Dari Balik Lapas Banyuwangi, Panen Semangka 3 Ton Jadi Aksi Nyata Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial
- account_circle Prosiber
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu wujud nyatanya terlihat dalam kegiatan panen raya serentak yang digelar di berbagai wilayah Indonesia. Di Jawa Timur, kegiatan strategis ini dipusatkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi, Kamis, 15 Januari 2026.
Panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Jawa Timur yang turut menyaksikan hasil kerja produktif warga binaan.
Komoditas utama yang dipanen pada kesempatan tersebut adalah semangka. Dari lahan seluas sekitar 700 meter persegi, Lapas Banyuwangi berhasil menghasilkan sedikitnya 3 ton semangka berkualitas unggul. Hasil tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan optimal lahan SAE Paswangi yang secara keseluruhan memiliki luas mencapai 2,2 hektare.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Lahan SAE Paswangi yang digunakan merupakan lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang kini berkembang menjadi pusat pembinaan dan produktivitas warga binaan.
“Keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah dan para stakeholder terkait. SAE Paswangi kami manfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Wayan.
Selain sektor pertanian, pengelolaan SAE Paswangi juga mencakup kegiatan perikanan. Seluruh proses operasional dijalankan dengan melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembekalan keterampilan yang diharapkan dapat berguna setelah masa pidana berakhir.
“Warga binaan terlibat langsung dalam kegiatan pertanian dan perikanan di lahan SAE Pakis ini, tentunya dengan pendampingan, pengawasan dan bimbingan petugas,” ungkapnya.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, memberikan apresiasi atas sinergi antara Lapas Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kolaborasi tersebut dinilai berhasil menunjukkan bahwa pembinaan pemasyarakatan mampu melahirkan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kadiyono juga menegaskan bahwa hasil panen semangka tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan. Sebagian hasil penjualannya akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Pulau Sumatera.
“Hasil penjualan nantinya sebagian akan kami sumbangkan untuk korban bencana di Pulau Sumatera. Hal ini menjadi bukti bahwa pemasyarakatan hadir untuk membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas,” tegas Kadiyono.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyambut baik produktivitas yang ditunjukkan Lapas Banyuwangi melalui SAE Paswangi. Pemerintah daerah, menurut Mujiono, berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami siap mendukung program-program positif ini, khususnya dalam lingkup pembinaan. Bagaimanapun, sebagian besar penghuni Lapas Banyuwangi adalah warga kami, masyarakat asli Banyuwangi. Kami berharap, melalui edukasi di SAE ini, mereka memiliki bekal keterampilan yang mumpuni saat kembali ke masyarakat nanti,” pungkas Mujiono.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar