Breaking News
light_mode

May Day di Ujung Timur Pulau Jawa: Potret Buruh Banyuwangi dan Janji Kesejahteraan yang Belum Tuntas

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan
oleh : Joko Purnomo
Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi

Prosiber.com – Setiap 1 Mei, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day kembali mengingatkan kita pada perjuangan panjang kaum pekerja. Namun di balik seremoni dan spanduk tuntutan, realitas buruh di daerah—termasuk di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur—menunjukkan bahwa kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah besar negara.

Secara regulatif, Indonesia tidak kekurangan aturan. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan secara tegas menyatakan bahwa setiap pekerja berhak atas penghasilan yang layak bagi kemanusiaan, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Namun, seperti yang sering terjadi, persoalan utama bukan pada ketiadaan aturan, melainkan pada implementasinya.

Di Banyuwangi, misalnya, Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2025 ditetapkan sebesar sekitar Rp2,81 juta. Angka ini memang mengalami kenaikan sekitar 6,5% dibanding tahun sebelumnya . Bahkan, pemerintah daerah menyebut sebagian besar perusahaan telah membayar upah sesuai standar UMK . Sekilas, kondisi ini tampak menggembirakan.

Namun, pertanyaan mendasarnya: apakah upah tersebut benar-benar sudah diterapkan?

Data menunjukkan bahwa persoalan kesejahteraan tidak bisa dilihat hanya dari kepatuhan terhadap UMK. Banyuwangi memang berhasil menekan angka kemiskinan menjadi sekitar 6,13% pada tahun 2025 . Akan tetapi, angka ini tetap merepresentasikan ribuan keluarga yang masih hidup dalam keterbatasan ekonomi. Selain itu, indikator kesejahteraan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa aspek ketenagakerjaan, konsumsi, dan kondisi sosial ekonomi masih menjadi variabel penting dalam mengukur kualitas hidup masyarakat .

Lebih jauh, struktur ketenagakerjaan di daerah seperti Banyuwangi juga didominasi oleh sektor informal dan pekerjaan berupah rendah—yang sering kali tidak tersentuh perlindungan hukum secara optimal. Artinya, meskipun UMK naik setiap tahun, tidak semua buruh benar-benar merasakan dampaknya.

Di sinilah letak persoalan mendasar: kesejahteraan buruh tidak cukup hanya diukur dari angka upah minimum, tetapi dari kemampuan memenuhi kebutuhan hidup secara riil—termasuk pangan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Ironisnya, kebijakan ketenagakerjaan nasional masih sering terjebak dalam dilema antara menarik investasi dan melindungi tenaga kerja. Fleksibilitas pasar kerja—melalui sistem kontrak dan outsourcing—kerap dijadikan solusi ekonomi, tetapi di sisi lain memperlemah kepastian kerja bagi buruh. Dalam jangka panjang, kondisi ini justru berpotensi menciptakan kelas pekerja yang rentan.

Jika merujuk pada tujuan pembangunan ketenagakerjaan dalam undang-undang, negara seharusnya hadir untuk menjamin kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Oleh karena itu, peringatan May Day seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar perayaan simbolik.

Pemerintah perlu mengambil langkah konkret dan berbasis data. Pertama, reformulasi sistem pengupahan agar benar-benar mencerminkan kebutuhan hidup layak di tingkat daerah, bukan sekadar angka kompromi antara pemerintah dan dunia usaha. Kedua, memperkuat pengawasan ketenagakerjaan, khususnya di sektor informal dan usaha kecil yang sering luput dari pengawasan. Ketiga, mendorong industrialisasi berbasis nilai tambah di daerah seperti Banyuwangi agar tercipta lapangan kerja yang lebih berkualitas dan berupah lebih tinggi.

Selain itu, penting untuk memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga buruh—termasuk pekerja informal—memiliki perlindungan terhadap risiko ekonomi seperti PHK, kecelakaan kerja, maupun hari tua.

May Day pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi tentang memastikan masa depan yang lebih adil bagi pekerja. Selama buruh masih hidup dalam batas minimum, sementara kesejahteraan yang dijanjikan belum sepenuhnya terwujud, maka perjuangan itu belum selesai.

Banyuwangi mungkin mencerminkan satu wajah dari banyak daerah di Indonesia: ada kemajuan, tetapi juga ada ketimpangan yang masih nyata. Dan di situlah negara diuji—apakah benar-benar hadir untuk buruh, atau sekadar menjadi penonton dalam dinamika pasar tenaga kerja.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Hemat BBM Dimulai! ASN Banyuwangi Diajak Bersepeda dan Kurangi Kendaraan Dinas

    Gerakan Hemat BBM Dimulai! ASN Banyuwangi Diajak Bersepeda dan Kurangi Kendaraan Dinas

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    InfoBanyuwangi.com – Langkah konkret untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak mulai diterapkan di Banyuwangi. Pemerintah daerah mengambil inisiatif dengan mendorong perubahan kebiasaan di kalangan Aparatur Sipil Negara. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengeluarkan imbauan agar ASN tidak lagi bergantung pada kendaraan dinas. Sebagai gantinya, ASN didorong untuk memanfaatkan transportasi umum, layanan online, atau bahkan sepeda kayuh. […]

  • Polresta Banyuwangi Lakukan Deteksi Dini Narkoba di Pelabuhan Ketapang

    Polresta Banyuwangi Lakukan Deteksi Dini Narkoba di Pelabuhan Ketapang

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Polresta Banyuwangi melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) melaksanakan deteksi dini narkoba terhadap awak kapal dan pengemudi kendaraan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai langkah antisipasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Kegiatan tersebut dilaksanakan guna memastikan keselamatan transportasi penyeberangan tetap terjaga di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, Senin, 22 Desember 2025. […]

  • Wisata Belanja di Pusat Batik Banyuwangi Menawarkan Motif Khas Daerah, Produk Siap Pakai, dan Ruang Kreatif bagi Perajin Lokal

    Wisata Belanja di Pusat Batik Banyuwangi Menawarkan Motif Khas Daerah, Produk Siap Pakai, dan Ruang Kreatif bagi Perajin Lokal

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Banyuwangi kembali menghadirkan inovasi di bidang budaya dan ekonomi kreatif. Kini masyarakat dapat menikmati pengalaman berburu kain tradisional di Pusat Batik Banyuwangi yang hadir di tengah kota dengan koleksi lengkap dan lokasi strategis. Kehadiran tempat ini menambah daya tarik Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya. Tidak hanya menjual kain, pusat batik tersebut juga menjadi […]

  • Jelang Operasi Lilin 2025, Kapolresta Banyuwangi Beri Arahan Tegas dalam Apel Jam Pimpinan

    Jelang Operasi Lilin 2025, Kapolresta Banyuwangi Beri Arahan Tegas dalam Apel Jam Pimpinan

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Polresta Banyuwangi menggelar Apel Jam Pimpinan sebagai bagian dari langkah strategis menghadapi agenda pengamanan akhir tahun. Apel tersebut dipimpin Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. di halaman Mako Polresta Banyuwangi dan diikuti seluruh personel. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi kinerja sekaligus penyampaian arahan menjelang Operasi Lilin 2025 yang menjadi […]

  • Komitmen Reformasi Birokrasi Terbukti, Polresta Banyuwangi Sabet Predikat ZI Menuju WBBM 2025

    Komitmen Reformasi Birokrasi Terbukti, Polresta Banyuwangi Sabet Predikat ZI Menuju WBBM 2025

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polresta Banyuwangi dengan diraihnya penghargaan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2025. Capaian ini menjadi simbol keberhasilan transformasi pelayanan publik yang mengedepankan integritas dan transparansi. Penghargaan Zona Integritas menuju WBBM 2025 tersebut menunjukkan keseriusan Polresta Banyuwangi dalam melakukan pembenahan internal secara menyeluruh. Proses panjang […]

  • Kunjungi KNMP Banyuwangi, Menteri KKP Janjikan SPBN dan Kapal Baru

    Kunjungi KNMP Banyuwangi, Menteri KKP Janjikan SPBN dan Kapal Baru

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pengembangan kawasan pesisir yang produktif bagi masyarakat nelayan. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan penambahan fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih Banyuwangi. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng yang berada […]

expand_less