Sinergi Petani dan Pemkab, Banyuwangi Tembus Rekor Surplus Padi dan Jagung 2025
- account_circle Prosiber
- calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
- print Cetak

Saat acara panen padi, penanaman jagung kuartal IV, dan penanaman pohon durian di Green Farm Desa Karangsari, Kecamatan Sempu
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pertanian. Tahun 2025 menjadi momentum penting ketika daerah ini mencatat rekor surplus padi dan jagung berkat kerja sama solid antara petani, pemerintah daerah, dan aparat TNI-Polri. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari semangat kolaborasi yang dibangun lintas sektor.
“Ini bukti sinergi semua pihak. Semua bahu-membahu dan bergotong-royong untuk mendukung serta menyukseskan swasembada pangan Bapak Presiden,” ungkap Bupati Ipuk Fiestiandani, Selasa, 11 November 2025.
Data Dinas Pertanian menunjukkan ketersediaan beras dari Januari hingga Oktober 2025 mencapai 464.844,63 ton, meningkat signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 432.016,98 ton. Dengan kebutuhan lokal hanya 136.542,26 ton, Banyuwangi mencatat surplus beras hingga 328.302 ton.
Untuk komoditas jagung, tren positif juga tampak jelas. Stok jagung naik dari 181.332,54 ton pada 2024 menjadi 208.673,70 ton pada 2025. Dengan kebutuhan konsumsi hanya 58.206,07 ton, tercatat surplus mencapai 150.467 ton, naik sekitar 27 ribu ton dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, produksi padi dan jagung Banyuwangi selalu surplus dan bahkan meningkat tiap tahunnya. Terima kasih TNI, Polri, HKTI, seluruh mitra, dan petani. Semua ini tercapai berkat kerja keras semua,” ujar Ipuk.
Sementara itu, Dewan Pembina HKTI Jawa Timur, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, menyebut capaian ini sejalan dengan misi nasional dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Dalam acara panen raya, Badrodin mengatakan bahwa pemerintah pusat sedang memperkuat program strategis guna memastikan ketersediaan pangan yang merata.
“Ini merupakan satu program yang memang pro-kerakyatan dan patut kita dukung bersama. HKTI juga hadir untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani,” tutur mantan Kapolri tersebut.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menambahkan bahwa pihaknya turut aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “Kami di jajaran Polresta Banyuwangi berkomitmen mensukseskan program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo terkait dengan ketahanan pangan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, luas lahan padi Banyuwangi kini mencapai 6.339 hektare, melebihi target 6.294 hektare. Sedangkan untuk jagung, sudah tertanam 300 hektare dari target 697 hektare. Beberapa pesantren dan lahan kehutanan sosial juga turut mendukung pengembangan surplus padi jagung melalui pola tanam berkelanjutan.
Arum Sabil, pemilik Green Farm sekaligus Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, mengatakan bahwa kawasan pertaniannya kini dilengkapi sistem pompa air tenaga surya. “Program ini diharapkan memperkuat swasembada pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Arum.
Dengan pencapaian ini, Banyuwangi bukan hanya berhasil menjaga kemandirian pangan, tetapi juga menunjukkan bahwa kerja sama lintas sektor mampu membawa hasil nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar