KMP Trisila Bhakti III Memperkuat Lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan Kapasitas 2.400 GRT dan 30 ABK asal Banyuwangi
- account_circle Prosiber
- calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Layanan penyeberangan Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Bali kembali mendapat tambahan armada baru. KMP Trisila Bhakti III resmi menjalani pelayaran perdana di lintasan tersebut pada Jumat, 25 September 2026.
Kapal feri milik PT Trisila Laut tersebut memiliki kapasitas 2.400 GRT (Gross Register Tonnage). Kehadiran KMP Trisila Bhakti III diharapkan dapat menambah kapasitas layanan sekaligus mendukung kelancaran arus penyeberangan, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan.
Direktur Utama PT Trisila Laut, Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setyo Warsongko mengatakan kapal tersebut didatangkan langsung dari Tiongkok pada 3 Mei 2026.
Sebelum beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk, KMP Trisila Bhakti III sempat bersandar di Dermaga Marina Boom Banyuwangi selama hampir lima bulan. Masa tersebut digunakan untuk menjalani berbagai persiapan operasional.
“Setelah semua dokumen lengkap, akhirnya hari ini memulai operasi perdananya untuk melayani penumpang di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” kata Tarto.
KMP Trisila Bhakti III Jalani Persiapan Selama Hampir Lima Bulan
Selama berada di Banyuwangi, pihak PT Trisila Laut melakukan sejumlah persiapan sebelum kapal resmi melayani penumpang.
Tahapan tersebut meliputi pelatihan kru kapal, pemenuhan 26 dokumen pelayaran, hingga pengurusan spesifikasi khusus dari Badan Klasifikasi Indonesia (BKI).
Tarto menjelaskan KMP Trisila Bhakti III merupakan kapal jenis RORO (Roll-On/Roll-Off) yang dibeli dalam kondisi baru dengan usia kapal nol tahun.
Kapal tersebut memiliki kapasitas 2.400 GRT dan mampu mengangkut hingga 65 unit mobil kecil.
“Harganya (kapal) itu Rp63,5 miliar. Karena masih baru, kita batasi untuk kendaraan logistik antara 5 unit truk tronton besar, serta 3 unit bus,” ucapnya.
Pengadaan Kapal Menyesuaikan Kebutuhan Lintasan
Menurut Tarto, pengadaan KMP Trisila Bhakti III merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan layanan penyeberangan.
Selain itu, pengadaan kapal juga berkaitan dengan rencana regulasi pemerintah mengenai ukuran kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
“Nanti kapal-kapal penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk ini diarahkan harus di atas 1.500 ton. Kapal kami sebelumnya berukuran 400 ton dan 600 ton, sehingga kita melakukan pengadaan kapal baru buatan Tiongkok ini dengan bobot mencapai 2.400 GRT,” ucapnya.
Dengan kapasitas tersebut, kapal baru ini diharapkan dapat memperkuat layanan penyeberangan yang menghubungkan Banyuwangi dengan Bali.
Fasilitas Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang
Selain memiliki kapasitas angkut yang lebih besar, KMP Trisila Bhakti III juga dilengkapi sejumlah fasilitas keselamatan dan kenyamanan bagi penumpang.
Fasilitas tersebut antara lain Life Saving Appliances, Fire Fighting Appliances, ruang VIP ber-AC, ruang khusus menyusui atau nursery room, ruang medis/P3K, musala, kantin hingga area khusus merokok.
“Karena lintasan Ketapang-Gilimanuk ini jarak pendek sekitar 30 sampai 40 menit, fasilitas keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama kami. Visi kami adalah aman dan nyaman,” tegas mantan perwira tinggi TNI AL tersebut.
30 ABK KMP Trisila Bhakti III Berasal dari Banyuwangi
Pengoperasian kapal baru tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Tarto menyebut seluruh Anak Buah Kapal (ABK) yang bertugas di KMP Trisila Bhakti III merupakan warga Banyuwangi.
“Untuk operasional kapal ini ada 30 orang ABK, dan semuanya 100 persen anak daerah asli Banyuwangi. Kami mengedepankan pelaut-pelaut lokal yang sudah sangat paham karakter dan kondisi perairan Selat Bali, sekaligus untuk mendukung peningkatan perekonomian warga lokal,” sambungnya.
Para ABK juga mendapat pelatihan pelayanan kepada penumpang melalui konsep 4S, yakni Senyum, Sapa, Salam dan Simpatik.
Selain pelayanan, para kru juga memperoleh pembekalan bahasa asing dasar. Pembekalan tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan kepada wisatawan mancanegara yang menggunakan jasa penyeberangan menuju Bali.
Total 57 Kapal Tersedia di Ketapang-Gilimanuk
Sementara itu, GM ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menyambut positif bertambahnya armada di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Menurut Media, kapal dengan ukuran besar dibutuhkan untuk mendukung efektivitas pelayanan di lintasan tersebut.
“Kapal yang baru masuk ini bobotnya 2.000 GRT, artinya memang kapal-kapal seperti itu yang dibutuhkan. Sehingga mempercepat masuk muatan kendaraan ke dalam kapal,” tutur dia.
Dengan tambahan KMP Trisila Bhakti III, total kapal yang tersedia di lintasan Ketapang-Gilimanuk saat ini mencapai 57 kapal.
Dari jumlah tersebut, sekitar 23 kapal beroperasi setiap harinya. Tambahan kapal perbantuan dan masuknya KMP Trisila Bhakti III kemudian menambah jumlah kapal yang dapat beroperasi.
“Terus ketambahan kapal perbantuan (4), dan kapal ini (KMP Trisila Bhakti III), sehingga 28 (yang beroperasi). Nantinya kapal ini diperlukan untuk perbantuan pada saat kondisi padat, disatu sisi bisa menjadi tambahan TBB (tiba bongkar berangkat,” kata Media.
Dengan demikian, kehadiran KMP Trisila Bhakti III tidak hanya menambah jumlah armada, tetapi juga dipersiapkan untuk membantu pelayanan ketika kondisi lintasan Ketapang-Gilimanuk mengalami kepadatan.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar