Bersatu Jaga Dunia Maya, Banyuwangi Positive dan Polresta Mantapkan Strategi Perangi Hoaks
- account_circle Prosiber
- calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Upaya menjaga dunia maya agar tetap sehat dan aman terus digencarkan oleh Komunitas Banyuwangi Positive bersama Polresta Banyuwangi. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., memberikan dukungan penuh kepada komunitas tersebut agar selalu menjadi penggerak utama pembentukan ruang informasi yang positif di Bumi Blambangan. Dukungan ini disampaikan saat menghadiri Media Gathering Banyuwangi Positive yang digelar di Raka Cafe & Resto, Purwoharjo, Sabtu (29/11/2025). Sabtu, 29 November 2025.
Pada forum itu, Kombes Pol Rama Samtama Putra sangat menekankan pentingnya menjaga arus informasi di dunia maya. Menurut Kombes Pol Rama, tantangan terbesar saat ini adalah fenomena pascakebenaran yang muncul sejak 2016 dan terus berkembang hingga kini. Kombes Pol Rama menegaskan dalam kutipan langsung, “Menjaga kondusivitas media itu penting di era digital, karena kita ketahui bersama sejak 2016 muncul fenomena pascakebenaran atau post truth.”
Komunitas Banyuwangi Positive dikenal sebagai komunitas perintis yang sukses memadukan jurnalis profesional dengan pegiat media sosial. Para jurnalis dari IJTI dan PWI bekerja bersama para pegiat Banyuwangi Social Media Network (BSMN) untuk menyebarkan informasi positif. Kolaborasi lintas sektor ini juga melibatkan pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, pengusaha, BUMN, dan pelaku investasi.
Kombes Pol Rama menjelaskan bahwa dunia maya kini menjadi ruang yang rawan manipulasi. Fenomena pascakebenaran membuat opini publik lebih mudah dibentuk tanpa dasar fakta. Kombes Pol Rama menjelaskan lebih lanjut, “Bahkan, di era digital opini publik dibentuk tanpa didasari fakta dan ada kecenderungan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menambah konten sebagai upaya mempengaruhi persepsi masyarakat.” Pernyataan ini mempertegas bahwa penyebaran hoaks kini semakin canggih dan terstruktur.
Apresiasi mendalam diberikan Kombes Pol Rama kepada Banyuwangi Positive yang dinilai mampu menjaga kualitas informasi di dunia maya. Kombes Pol Rama berkata, “Saya mengapresiasi kegiatan tersebut, karena semua pihak semakin dewasa dalam bermedia, dan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam membangun media yang positif.” Menurutnya, kualitas informasi yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan digital yang nyaman, tetapi juga mendukung stabilitas daerah.
Pentingnya menghadirkan informasi yang jernih juga berkaitan langsung dengan iklim investasi. Banyuwangi merupakan salah satu daerah favorit investor, terbukti dengan beroperasinya PT Inka, Pabrik Gula Glenmore, serta tambang emas PT BSI. Untuk itu, Kombes Pol Rama meminta seluruh masyarakat menjaga dunia maya agar tetap sehat demi keberlanjutan ekonomi daerah.
Kombes Pol Rama menambahkan pesan khusus, “Dan sebaliknya, apabila ada konten negatif dan informasi tidak benar atau hoaks. Kami berharap Komunitas Banyuwangi Positive untuk tetap komitmen menghadirkan narasi positif.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa perlawanan terhadap hoaks harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan Media Gathering Banyuwangi Positive berlangsung berkat dukungan Pemkab Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, dan berbagai lembaga lainnya. PT BSI juga hadir memberikan paparan mengenai peran perusahaan dalam menjaga keseimbangan sosial melalui program PPM. Manager External Affair PT BSI, Iwa Muliawan, menyampaikan bahwa program tersebut fokus meningkatkan kualitas hidup masyarakat ring satu Pesanggaran. Dalam kesempatan itu, Iwa menyinggung isu penambangan ilegal di sekitar area pengembangan tambang meski PT BSI telah mengantongi izin resmi.
Penjelasan Iwa kemudian diperjelas oleh Wahyu Dwi Hadmojo selaku ADM Banyuwangi Selatan. Wahyu menyampaikan bahwa wilayah yang semula dikelola Perhutani kini resmi berada di bawah pengelolaan PT BSI setelah terbitnya SK Menteri Kehutanan. Wahyu mengatakan, “Setelah diterbitkannya SK dari Menteri Kehutanan, pengelolaan sudah bukan lagi dibawah Perhutani, tapi kini pengelolaan PT BSI.”
Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para narasumber serta kuis berhadiah door prize yang membuat suasana semakin meriah. Sinergi ini membuktikan bahwa Banyuwangi tidak hanya menjaga dunia maya tetap bersih, tetapi juga membangun masa depan digital yang lebih aman dan terpercaya.***
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar