Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen Dimulai Agustus 2026 dan Siap Pertahankan Green Card
- account_circle Prosiber
- calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan seluruh pemangku kepentingan di Banyuwangi telah mempersiapkan diri menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) yang akan berlangsung pada awal Agustus 2026. Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan Geopark Ijen mampu mempertahankan pengakuan internasional sebagai kawasan geopark dunia melalui pengelolaan yang berkelanjutan, Sabtu (25/07/2026).
Geopark Ijen dijadwalkan menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada 3–7 Agustus 2026. Tahapan tersebut merupakan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pengelolaan kawasan guna memastikan seluruh standar UNESCO tetap dipenuhi secara berkelanjutan.
Saat berdiskusi bersama pemerintah daerah dan pengelola Geopark Ijen di Pendopo Sabha Swagatha Banyuwangi, Menteri Pariwisata menegaskan target utama Indonesia dalam proses revalidasi adalah mempertahankan status green card sebagai simbol keberhasilan pengelolaan kawasan geopark.
“Target kita adalah mempertahankan predikat green card sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Menpar Widiyanti.
Menteri Pariwisata menjelaskan, Geopark Ijen resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 9 September 2023. Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 4.723 kilometer persegi yang membentang di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.
Kawasan geopark tersebut menyimpan kekayaan geologi, hayati, serta budaya yang menjadi daya tarik wisata kelas dunia, meliputi 21 geosite, 6 biosite, 10 culture site, serta 8 warisan budaya tak benda (intangible heritage). Salah satu ikon utamanya adalah fenomena blue fire yang langka di dunia serta danau kawah dengan tingkat keasaman tertinggi di dunia.
Menurut Menteri Pariwisata, revalidasi UNESCO bukan sekadar mempertahankan status internasional, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola destinasi wisata berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Untuk mendukung keberhasilan proses tersebut, Kementerian Pariwisata mendorong seluruh pemangku kepentingan meningkatkan koordinasi serta kolaborasi dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi asesor UNESCO. Penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas kawasan, hingga perluasan kemitraan menjadi fokus utama yang terus didampingi pemerintah hingga seluruh tahapan revalidasi selesai.
“Pengelolaan Kawah Ijen harus selalu mengedepankan aspek keselamatan wisatawan dan prinsip-prinsip pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menpar.
Selain kesiapan pengelolaan kawasan, Menteri Pariwisata juga menyoroti tren positif sektor pariwisata Jawa Timur yang turut didukung oleh daya tarik Geopark Ijen.
Sepanjang 2025, Provinsi Jawa Timur mencatat lebih dari 82,3 juta kunjungan wisatawan nusantara serta sekitar 521 ribu wisatawan mancanegara. Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi menerima sekitar 529 ribu kunjungan wisatawan nusantara dan sekitar 73 ribu wisatawan mancanegara pada periode yang sama.
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan, Menteri Pariwisata menilai peningkatan kualitas destinasi harus terus dilakukan agar pengalaman berwisata semakin baik. Penguatan amenitas, kebersihan, keamanan, kenyamanan, pengelolaan sampah, storytelling destinasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing pariwisata Banyuwangi.
“Pengalaman wisata yang berkualitas akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Menpar.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menteri Pariwisata juga meninjau kesiapan infrastruktur dan konektivitas kawasan wisata 4B (Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara–Bali Timur) di Pantai Marina Boom Banyuwangi. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pintu gerbang utama yang menghubungkan Banyuwangi dengan Pulau Bali.
Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Pengembangan Wilayah Bali yang diinisiasi Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 20 Juli 2026. Program tersebut diarahkan untuk mendorong pemerataan arus wisatawan di kawasan Bali dan sekitarnya melalui pengembangan jalur wisata baru.
Menteri Pariwisata menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata saat ini sedang menyempurnakan pola perjalanan wisata dari konsep 3B menjadi 4B dengan memasukkan Bali Timur sebagai bagian dari jaringan destinasi. Rute wisata tersebut dimulai dari Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, kemudian berlanjut ke KBS Park di Jembrana, kawasan Pemuteran, Lovina, Desa Wisata Les, hingga destinasi wisata selam unggulan Tulamben dan Amed di Bali Timur.
Menutup kunjungan kerja di Banyuwangi, Menteri Pariwisata mengunjungi Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang sebelumnya meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dan terpilih dalam UN Tourism Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025.
Menurut Menteri Pariwisata, capaian tersebut menjadi peluang besar bagi Desa Kemiren untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, inovasi, digitalisasi, keberlanjutan, serta daya saing sehingga mampu meraih predikat UN Tourism Best Tourism Villages pada masa mendatang.
“Atas capaian ini, saya mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Desa Adat Osing Kemiren. Prestasi ini adalah milik bersama dan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Banyuwangi maupun Jawa Timur, tetapi juga bagi Indonesia,” ucap Menpar.
Menteri Pariwisata menambahkan, Desa Kemiren telah menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan ekonomi masyarakat melalui pengembangan desa wisata. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Kabinet Merah Putih.
“Saya berharap masyarakat Desa Kemiren terus menjaga keaslian budaya Osing, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat UMKM lokal, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas promosi desa wisata sehingga semakin dikenal di tingkat dunia,” kata Menpar.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar