KAI Logistik Uji Coba Kereta Angkut Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – KAI Logistik (Kalog) mulai menguji coba layanan kereta api untuk mengangkut hasil pertanian dari Banyuwangi menuju Jakarta. Pada pengiriman perdana, buah naga menjadi komoditas utama yang dibawa dari Stasiun Argopuro menuju Jakarta Gudang, Senin (28/09/2026).
Kereta diberangkatkan dari Stasiun Argopuro pada pukul 08.00 WIB dengan membawa 10 gerbong. Rangkaian tersebut dijadwalkan menempuh perjalanan menuju Jakarta dan diperkirakan tiba pada Selasa siang (29/09/2026).
Uji coba angkutan hasil pertanian Banyuwangi-Jakarta tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan logistik berbasis kereta api untuk mendukung distribusi komoditas dari wilayah sentra produksi di Jawa Timur. Pada tahap awal, komoditas buah-buahan hasil pertanian Banyuwangi mendominasi muatan, terutama buah naga.
Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk mengangkut komoditas pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.
Pengiriman perdana sebenarnya juga direncanakan membawa sapi. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena terdapat kendala pada penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang berdampak terhadap keterlambatan kedatangan sapi dari Sumbawa dan Bali.
“Jadi pada pengiriman perdana ini, muatan didominasi oleh produk buah naga asal Banyuwangi,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI Logistik bersama PT KAI dan mitra untuk memperkuat sistem logistik berbasis kereta api. Penggunaan kereta api diharapkan dapat menjadi pilihan distribusi bagi komoditas pertanian dan peternakan sekaligus membangun sistem pengiriman yang lebih terintegrasi.
“Harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional,” imbuhnya.
KAI Logistik menargetkan layanan angkutan barang tersebut dapat beroperasi secara reguler setiap hari mulai November 2026. Untuk mendukung target tersebut, perseroan saat ini tengah menyelesaikan penyiapan infrastruktur area muat atau loading zone di empat stasiun strategis.
Empat stasiun yang disiapkan untuk mendukung layanan tersebut meliputi:
- Stasiun Argopuro, Banyuwangi
- Stasiun Kalisetail, Banyuwangi
- Stasiun Rambipuji, Jember
- Stasiun Probolinggo
Apabila layanan telah beroperasi secara penuh, setiap rangkaian kereta direncanakan mampu membawa hingga 20 gerbong kontainer. Dengan kapasitas tersebut, angkutan hasil pertanian Banyuwangi-Jakarta diperkirakan dapat mengangkut sekitar 550 ton komoditas dalam satu perjalanan.
Kapasitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi produk pertanian. Dalam skema yang dirancang KAI Logistik, sekitar 75 ekor sapi dapat diangkut menggunakan tiga gerbong, sedangkan gerbong lainnya digunakan untuk membawa hasil pertanian.
Pengembangan layanan tersebut sekaligus membuka peluang distribusi komoditas Banyuwangi menuju pasar yang lebih luas. Penggunaan kereta api memungkinkan pengiriman dalam jumlah besar dilakukan melalui jalur darat dengan sistem angkutan yang terjadwal.
Untuk meningkatkan efisiensi perjalanan, KAI Logistik juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi. Skema tersebut dirancang agar perjalanan kereta tidak hanya mengangkut komoditas dari Banyuwangi ke Jakarta, tetapi juga dapat membawa kebutuhan logistik dari arah sebaliknya.
Dalam pengoperasian layanan tersebut, KAI Logistik bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang.
“Kami bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang. Selain pengiriman dari Banyuwangi ke Jakarta, kami juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi. Komoditas balik yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, hingga pasokan logistik lainnya,” tambah Rizal.
Skema muatan balik tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan utilisasi rangkaian kereta. Komoditas seperti pakan ternak, pupuk, dedak, dan pasokan logistik lainnya dapat menjadi bagian dari arus distribusi dua arah antara Banyuwangi dan Jakarta.
Uji coba perdana juga menjadi tahap evaluasi bagi KAI Logistik, PT KAI, dan seluruh mitra sebelum layanan diterapkan secara reguler. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kesiapan layanan dari sisi hulu hingga hilir.
Sejumlah aspek yang menjadi bahan evaluasi meliputi operasional, teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, hingga kesiapan pelayanan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk penyempurnaan layanan sebelum target pengoperasian reguler setiap hari pada November 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik uji coba layanan angkutan tersebut. Menurut Ipuk, kehadiran jalur distribusi menggunakan kereta api dapat memberikan pilihan tambahan bagi pengiriman hasil pertanian Banyuwangi.
“Dengan layanan ini, distribusi hasil pertanian Banyuwangi diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang terintegrasi,” kata Ipuk.
Uji coba kereta angkutan hasil pertanian Banyuwangi-Jakarta tersebut sekaligus memperlihatkan potensi pengembangan konektivitas logistik dari daerah sentra produksi menuju pusat pasar. Buah naga yang menjadi muatan perdana menjadi salah satu komoditas Banyuwangi yang berpeluang mendapatkan akses distribusi melalui layanan tersebut.
Jika target pengoperasian reguler dapat direalisasikan mulai November 2026, layanan ini akan memiliki kapasitas hingga 20 gerbong kontainer dengan daya angkut sekitar 550 ton dalam satu perjalanan. Selain hasil pertanian, layanan juga disiapkan untuk mendukung pengangkutan komoditas peternakan dan kebutuhan logistik dari Jakarta menuju Banyuwangi.
Dengan demikian, pengembangan angkutan hasil pertanian Banyuwangi-Jakarta tidak hanya berkaitan dengan pengiriman komoditas, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem distribusi dua arah yang menghubungkan sentra produksi, konsolidator, dan pasar tujuan melalui moda kereta api.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar