Breaking News
light_mode

Hari Lahir Pancasila: Antara Peringatan Seremonial dan Tantangan Pengamalan Nilai-Nilainya

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan
oleh : Joko Purnomo
Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi

Prosiber.com – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Tanggal ini merujuk pada pidato yang disampaikan oleh Soekarno di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Dalam pidato tersebut, Soekarno memperkenalkan konsep dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Sejak saat itu, Pancasila menjadi fondasi ideologi bangsa dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tahun 2026 ini, Pancasila telah berusia 81 tahun sejak pertama kali diperkenalkan kepada bangsa Indonesia.

Dalam rentang waktu yang tidak lagi muda tersebut, Pancasila terus didengungkan di berbagai ruang kehidupan, mulai dari lingkungan
pendidikan, lembaga pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai forum kebangsaan. Namun, pertanyaan mendasar yang patut direnungkan bersama
adalah: apakah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila benar-benar telah dihayati dan diamalkan oleh seluruh warga negara, baik rakyat maupun para pemimpinnya?

Pancasila bukan sekadar rangkaian kalimat yang dihafalkan setiap upacara atau slogan yang dipasang di dinding-dinding kantor pemerintahan. Pancasila mengandung falsafah hidup yang mendalam dan menjadi pedoman moral bagi bangsa Indonesia.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan bahwa kehidupan berbangsa harus dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Nilai ini mendorong setiap warga negara untuk menjalankan ajaran agamanya dengan baik, menghormati perbedaan keyakinan, serta menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia. Setiap individu dituntut untuk memiliki rasa empati, tenggang rasa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun status sosial.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengandung semangat kebersamaan dan gotong royong. Dalam sila ini, setiap warga negara diharapkan mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menekankan pentingnya demokrasi yang berlandaskan musyawarah, penghormatan terhadap pendapat orang lain, serta kepemimpinan yang bijaksana dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Sementara itu, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi cita-cita besar yang menghendaki pemerataan kesejahteraan, akses pendidikan yang setara, pelayanan kesehatan yang memadai, kesempatan kerja yang adil, serta perlindungan terhadap hak-hak seluruh warga negara tanpa diskriminasi.

Jika menilik nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kelima sila tersebut, maka Pancasila sesungguhnya menawarkan konsep kehidupan berbangsa yang ideal. Namun realitas yang terjadi saat ini masih menunjukkan adanya kesenjangan antara cita-cita dan praktik di lapangan.

Ketimpangan sosial dan ekonomi masih menjadi persoalan yang dirasakan sebagian masyarakat. Di berbagai daerah, akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan belum sepenuhnya merata. Kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia, praktik diskriminasi, serta tindakan intoleransi masih sesekali muncul dan menjadi perhatian publik. Di sisi lain, tidak sedikit kebijakan yang dinilai masyarakat belum sepenuhnya mencerminkan keberpihakan kepada kepentingan rakyat banyak.

Kondisi tersebut menjadi refleksi bahwa pengamalan Pancasila masih menghadapi berbagai tantangan. Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi momentum evaluasi nasional untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tanggung jawab mengamalkan Pancasila bukan hanya berada di pundak pemerintah atau pemimpin negara. Seluruh elemen bangsa memiliki peran yang sama penting. Masyarakat dapat memulainya dari tindakan sederhana seperti menghormati perbedaan, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, membantu sesama, serta menegakkan keadilan dalam lingkungan masing-masing.

Pada saat yang sama, para pemimpin di semua tingkatan harus menunjukkan keteladanan dalam menjalankan amanah rakyat. Kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, pemerintahan yang bersih, penegakan hukum yang adil, serta komitmen terhadap persatuan bangsa merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Memperingati Hari Lahir Pancasila pada setiap 1 Juni sejatinya bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya dasar negara. Lebih dari itu, peringatan ini merupakan pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Selama nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pekerjaan besar untuk mengaktualisasikan Pancasila masih harus terus dilanjutkan.

Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mampu membangkitkan kesadaran kolektif seluruh anak bangsa, mulai dari pemimpin hingga rakyat, untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga menghayati dan mengamalkannya dalam setiap aspek kehidupan. Sebab, kekuatan sebuah ideologi tidak terletak pada seberapa sering ia diucapkan, melainkan pada sejauh mana nilai-nilainya diwujudkan dalam tindakan nyata.

 

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Penari Gandrung Sewu 2025 Warnai Langit Banyuwangi, Pesona Tradisi yang Tak Pernah Pudar photo_camera 11

    Ribuan Penari Gandrung Sewu 2025 Warnai Langit Banyuwangi, Pesona Tradisi yang Tak Pernah Pudar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pantai Boom Marina berubah menjadi lautan manusia yang antusias menyaksikan kemegahan Festival Gandrung Sewu 2025. Hamparan pasir dan latar Selat Bali menjadi panggung alami bagi ribuan penari yang menari dengan penuh semangat. Sabtu, 25 Oktober 2025 menjadi hari yang tak terlupakan di Banyuwangi. Festival akbar ini merupakan bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) […]

  • Modus Lempar dari Luar Tembok Digagalkan, Lapas Banyuwangi Sita Puluhan Paket Diduga Sabu dan Ekstasi

    Modus Lempar dari Luar Tembok Digagalkan, Lapas Banyuwangi Sita Puluhan Paket Diduga Sabu dan Ekstasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dengan modus pelemparan paket dari luar tembok lembaga pemasyarakatan. Dalam operasi pengamanan tersebut, petugas menyita puluhan paket yang diduga berisi sabu dan ekstasi yang hendak diedarkan di dalam lingkungan Lapas Banyuwangi. Keberhasilan ini menjadi bukti kesigapan aparat pemasyarakatan dalam menjaga keamanan serta menutup […]

  • Pemkab Banyuwangi Gerakkan Aset Daerah, Kantor Koperasi Merah Putih Dipercepat

    Pemkab Banyuwangi Gerakkan Aset Daerah, Kantor Koperasi Merah Putih Dipercepat

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung Program Koperasi Merah Putih (KMP) terus diperkuat. Program nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto ini mendapat dukungan penuh melalui penyediaan lahan aset daerah guna pembangunan kantor koperasi sebagai pusat penggerak ekonomi masyarakat. Jumat, 2 Januari 2026. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa pemanfaatan aset daerah […]

  • Gandrung Sewu Banyuwangi 2026 Digelar Malam Hari Pada 24 Oktober, Hadirkan Konsep Baru

    Gandrung Sewu Banyuwangi 2026 Digelar Malam Hari Pada 24 Oktober, Hadirkan Konsep Baru

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Gandrung Sewu Banyuwangi 2026 akan menghadirkan konsep pertunjukan baru. Untuk pertama kalinya selama 14 tahun penyelenggaraan, tari kolosal yang menjadi salah satu ikon budaya Banyuwangi tersebut akan digelar pada malam hari dengan memadukan seni tradisi, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan. Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026. Perubahan waktu pertunjukan menjadi […]

  • Sorotan Tambang Galian C di Kalipuro Banyuwangi, Dugaan Pelanggaran Izin hingga Kebocoran PAD Berujung Ancaman Gugatan PMH

    Sorotan Tambang Galian C di Kalipuro Banyuwangi, Dugaan Pelanggaran Izin hingga Kebocoran PAD Berujung Ancaman Gugatan PMH

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com –Dugaan persoalan dalam pengelolaan tambang Galian C di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, kembali mencuat ke publik. Seorang praktisi hukum di Banyuwangi tengah mempersiapkan langkah hukum berupa pengaduan resmi dan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) setelah menemukan sejumlah indikasi yang diduga berkaitan dengan pelanggaran perizinan, potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga dugaan tindak pidana […]

  • Dari Balik Lapas Banyuwangi, Panen Semangka 3 Ton Jadi Aksi Nyata Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

    Dari Balik Lapas Banyuwangi, Panen Semangka 3 Ton Jadi Aksi Nyata Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu wujud nyatanya terlihat dalam kegiatan panen raya serentak yang digelar di berbagai wilayah Indonesia. Di Jawa Timur, kegiatan strategis ini dipusatkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi, […]

expand_less