Kiprah Bupati Ipuk Fiestiandani Menginspirasi Indonesia hingga Masuk Nominator Most Inspiring Tourism Leader
- account_circle Prosiber
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Ajang penghargaan nasional Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 yang digelar Kementerian Pariwisata kembali menyorot figur-figur berpengaruh di dunia pariwisata tanah air. Tahun ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berhasil masuk menjadi nominator tiga besar kategori Most Inspiring Tourism Leader (MITL), sebuah pengakuan atas peran strategisnya dalam memajukan sektor wisata daerah hingga berkontribusi pada pariwisata Indonesia secara luas. Kamis, 27 November 2025.
Penghargaan tahunan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada para pemangku kepentingan yang dinilai mampu memberikan dampak signifikan dalam pengembangan destinasi, peningkatan layanan, hingga membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan. Kementerian Pariwisata menilai bahwa jajaran pemerintah daerah yang masuk nominasi merupakan figur yang tidak hanya bekerja, tetapi menghadirkan terobosan nyata bagi kemajuan sektor wisata.
Dalam penilaian tahun ini, Ipuk Fiestiandani dianggap sebagai salah satu pemimpin daerah yang mampu menempatkan Banyuwangi sebagai contoh transformasi pariwisata modern. Berbagai inovasi yang dilakukan Ipuk selama memimpin Banyuwangi terbukti berperan penting mulai dari penguatan infrastruktur wisata, pengembangan desa wisata, hingga penghidupan kembali event-event internasional yang turut mendongkrak kunjungan wisatawan.
Kesempatan pemaparan visi, misi, serta strategi pariwisata Banyuwangi dilakukan Ipuk di hadapan dewan juri dan sejumlah pejabat Kementerian Pariwisata melalui pertemuan daring. Sesi tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Menteri Pariwisata, Bayu Aji. Bayu Aji menegaskan bahwa Wonderful Indonesia Award merupakan bentuk penghormatan kepada para penggerak pariwisata yang terbukti memberikan kontribusi nyata. Ia menjelaskan, “Award ini memberikan pengakuan kepada pemerintah daerah yang inovatif dan visioner dalam mengembangkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.”
Menurut Bayu Aji, penilaian kategori Most Inspiring Tourism Leader tahun ini diikuti tiga besar dari provinsi, kota, dan kabupaten yang dianggap memiliki performa terbaik dari ratusan peserta lainnya. Bayu Aji menambahkan bahwa nominator yang memasuki tahap akhir merupakan daerah dengan kinerja paling konsisten dalam menghadirkan dampak nyata.
Di kesempatan terpisah, Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasih karena Banyuwangi kembali menjadi nominator dalam Wonderful Indonesia Award 2025. Ipuk menyebut bahwa penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai seremoni semata, melainkan pemacu semangat untuk terus berinovasi. Seperti disampaikannya, “Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Namun juga menjadi pelecut agar kami terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.”
Ipuk menegaskan bahwa Banyuwangi tidak hanya membangun pariwisata, tetapi menciptakan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat melalui inovasi dan keberanian mengambil keputusan. Dirinya menuturkan bahwa visi Banyuwangi dalam lima tahun adalah mewujudkan pariwisata unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. “Apapun program daerah yang kami lakukan, ujungnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, mengentaskan kemiskinan, termasuk dari sektor pariwisata,” ujar Ipuk.
Mengawali kepemimpinannya dalam situasi berat pandemi Covid-19, Ipuk mengungkapkan bahwa sektor pariwisata sempat mengalami penurunan drastis. Namun melalui strategi Banyuwangi Rebound, kebangkitan pariwisata perlahan terwujud. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah fokus memberikan bantuan ekonomi kepada para pelaku wisata agar dapat bertahan dan bangkit kembali.
Setelah pemulihan awal, Banyuwangi kembali menggelar beragam event wisata, termasuk sport tourism berskala internasional seperti Tour de Banyuwangi Ijen dan World Surf League (WSL). Program tersebut terbukti membuka ruang promosi yang luas bagi wisatawan internasional.
Tak berhenti pada event, Ipuk terus mendorong berkembangnya desa wisata yang kini telah mencapai 99 desa. Banyuwangi juga memperkenalkan inovasi rute wisata baru bernama Ijen Golden Route yang memperkaya pilihan destinasi. Upaya berkelanjutan ini berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Peningkatan terlihat jelas dari catatan pendapatan per kapita Banyuwangi yang naik dari Rp58,08 juta pada 2023 menjadi Rp62,09 juta pada 2024. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga mengalami pertumbuhan dari Rp101,29 triliun pada 2023 menjadi Rp108,92 triliun pada 2024. Ipuk menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan bukti nyata bahwa inovasi yang dijalankan mampu memberikan perubahan yang signifikan bagi masyarakat Banyuwangi.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar