Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemkab Banyuwangi Gandeng UGM Selamatkan Peninggalan Kerajaan Blambangan di Situs Macan Putih

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen menjaga jejak sejarah masa lampau dengan menggandeng sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan ekskavasi penyelamatan Situs Macan Putih di Kecamatan Kabat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam pelestarian peninggalan Kerajaan Blambangan yang pernah berjaya di ujung timur Pulau Jawa.

Situs Macan Putih dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Blambangan pada masa Prabu Tawang Alun II, sekitar tahun 1655 hingga 1691 Masehi. Seiring berjalannya waktu, sebagian besar kawasan situs berubah menjadi permukiman warga. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran hilangnya peninggalan bersejarah, sehingga pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret untuk menyelamatkannya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik inisiatif ekskavasi tersebut. Menurut Ipuk, pelestarian situs sejarah bukan hanya menjaga benda bersejarah, tetapi juga mempertahankan identitas masyarakat Banyuwangi. “Kami tidak hanya ingin melestarikan benda bersejarah, tetapi juga menjaga memori kolektif masyarakat Banyuwangi. Situs Macan Putih merupakan salah satu jejak penting kejayaan Blambangan yang harus dilestarikan,” kata Ipuk, Selasa, 4 November 2025.

Ipuk berharap kegiatan ini nantinya tidak sekadar menjadi penelitian arkeologis, namun juga bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif yang memperkaya pengalaman sejarah masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono atau Yayan, menjelaskan bahwa kegiatan ekskavasi akan difokuskan untuk mengidentifikasi ulang struktur bangunan kuno di kawasan situs. “Kami ingin melakukan peninjauan kembali terhadap struktur yang telah ditemukan di Situs Macan Putih, sekaligus menyiapkan langkah konservatif agar keberadaan situs ini tetap terjaga,” ungkap Yayan.

Hasil ekskavasi tersebut nantinya akan dituangkan dalam naskah akademik dan kajian budaya lengkap, termasuk rekomendasi dari ahli cagar budaya untuk pembatasan kawasan dan kemungkinan pemugaran situs. Yayan mengungkapkan bahwa kondisi situs saat ini cukup memprihatinkan karena sebagian strukturnya telah rusak atau hilang.

Ekskavasi terakhir dilakukan pada 2015 oleh tim arkeolog UGM di bawah pimpinan Dr. Sri Margana. Dari penggalian di 13 titik, ditemukan pondasi bangunan, tembok keliling istana, serta artefak berupa pecahan gerabah, keramik, dan tulang dari abad ke-17. “Saat ini kami menyiapkan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi situs-situs penting dan menentukan langkah konservasi agar Situs Macan Putih tetap terjaga,” ujar Sri Margana.

Selain ekskavasi lapangan, tim juga menelusuri arsip Belanda, toponimi, serta kesaksian masyarakat setempat untuk memperkuat rekonstruksi sejarah. Sri Margana berharap, situs ini bisa menjadi laboratorium sejarah sekaligus wisata edukatif. “Banyuwangi memiliki narasi sejarah panjang. Jika dapat direkonstruksi dan ditampilkan, akan menjadi daya tarik wisata budaya yang luar biasa,” tambahnya.

Tahap awal penelitian akan difokuskan pada kawasan inti Macan Putih sebelum dikembangkan ke situs lain di wilayah Banyuwangi. “Situs Macan Putih termasuk yang terancam secara konservasi, sehingga perlu segera dilindungi,” tutup Sri Margana.

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Opening Ijen Marching Festival III: Dentuman Musik, Semangat Generasi Muda Guncang Malam Kota Gandrung!

    Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Opening Ijen Marching Festival III: Dentuman Musik, Semangat Generasi Muda Guncang Malam Kota Gandrung!

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Sibernews – Banyuwangi, Gemuruh genderang dan dentuman musik marching band mengguncang jantung Kota Gandrung pada Sabtu malam (18/10/2025), saat Opening Ceremony & Night Street Parade Ijen Marching Festival III resmi dibuka di depan Kantor Bupati Banyuwangi. Acara megah ini diikuti oleh tim-tim marching band terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia, menandai kembalinya semangat kreativitas dan […]

  • Perkuat Ketahanan Air dan Pangan, Banyuwangi Genjot Reboisasi di Kawasan Konservasi

    Perkuat Ketahanan Air dan Pangan, Banyuwangi Genjot Reboisasi di Kawasan Konservasi

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan menanam 20 ribu pohon di wilayah hulu Pesanggaran. Langkah reboisasi ini digelar di areal HGU Kebun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menekan risiko bencana hidrometeorologi. Kegiatan penghijauan tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dan PTPN I Regional […]

  • Momen Spesial Bukber Kapolresta Banyuwangi Bersama Insan Pers, Perkuat Sinergi dan Kamtibmas photo_camera 5

    Momen Spesial Bukber Kapolresta Banyuwangi Bersama Insan Pers, Perkuat Sinergi dan Kamtibmas

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kebersamaan yang hangat dan penuh makna terasa kuat di Ballroom Hotel Kokoon Banyuwangi pada hari Selasa, (03/03/2026), sejak pukul 16.30 WIB hingga acara berakhir. Bukber Kapolresta Banyuwangi bersama insan pers menjadi agenda penting dalam membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian dan media. Kegiatan yang diinisiasi Polresta Banyuwangi ini tidak sekadar buka puasa bersama. […]

  • Waspadai Celah Korupsi di Balik Pembangunan Sekolah Rakyat

    Waspadai Celah Korupsi di Balik Pembangunan Sekolah Rakyat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

      Tulisan oleh : Joko Purnomo Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi Prosiber.com – Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat yang menyerap anggaran hingga ratusan miliar rupiah merupakan bagian dari upaya negara memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, besarnya nilai proyek justru membuka ruang yang tidak kecil bagi praktik korupsi—terutama jika pengawasan […]

  • DPRD Banyuwangi Dorong DLH Percepat Izin Pembangunan TPS 3R Desa Karetan, Diharapkan Jadi Solusi Sampah Regional

    DPRD Banyuwangi Dorong DLH Percepat Izin Pembangunan TPS 3R Desa Karetan, Diharapkan Jadi Solusi Sampah Regional

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuwangi terus berupaya mendorong percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R atau Reduce, Reuse, Recycle di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Langkah ini diambil untuk mengatasi permasalahan penumpukan sampah dan mendukung program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah selatan Banyuwangi. Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, menyampaikan dukungan penuh terhadap […]

  • Menjaga Ketahanan Pangan: Manfaat Nyata dan Tantangan Pengawasan di Tingkat Akar Rumput

    Menjaga Ketahanan Pangan: Manfaat Nyata dan Tantangan Pengawasan di Tingkat Akar Rumput

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Tulisan oleh : Joko Purnomo Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi Prosiber.com – Program ketahanan pangan merupakan salah satu agenda strategis nasional yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, dan ketidakpastian ekonomi, ketahanan pangan bukan sekadar isu pertanian, melainkan fondasi bagi stabilitas sosial dan […]

expand_less