KAI Services Gandeng UMKM Lokal, Menu Nasi Tempong dan Ayam Lodoh Banyuwangi Kini Tersedia di Kereta Api
- account_circle Prosiber
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – KAI Services terus menghadirkan inovasi layanan bagi para penumpang kereta api. Kali ini, perusahaan yang mengelola layanan pendukung perkeretaapian tersebut menggandeng UMKM Lokal Banyuwangi untuk menghadirkan berbagai Kuliner Khas Banyuwangi di dalam kereta api yang melayani rute menuju dan dari Banyuwangi, Jumat (29/05/2026).
Program kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi penumpang untuk menikmati aneka makanan tradisional Banyuwangi selama perjalanan. Selain meningkatkan pengalaman pelanggan, kerja sama tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha kuliner lokal.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua pelaku UMKM yang dipercaya menyediakan menu khas Banyuwangi di layanan restorasi kereta api.
Kedua UMKM tersebut adalah Warung Mbok Wah dan Srengenge Wetan yang telah dikenal masyarakat sebagai penyedia makanan khas daerah dengan cita rasa autentik.
Warung Mbok Wah menghadirkan menu unggulan berupa nasi tempong, salah satu kuliner legendaris Banyuwangi yang memiliki ciri khas sambal pedas berbahan tomat ranti.
Nasi tempong dikenal luas sebagai makanan khas masyarakat Banyuwangi yang terdiri atas nasi, lauk, lalapan segar, dan sambal dengan sensasi pedas yang kuat.
Dalam kerja sama ini, Warung Mbok Wah menyediakan beberapa pilihan menu yaitu nasi tempong ayam, nasi tempong udang, dan nasi tempong telur.
Sementara itu, UMKM Srengenge Wetan menghadirkan sejumlah hidangan khas lainnya yang juga banyak diminati masyarakat.
Menu yang tersedia meliputi ayam lodoh, nasi bakar, plencing ayam, serta nasi tempong ayam.
“Seluruh kuliner ini bisa dinikamati di kereta api yang berelasi dengan stasiun Banyuwangi,” kata Nyoman Suardhita.
Berbagai menu tersebut dapat ditemukan pada sejumlah perjalanan kereta api yang melayani rute dari dan menuju Banyuwangi.
Kereta yang menyediakan layanan menu khas Banyuwangi antara lain:
- KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang.
- KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang.
- KA Wijaya Kusuma relasi Cilacap–Ketapang.
- KA Logawa relasi Purwokerto–Banyuwangi.
Region Head Regional 9 Jember KAI Services, Yullyandra Mursyal, mengatakan bahwa program penyediaan kuliner khas Banyuwangi telah berjalan sejak Mei 2026.
Menurut Yullyandra, respons para pelanggan cukup menggembirakan karena menu-menu tersebut mendapat sambutan positif dari penumpang.
Bahkan dalam satu perjalanan, rata-rata 10 hingga 20 porsi makanan khas Banyuwangi berhasil terjual kepada pelanggan.
“Menu ini dimasak langsung oleh mitra. Jadi dari segi rasa, tidak perlu diragukan. Oleh mitra, menu ini dikirim ke kami dari stasiun untuk dijual di restorasi,” kata Yullyandra.
Keberhasilan penjualan tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional daerah memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Selain memperluas pasar UMKM lokal, program ini juga menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Banyuwangi kepada penumpang dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, KAI Services berharap semakin banyak produk kuliner Nusantara yang dapat dihadirkan di dalam kereta api sehingga perjalanan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga pengalaman menikmati keragaman budaya dan cita rasa Indonesia.
Kehadiran nasi tempong, ayam lodoh, plencing ayam, dan berbagai menu khas lainnya menjadi bukti bahwa potensi kuliner Banyuwangi mampu bersaing dan mendapatkan tempat di hati para penumpang kereta api dari berbagai wilayah tanah air.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar