaan nelayan agar lebih mandiri.

Enam agenda tersebut menunjukkan bahwa restorasi pesisir Banyuwangi tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem. Aspek sosial dan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dari program.

“Sehingga fokusnya bukan hanya pada peningkatan kualitas lingkungan, namun juga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir,” tegas Adi.

Dari sisi target ekologis, PT BSI menargetkan pemulihan lebih dari 60 hektare terumbu karang. Selain itu, perusahaan juga menargetkan rehabilitasi 200 hektare mangrove serta 17,5 hektare hutan pantai.

Target tersebut mencakup sejumlah ekosistem penting yang memiliki fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Mangrove, misalnya, berperan dalam melindungi garis pantai dan menjadi habitat berbagai biota. Sementara terumbu karang menjadi salah satu ekosistem penting bagi keberlangsungan sumber daya ikan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Langkah awal Coastal Resilience Initiatives telah dilakukan saat peluncuran di Pantai Lampon. Puluhan bibit cemara ditanam di kawasan bibir pantai sebagai bagian dari upaya memperkuat vegetasi pantai.

Program ini juga membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Jika dikelola secara tepat, kawasan pesisir yang direhabilitasi dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan fungsi ekologisnya.

Pada saat yang sama, peningkatan pendapatan nelayan dan penguatan kelembagaan menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga kawasan pesisir.

Melalui Coastal Resilience Initiatives, Banyuwangi kembali menempatkan ekonomi biru Banyuwangi sebagai bagian dari agenda pembangunan yang menghubungkan kelestarian lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat. Dengan garis pantai 175,8 kilometer, keberhasilan menjaga ekosistem laut akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir di masa mendatang.

Kolaborasi lintas sektor yang dibangun melalui program tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi pengelolaan pesisir dalam jangka panjang. Tidak hanya memulihkan terumbu karang, mangrove, dan hutan pantai, program ini juga diarahkan untuk menciptakan masyarakat pesisir yang semakin mandiri dan memiliki sumber penghidupan berkelanjutan.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersatu Jaga Dunia Maya, Banyuwangi Positive dan Polresta Mantapkan Strategi Perangi Hoaks

    Bersatu Jaga Dunia Maya, Banyuwangi Positive dan Polresta Mantapkan Strategi Perangi Hoaks

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Upaya menjaga dunia maya agar tetap sehat dan aman terus digencarkan oleh Komunitas Banyuwangi Positive bersama Polresta Banyuwangi. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., memberikan dukungan penuh kepada komunitas tersebut agar selalu menjadi penggerak utama pembentukan ruang informasi yang positif di Bumi Blambangan. Dukungan ini disampaikan saat menghadiri Media […]

  • Hari Lahir Pancasila 2026, Ketua DPRD Banyuwangi Serukan Penguatan Persatuan dan Nilai Kebangsaan

    Hari Lahir Pancasila 2026, Ketua DPRD Banyuwangi Serukan Penguatan Persatuan dan Nilai Kebangsaan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dimaknai Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai kebangsaan serta menanamkan semangat persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Ketua DPRD Banyuwangi mengajak seluruh masyarakat agar tidak sekadar memperingati Hari Lahir Pancasila secara simbolis, melainkan menjadikannya sebagai pedoman […]

  • Antusiasme ke Gandrung Sewu 2026 Luar Biasa

    Antusiasme ke Gandrung Sewu 2026 Luar Biasa

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Gandrung Sewu kembali menunjukkan besarnya kecintaan yang tinggi terhadap seni dan budaya Banyuwangi. Puluhan ribu masyarakat dari berbagai kota di Indonesia datang ke Pantai Marina Boom untuk menyaksikan pertunjukan kolosal yang menjadi salah satu kebanggaan daerah tersebut. Pemkab Banyuwangi menyampaikan terima kasih atas sambutan dan antusiasme luar biasa dari […]

  • Presiden Prabowo Pastikan Hadir di HPN 2026 Banten, Museum Siber SMSI Segera Dibangun

    Presiden Prabowo Pastikan Hadir di HPN 2026 Banten, Museum Siber SMSI Segera Dibangun

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten dipastikan menjadi momentum penting bagi dunia pers nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menjadwalkan kehadirannya dalam perhelatan akbar tersebut yang akan berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026. Kepastian ini mempertegas posisi HPN 2026 Banten sebagai agenda strategis pers dan kebudayaan […]

  • Aksi Run For Rivers Gabungkan Lari dan Bersih Sungai Demi Lingkungan

    Aksi Run For Rivers Gabungkan Lari dan Bersih Sungai Demi Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menanggulangi sampah plastik kembali diperkuat melalui dukungan terhadap gerakan Run For Rivers yang digagas Sungai Watch. Program ini menjadi langkah inovatif yang menggabungkan olahraga dan aksi nyata pelestarian lingkungan. Run For Rivers dimulai pada Sabtu, (04/04/2026), dari Bali dan direncanakan berakhir di Jakarta pada Mei 2026. Sepanjang perjalanan, […]

  • Harganas Ke-33, Kalapas Banyuwangi Ketuk Hati Warga Binaan untuk Tetap Jadi Figur Ayah yang Hebat

    Harganas Ke-33, Kalapas Banyuwangi Ketuk Hati Warga Binaan untuk Tetap Jadi Figur Ayah yang Hebat

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi berlangsung dengan khidmat sekaligus penuh keharuan. Mengambil tempat di Lapangan Blok Griya Blambangan, upacara peringatan yang diikuti oleh jajaran petugas dan perwakilan warga binaan ini menjadi momentum refleksi mendalam mengenai pentingnya ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman. Dalam upacara tersebut, […]

expand_less