Breaking News
light_mode

Program Sekolah Rakyat dan Peran Pemerintah Daerah sebagai Penerima Manfaat

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan
oleh : Joko Purnomo
Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi

  1. Gambaran Umum Program Sekolah Rakyat

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, terutama di daerah tertinggal, terpencil, dan kawasan dengan keterbatasan fasilitas pendidikan. Program ini dirancang sebagai bentuk kehadiran negara untuk memastikan bahwa pendidikan dasar dan menengah dapat diakses secara lebih merata, tanpa terhambat faktor ekonomi maupun geografis.

Sekolah Rakyat tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan gedung sekolah baru, tetapi juga sebagai ekosistem pendidikan yang mencakup penyediaan tenaga pendidik, sarana pembelajaran, dukungan sosial, serta integrasi dengan program kesejahteraan lainnya.

  1. Dasar Hukum dan Posisi Pemerintah Daerah

Secara normatif, pelaksanaan Sekolah Rakyat berlandaskan pada:

UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) dan (2) yang menegaskan hak setiap warga negara atas pendidikan serta kewajiban negara membiayai pendidikan dasar.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memberi mandat kepada pemerintah dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pendidikan.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menempatkan pendidikan sebagai urusan pemerintahan wajib pelayanan dasar.

Dalam kerangka kebijakan nasional, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai bagian dari program strategis nasional, sehingga pemerintah daerah tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga pihak yang menerima manfaat langsung dari program tersebut.

  1. Pemerintah Daerah sebagai Penerima Manfaat

Berbeda dari sudut pandang umum yang melihat pemda semata-mata sebagai pelaksana kebijakan pusat, dalam Program Sekolah Rakyat pemerintah daerah juga merupakan penerima manfaat strategis, antara lain:

  • Manfaat Sosial

Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, pemda memperoleh dukungan konkret dalam mengatasi masalah putus sekolah, buta huruf, dan kesenjangan pendidikan. Beban daerah dalam memenuhi standar layanan pendidikan menjadi lebih ringan karena adanya intervensi dan dukungan dari pemerintah pusat.

  • Manfaat Pembangunan SDM Daerah

Sekolah Rakyat berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Dalam jangka menengah dan panjang, pemda akan merasakan manfaat berupa tenaga kerja yang lebih terdidik, yang mendukung produktivitas ekonomi dan daya saing daerah.

  • Manfaat Fiskal dan Efisiensi Anggaran

Dukungan pusat dalam pembangunan fasilitas dan penyediaan program pendidikan membantu pemda menghemat atau mengalihkan anggaran daerah ke sektor lain yang juga mendesak, seperti kesehatan, infrastruktur dasar, dan pelayanan sosial.

  1. Peran Strategis Pemerintah Daerah

Sebagai penerima manfaat sekaligus aktor kunci, pemerintah daerah memiliki peran strategis, antara lain:

  • Menyediakan lahan dan infrastruktur pendukung yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
  • Mengintegrasikan Sekolah Rakyat dengan kebijakan pendidikan daerah, agar tidak tumpang tindih dengan sekolah negeri atau swasta yang sudah ada.
  • Menyiapkan dan mendampingi tenaga pendidik, termasuk memastikan kualitas pembelajaran.
  • Melakukan pendataan dan pengawasan penerima manfaat, agar Sekolah Rakyat benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.
  • Membangun dukungan sosial masyarakat, sehingga Sekolah Rakyat diterima dan dijaga keberlanjutannya oleh komunitas lokal.
  1. Catatan Kritis

Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis dan progresif, namun keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah. Tanpa perencanaan matang, program ini berisiko menjadi sekadar proyek fisik tanpa dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan.

Sebaliknya, jika pemda memandang Sekolah Rakyat sebagai aset pembangunan daerah, bukan sekadar kewajiban administratif, maka program ini dapat menjadi instrumen efektif pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, sinergi pusat–daerah, transparansi pengelolaan, dan fokus pada mutu pendidikan harus menjadi kunci utama pelaksanaan.

