Aksi Run For Rivers Gabungkan Lari dan Bersih Sungai Demi Lingkungan
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menanggulangi sampah plastik kembali diperkuat melalui dukungan terhadap gerakan Run For Rivers yang digagas Sungai Watch. Program ini menjadi langkah inovatif yang menggabungkan olahraga dan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Run For Rivers dimulai pada Sabtu, (04/04/2026), dari Bali dan direncanakan berakhir di Jakarta pada Mei 2026. Sepanjang perjalanan, tim Sungai Watch melakukan aksi bersih sungai sekaligus pemetaan wilayah yang berpotensi menjadi sumber pencemaran.
Sungai Watch sendiri merupakan organisasi non-pemerintah yang berfokus pada penanganan sampah sungai dan laut. Sejak tahun 2021, organisasi ini telah menjalin kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi dalam berbagai program pengelolaan sampah.
Saat melintasi Banyuwangi, aksi Run For Rivers dipusatkan di Kecamatan Kalipuro dan Wongsorejo. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat yang turut berpartisipasi dalam membersihkan sungai.
“Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dilalui pada gerakan lari “Run For Rivers” ini. Kami berterima kasih atas kerjasama yang terjalin selama ini, dan dalam gerakan ini Sungai Watch juga melakukan aksi bersih-bersih sungai bersama elemen masyarakat,” kata Ipuk Fiestiandani.
Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai.
Hingga tahun 2025, Sungai Watch telah mencatat berbagai capaian di Banyuwangi, antara lain pemasangan 80 barrier serta pengangkutan sekitar 1.000 ton sampah plastik dari sungai.
Selain itu, Sungai Watch juga membangun fasilitas pengolahan sampah di beberapa wilayah, yaitu:
- Giri
- Rogojampi
- Bangorejo
Fasilitas tersebut digunakan untuk memilah dan mencacah sampah plastik agar dapat dikelola dengan lebih baik. Edukasi kepada pelajar juga menjadi bagian dari program ini guna menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi Sungai Watch yang selama ini telah membantu Banyuwangi dalam penanganan sampah di daerah,” ujar Ipuk Fiestiandani.
Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan pencemaran di sepanjang rute perjalanan.
“Kita juga akan bertemu dengan stakeholder di rute yang kami lalui untuk membahas kemungkinan lebih lanjut tentang permasalahan sampah di wilayahnya, seperti apakah ada solusi yang bisa di scale up,” ujar Gary Bencheghib.
Hasil pemetaan tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi penanganan sampah yang lebih efektif di masa mendatang.
Setelah menyelesaikan perjalanan hingga Jakarta, tim Sungai Watch akan menyampaikan laporan kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi kebijakan.
“Setelah sampai di Jakarta kami juga akan bertemu dengan pusat melaporkan hasil pemetaan kami untuk memberikan masukan penanganan sampah,” pungkas Gary Bencheghib.
Melalui gerakan Run For Rivers, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sungai. Aksi ini menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar