Breaking News
light_mode

Ritual Barong Ider Bumi di Desa Kemiren Banyuwangi Penuh Makna Spiritual, Sejarah Panjang, dan Daya Tarik Wisata Budaya

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Tradisi Barong Ider Bumi Kemiren kembali digelar dengan penuh khidmat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Ribuan warga dan wisatawan memadati lokasi pada Minggu, (22/03/2026), bertepatan dengan hari kedua Lebaran.

Perayaan ini menjadi salah satu ritual budaya paling dinanti oleh masyarakat setempat maupun pengunjung dari luar daerah. Nuansa sakral berpadu dengan kemeriahan terlihat dari iringan gamelan dan warna-warni kostum adat yang menghiasi acara.

Sejak pagi hari, suasana desa sudah dipenuhi antusiasme masyarakat. Jalanan utama dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan langsung jalannya ritual Barong Ider Bumi Kemiren.

Bagi masyarakat suku Osing, tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk kepercayaan yang telah mengakar kuat selama ratusan tahun. Ritual ini diyakini mampu menangkal berbagai bencana dan membawa keselamatan bagi desa.

Suhaimi sebagai tokoh adat Desa Kemiren menjelaskan asal-usul tradisi ini yang berawal dari masa sulit pada abad ke-19.

“Kemudian muncul masa paceklik yang sangat panjang. Sesepuh desa saat itu meminta saran kepada Mbah Buyut Cili yang dipercaya sebagai leluhur kami. Pencerahan datang melalui mimpi, di mana warga diminta mengarak Barong berkeliling kampung untuk mengusir kemalangan,” ungkap Suhaimi.

Menurut penuturan tersebut, desa pernah mengalami wabah penyakit mematikan serta gagal panen akibat serangan hama. Kondisi itu membuat masyarakat mencari jalan spiritual untuk mengatasi musibah.

Dari situlah muncul tradisi mengarak Barong sebagai simbol kekuatan pelindung. Sosok Barong dipercaya memiliki energi magis untuk mengusir segala bentuk marabahaya.

Sebelum prosesi dimulai, dilakukan ritual doa di petilasan Buyut Cili. Hal ini menjadi bagian penting sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang dipercaya memberikan petunjuk.

Hartono selaku Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan tradisi ini.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah bergotong royong menyukseskan event ini. Acara ini terselenggara setiap tahun dan terbukti selalu sukses menarik minat wisatawan luar daerah untuk datang ke Banyuwangi,” ujar Hartono.

Tradisi Barong Ider Bumi Kemiren kini telah menjadi bagian dari Banyuwangi Attraction 2026. Hal ini menegaskan bahwa ritual ini tidak hanya penting secara budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui sektor pariwisata.

Arak-arakan Barong menjadi inti acara yang paling ditunggu. Prosesi ini menempuh jarak sekitar 2 kilometer dari sisi timur hingga barat desa.

Sepanjang perjalanan, dilakukan tradisi sembur uthik-uthik. Tokoh adat menebarkan sekitar 999 koin logam yang dicampur dengan beras kuning dan bunga.

Tradisi ini mengandung makna simbolis sebagai upaya membuang sial. Warga yang hadir berlomba-lomba mendapatkan koin tersebut karena diyakini membawa keberuntungan.

Setelah rangkaian arak-arakan selesai, acara dilanjutkan dengan selamatan kampung. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk rasa syukur.

Hidangan utama dalam acara ini adalah Tumpeng Pecel Pitik. Kuliner khas Banyuwangi ini selalu hadir dalam setiap perayaan adat di Desa Kemiren.

Pecel Pitik dibuat dari ayam kampung muda yang dipanggang menggunakan kayu bakar. Daging ayam kemudian disuwir dan dicampur dengan bumbu kelapa muda yang kaya rempah.

Aroma khas dari campuran cabai rawit, terasi, dan daun jeruk menjadi ciri utama hidangan ini. Selain sebagai santapan, Pecel Pitik juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat.

