Sensasi Internasional di Banyuwangi: Trek BMX Supercross Terpanjang Siap Tantang Para Rider
- account_circle Prosiber
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Akhir pekan mendatang menjadi momentum penting bagi Banyuwangi yang terus memperkuat identitasnya sebagai daerah dengan perkembangan pesat di dunia balap sepeda. Banyuwangi BMX Supercross 2025 kembali digelar sebagai satu-satunya ajang BMX Racing di Indonesia yang masuk dalam kalender resmi UCI. Status ini menjadikan Banyuwangi sebagai pusat perhatian bagi komunitas BMX di Indonesia dan ASEAN.
Gelaran internasional yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 15–16 November 2025 ini bertempat di Sirkuit BMX Supercross Muncar. Sirkuit ini telah dikenal luas memiliki salah satu lintasan terpanjang di dunia, sehingga sering menjadi lokasi favorit penyelenggaraan balapan yang menuntut teknik tinggi dari para rider.
Bupati Banyuwangi Ipuk, dalam pernyataannya pada Kamis, 13 November 2025 mengatakan, “Di tahun ini, Banyuwangi BMX Supercross menjadi satu-satunya BMX Racing di Indonesia yang masuk dalam agenda resmi UCI 2025. Bahkan di tingkat ASEAN, tahun ini hanya ada dua event yang masuk agenda resmi UCI. Indonesia di Banyuwangi dan satu lagi ada di Thailand.” Penjelasan tersebut menggambarkan betapa istimewanya posisi Banyuwangi dalam ajang BMX internasional.
Sirkuit BMX Muncar sendiri merupakan lintasan supercross berstandar Olimpiade. Revitalisasi oleh Kementerian PU dilakukan dengan melibatkan Tom Ritzenthaler, arsitek yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia perancangan track BMX tingkat dunia. Kehadiran sosok ini membuat kualitas sirkuit semakin dipercaya untuk kompetisi internasional.
Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan, memaparkan bahwa minat peserta semakin meningkat setiap tahun. Alfin menegaskan, “Total ada 207 pembalap (rider).” Mereka tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Latvia, China, dan Malaysia yang turut menambah nuansa global bagi kompetisi ini.
Kelas yang dipertandingkan dalam ajang ini adalah C1 race. Para peserta berkompetisi dalam 19 kategori, yang terbagi ke dalam tiga kelompok usia. Kategori Challence untuk usia 5–16 tahun, Junior untuk usia 17–18 tahun, dan Elite untuk usia 19 tahun ke atas. Setiap kelas menghadirkan dinamika adrenalin yang berbeda.
M. Alfin Kurniawan juga turut mengundang masyarakat untuk menyaksikan langsung gelaran tersebut. “Silakan menyaksikan langsung ke Sirkuit Muncar, atau melalui live streaming di youtube Banyuwangi Sport,” ujar Alfin.
Race Director Banyuwangi BMX Supercross 2025, Dadang Haries Poernomo, menambahkan bahwa tantangan terbesar sirkuit ini adalah panjang lintasannya yang mencapai 465 meter. Selain itu, terdapat obstacle dengan 4 high jump yang menjadi salah satu yang terbanyak di dunia. Dadang menjelaskan, “Sirkuit ini juga dilengkapi dua start gate ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line yang memiliki karekteristik berbeda dan bisa digunakan untuk perlombaan berbagai kelas.”
Dukungan fasilitas berstandar tinggi dan kehadiran peserta internasional menjadikan Banyuwangi BMX Supercross 2025 sebagai salah satu ajang olahraga paling dinanti di Indonesia pada November mendatang.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar