Breaking News
light_mode

Dana Pusat Dipangkas Rp660 Miliar, DPRD Banyuwangi Minta Eksekutif Gas Pendapatan Daerah Tahun 2026

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Komisi III DPRD Banyuwangi menekan pemerintah daerah agar lebih kreatif dan agresif dalam meningkatkan pendapatan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Desakan itu muncul karena adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp660 miliar yang akan berlaku pada tahun anggaran mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi, Febri Prima Sanjaya, menjelaskan bahwa pemangkasan tersebut menjadi sinyal penting bagi daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal. Menurut Febri, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan yang sah agar program pembangunan tetap berjalan dan tidak tergantung sepenuhnya pada bantuan pusat.

“Kita meminta eksekutif untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencari sumber pendapatan baru yang sah, bukan dengan menambah beban pungutan yang tidak perlu, demi mewujudkan kemandirian daerah dan pembangunan yang merata,” ujar Febri pada Jumat, 7 November 2025.

Sebagai langkah konkret, Febri mengungkapkan bahwa Komisi III mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memperluas basis pajak. Potensi besar, lanjutnya, dapat digali dari aktivitas pertambangan dan pengelolaan aset daerah yang belum termanfaatkan secara maksimal.

“Pengelolaan aset daerah yang dilakukan secara efektif dan efisien akan memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap penerimaan daerah,” kata Febri menegaskan.

Selain fokus pada peningkatan pendapatan, Febri juga meminta pemerintah daerah untuk menata sisi belanja agar lebih tepat sasaran. Ia menilai bahwa APBD 2026 harus difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang berdampak langsung pada ekonomi rakyat.

“Kita berharap ada evaluasi terhadap belanja yang kurang prioritas dan kurang berdampak langsung kepada masyarakat,” tambahnya.

Hasil evaluasi Komisi III DPRD Banyuwangi hingga Kamis, 31 Oktober 2025, menunjukkan realisasi Pendapatan Daerah telah mencapai 83,67 persen. Dari jumlah itu, Pendapatan Transfer tercatat sebesar 82,47 persen, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 84,42 persen. Dana Alokasi Umum (DAU) berada di angka 82,32 persen, dengan penerimaan PAD yang bahkan melebihi target, yakni sebesar 134,8 persen. Adapun posisi kas giro dan deposito daerah mencapai Rp396.042.132.665.

Untuk realisasi belanja daerah, laporan menunjukkan angka 64,61 persen. Rinciannya terdiri dari belanja pegawai, barang dan jasa, subsidi, hibah, serta bantuan sosial sebesar 66,07 persen. Sementara itu, belanja modal baru terealisasi 46,87 persen, dan belanja tidak terduga telah mencapai 78,94 persen.

Komisi III menilai kondisi tersebut menjadi alarm penting agar pemerintah daerah mampu menyeimbangkan antara pendapatan dan belanja dengan kebijakan yang inovatif dan berpihak pada rakyat.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Makan Bergizi Gratis: Antara Niat Baik dan Tanggung Jawab Pelaksana

    Program Makan Bergizi Gratis: Antara Niat Baik dan Tanggung Jawab Pelaksana

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Tulisan oleh : Joko Purnomo Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi Prosiber.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menyasar anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui agar memperoleh asupan gizi yang layak sejak dini. Tujuan utama MBG […]

  • PLTS Banyuwangi Berkapasitas 130,2 MWp Masuk Proyek Energi Surya 100 GW Presiden Prabowo

    PLTS Banyuwangi Berkapasitas 130,2 MWp Masuk Proyek Energi Surya 100 GW Presiden Prabowo

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Pembangunan PLTS Banyuwangi berkapasitas 130,2 Megawatt peak (MWp) resmi menjadi bagian dari proyek pembangkit listrik tenaga surya nasional berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Proyek yang tersebar di 15 titik tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memperkuat pasokan listrik dan pengembangan energi baru terbarukan, dengan target penyelesaian dalam tiga tahun. […]

  • Sampah Sungai Kalimati Muncar Kembali Menumpuk, Pemkab Banyuwangi Siapkan Normalisasi dan Solusi Berbasis Warga

    Sampah Sungai Kalimati Muncar Kembali Menumpuk, Pemkab Banyuwangi Siapkan Normalisasi dan Solusi Berbasis Warga

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Persoalan sampah Sungai Kalimati di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, kembali menjadi perhatian pemerintah daerah setelah tumpukan sampah muncul lagi meskipun sebelumnya telah dibersihkan melalui aksi gotong royong. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Banyuwangi mencari solusi berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, organisasi lingkungan, dan sejumlah instansi terkait. Upaya […]

  • DPRD Banyuwangi Dorong Kesejahteraan Petugas Pengambil Sampah, Minta Diangkat Jadi THL

    DPRD Banyuwangi Dorong Kesejahteraan Petugas Pengambil Sampah, Minta Diangkat Jadi THL

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – DPRD Banyuwangi mendorong Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan petugas pengambil sampah yang selama ini berperan penting menjaga kebersihan lingkungan. Usulan tersebut diharapkan dapat diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 melalui pemberian insentif maupun pengangkatan petugas menjadi Tenaga Harian Lepas (THL). Senin, (20/07/2026). Usulan tersebut […]

  • Menjaga Ketahanan Pangan: Manfaat Nyata dan Tantangan Pengawasan di Tingkat Akar Rumput

    Menjaga Ketahanan Pangan: Manfaat Nyata dan Tantangan Pengawasan di Tingkat Akar Rumput

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Tulisan oleh : Joko Purnomo Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi Prosiber.com – Program ketahanan pangan merupakan salah satu agenda strategis nasional yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, dan ketidakpastian ekonomi, ketahanan pangan bukan sekadar isu pertanian, melainkan fondasi bagi stabilitas sosial dan […]

  • Arah Pembangunan Banyuwangi 2027 Dibahas di Musrenbangcam, Bupati Ipuk Tekankan SDM Unggul dan Pariwisata Berkelanjutan

    Arah Pembangunan Banyuwangi 2027 Dibahas di Musrenbangcam, Bupati Ipuk Tekankan SDM Unggul dan Pariwisata Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat kecamatan atau Musrenbangcam RKPD 2027 Banyuwangi resmi digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Aula Rempeg Jogopati pada Rabu (28/01/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah tahun 2027. Musrenbangcam berfungsi sebagai wadah penyampaian aspirasi pembangunan dari desa dan kelurahan yang dikompilasi di tingkat kecamatan. Forum ini […]

expand_less