Kesimpulan

Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan nasional, tetapi juga investasi langsung bagi pemerintah daerah. Pemda memperoleh manfaat sosial, ekonomi, dan pembangunan SDM, sekaligus kesempatan untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah. Dengan peran aktif dan kepemilikan yang kuat dari pemerintah daerah, Sekolah Rakyat berpotensi menjadi fondasi penting bagi pemerataan pendidikan dan masa depan generasi Indonesia.

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • I Made Cahyana Negara Dorong Pelaksanaan Nyata Perda PIP di Banyuwangi Usai Disahkan

    I Made Cahyana Negara Dorong Pelaksanaan Nyata Perda PIP di Banyuwangi Usai Disahkan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Setelah disahkan sebagai bagian dari regulasi wajib di daerah, Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara menegaskan bahwa Perda Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) harus segera disosialisasikan dan diterapkan secara konkret agar memberi dampak langsung bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan setelah rangkaian pengesahan aturan selesai dilakukan pada forum pemerintahan daerah. Selasa, 2 Desember 2025 […]

  • 75 Paskibraka Kabupaten Banyuwangi Resmi Dikukuhkan untuk Bertugas

    75 Paskibraka Kabupaten Banyuwangi Resmi Dikukuhkan untuk Bertugas

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) resmi dikukuhkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Sabtu malam (15/8/2026). Para anggota Paskibraka ini akan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Taman Blambangan pada 17 Agustus 2026 besok. “Selamat anak-anakku. Kalian sudah terpilih untuk menjalankan amanah ini,” kata […]

  • Hampir Rampung, Pasar Banyuwangi dan Inggrisan Disiapkan Jadi Magnet Wisata Heritage dan Kuliner Kota

    Hampir Rampung, Pasar Banyuwangi dan Inggrisan Disiapkan Jadi Magnet Wisata Heritage dan Kuliner Kota

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pembangunan Pasar Banyuwangi dan kawasan Asrama Inggrisan yang berada di jantung Kota Banyuwangi kini memasuki tahap akhir. Progres revitalisasi dua bangunan bersejarah tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru berbasis heritage dan kuliner yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Rabu, 21 Januari 2026. Kedua bangunan tersebut […]

  • Kemampuan Kelola Sampah Hingga 160 Ton Per Hari, TPS3R Karetan Ditargetkan Beroperasi September 2026

    Kemampuan Kelola Sampah Hingga 160 Ton Per Hari, TPS3R Karetan Ditargetkan Beroperasi September 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo terus dikebut. Saat ini, progres konstruksi TPS berkapasitas 160 ton per hari itu telah mencapai 40,95 persen, ditargetkan beroperasi September 2026. “Progres konstruksi sudah mencapai 40,95 persen dan akan terus dikebut. Targetnya, September sudah bisa beroperasi,” kata Bupati Banyuwangi […]

  • Aksi Maling Pecah Kaca Mobil Terekam CCTV di Banyuwangi, Korban Rugi Ratusan Juta

    Aksi Maling Pecah Kaca Mobil Terekam CCTV di Banyuwangi, Korban Rugi Ratusan Juta

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kejahatan jalanan dengan modus pecah kaca mobil kembali menggegerkan warga Banyuwangi. Seorang perempuan muda asal Kecamatan Wongsorejo menjadi korban pencurian setelah uang tunai senilai Rp300 juta yang berada di dalam mobil miliknya dibawa kabur pelaku. Insiden kasus pencurian Banyuwangi tersebut terjadi di Jalan KH Harun, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Senin (18/05/2026). Korban diketahui […]

  • DPRD Banyuwangi Tetapkan 22 Usulan Raperda dalam Propemperda 2026

    DPRD Banyuwangi Tetapkan 22 Usulan Raperda dalam Propemperda 2026

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Bapemperda DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat kerja dengan unsur eksekutif untuk merumuskan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2026. Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua Bapemperda, Sofiandi Susiadi, diikuti sejumlah anggota DPRD serta perwakilan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pemkab Banyuwangi. Sofiandi Susiadi menguraikan langkah-langkah penyusunan Raperda dari perencanaan hingga pengundangan. Tahapan awal yakni perencanaan […]

expand_less