Tradisi Barong Ider Bumi Kemiren membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal mampu bertahan di tengah modernisasi. Ritual ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas budaya Banyuwangi di mata dunia.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Ipuk Minta Sekolah Aktif Cegah Anak Putus Sekolah Rotasi 42 Kepala SMP

    Bupati Ipuk Minta Sekolah Aktif Cegah Anak Putus Sekolah Rotasi 42 Kepala SMP

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan Surat Keputusan Mutasi 42 kepala sekolah SMP di Ruang Rempeg Jagapati, Rabu (8/7/2026). Dalam kesempatan itu, Ipuk menginstruksikan para kepala sekolah untuk berperan aktif dalam penanganan permasalahan pendidikan utamanya anak putus sekolah. “Kepala sekolah harus peka terhadap kondisi di sekitarnya. Misalnya, jika ada anak yang berpotensi putus sekolah, […]

  • Madrasah Banyuwangi Buktikan Kualitas, Sapu Bersih Juara Liga Puisi Radar 2025

    Madrasah Banyuwangi Buktikan Kualitas, Sapu Bersih Juara Liga Puisi Radar 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Festival sastra terbesar di Banyuwangi, Liga Puisi Jawa Pos Radar Banyuwangi 2025, kembali menjadi ajang pembuktian para insan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Tahun ini, para guru dan siswa madrasah berhasil menorehkan sejarah baru dengan mendominasi podium juara di hampir semua kategori lomba. Di tingkat MI/SD, empat dari lima finalis merupakan […]

  • Kemenko Pangan Tunjuk Banyuwangi Percontohan Monitoring Pangan Nasional

    Kemenko Pangan Tunjuk Banyuwangi Percontohan Monitoring Pangan Nasional

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kementrian Koordinator Pangan menunjuk Kabupaten Banyuwangi untuk menjadi model monitoring pangan nasional. Banyuwangi diminta mengembangkan dashboard komoditi beras (dashboard rice journey) yang akan menjadi decision support system (DSS) bagi pengambil kebijakan. Hal ini disampaikan Staf Ahli Menko Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan Sugeng Santoso saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati […]

  • Bapemperda DPRD Banyuwangi Inventarisasi 25 Raperda untuk Propemperda 2027, Hanya Satu Usulan Inisiatif Dewan

    Bapemperda DPRD Banyuwangi Inventarisasi 25 Raperda untuk Propemperda 2027, Hanya Satu Usulan Inisiatif Dewan

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Banyuwangi mulai menginventarisasi usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sebagai langkah awal penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2027. Dalam tahap awal tersebut, Bapemperda telah mendata sebanyak 25 judul Raperda yang berasal dari usulan eksekutif, inisiatif DPRD, serta rancangan yang belum sempat dibahas dalam Propemperda 2026. […]

  • Warga Banyuwangi Mulai Ajukan Sanggah di Program Bansos Digital, Ini Cara dan Prosesnya

    Warga Banyuwangi Mulai Ajukan Sanggah di Program Bansos Digital, Ini Cara dan Prosesnya

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Uji coba program bansos digital Banyuwangi kini memasuki tahap masa sanggah setelah hasil seleksi penerima bantuan sosial diumumkan kepada masyarakat. Melalui tahap ini, warga yang sebelumnya dinyatakan tidak layak sebagai penerima bantuan sosial diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan jika merasa hasil seleksi belum sesuai dengan kondisi riil yang dialami di lapangan. Hasil seleksi […]

  • Wacana Penjualan Saham Tambang Emas Pemkab Banyuwangi, DPRD Minta Kajian Mendalam Sebelum Dilepas

    Wacana Penjualan Saham Tambang Emas Pemkab Banyuwangi, DPRD Minta Kajian Mendalam Sebelum Dilepas

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Wacana penjualan saham tambang emas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di Gunung Tumpangpitu kembali mencuat. Isu tersebut turut menyeret rencana pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD) yang dikabarkan akan bersumber dari hasil penjualan saham tersebut. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi menegaskan bahwa keputusan semacam itu tidak boleh diambil tergesa-gesa tanpa melalui kajian […]

expand_less