82 Mahasiswa PKK Turun ke Banyuwangi, Bupati Ipuk Minta Jadi Penggerak Solusi Kesehatan
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Sebanyak 82 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya resmi diterjunkan ke Banyuwangi untuk melaksanakan Praktik Kerja Komunitas (PKK). Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut langsung kedatangan para mahasiswa tersebut di Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Senin, (06/04/2026). Acara tersebut juga dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi.
Mahasiswa yang diterjunkan merupakan peserta dari Program Studi Sanitasi Diploma Tiga Jurusan Kesehatan Lingkungan semester enam. Mereka akan menjalani kegiatan PKK selama 20 hari, mulai 6 hingga 25 April 2026.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa akan melakukan identifikasi berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat, khususnya terkait sanitasi, air bersih, dan kondisi lingkungan.
“Terimakasih kepada Poltekkes Kemenkes yang sudah berkenan melakukan kegiatan PKK disini. Kami berharap kehadiran mahasiswa ini dapat berkontribusi dalam membantu mengatasi sebagian dari berbagai persoalan kesehatan di Banyuwangi,” ujar Ipuk Fiestiandani.
Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pengalaman praktik di lapangan akan memberikan tantangan berbeda dibandingkan teori di kelas. Hal ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dalam mencari solusi nyata.
Selain itu, bidang sanitasi yang dipelajari mahasiswa dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa masih ada 6,78 persen rumah tangga yang belum mendapatkan akses air minum layak. Sementara itu, akses sanitasi aman baru mencapai 10,30 persen.
Di tingkat Jawa Timur, kondisi tersebut juga masih menjadi perhatian karena belum seluruh rumah tangga memiliki sanitasi layak.
“Ini menjadi tantangan bersama. Kami berharap mahasiswa dapat membantu meningkatkan capaian sanitasi, air bersih, dan kesehatan lingkungan terutama di Banyuwangi,” ujar Ipuk Fiestiandani.
Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, menjelaskan bahwa kegiatan PKK difokuskan pada beberapa wilayah kerja puskesmas.
Lokasi kegiatan meliputi:
- Puskesmas Wonosobo di Kecamatan Srono
- Puskesmas Srono di Kecamatan Srono
- Puskesmas Tembokrejo di Kecamatan Muncar
“Tahun ini kami kirim 82 mahasiswa D3. Insyaallah tahun depan akan kita tambah dengan sarjana terapan sekitar 170 mahasiswa, dan kemungkinan diperluas ke beberapa kecamatan. Sehingga manfaatnya lebih besar untuk masyarakat Banyuwangi,” kata Luthfi Rusyadi.
Ke depan, Poltekkes Kemenkes Surabaya juga berencana membuka program studi di Banyuwangi guna mendekatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Kami melihat potensi untuk membuka prodi di Banyuwangi agar masyarakat yang berminat kuliah di kampus kami tidak harus jauh-jauh ke Surabaya,” ujar Luthfi Rusyadi.
Melalui kegiatan PKK ini, diharapkan terjadi kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar