Peneliti Australia–Indonesia Telusuri Mineral Ijen, Banyuwangi Disorot sebagai Ruang Belajar Dunia
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan geologi terlengkap di Indonesia, Banyuwangi menjadi tujuan penting para geologis dari Indonesia dan Australia yang meneliti jejak mineral di kawasan Geopark Ijen. Kegiatan ini merupakan rangkaian annual conference Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) yang mengadakan field trip ke sejumlah titik, termasuk Pulau Merah. Senin, 1 Desember 2025.
MGEI adalah organisasi nirlaba di bawah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang mewadahi para ahli geologi ekonomi yang bekerja di sektor mineral dan batubara. Rombongan yang hadir terdiri atas 10 peserta dan 3 trip leader, termasuk satu ahli geologi asal Australia. Mereka berada di Banyuwangi selama empat hari untuk menelusuri potensi mineralisasi emas dan tembaga.
Saat rombongan bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Minggu malam (30/11/2025), perwakilan MGEI, Arif Hermawan, menegaskan bahwa Banyuwangi memiliki potensi mineral yang kuat sehingga dipilih sebagai lokasi kajian. Arif Hermawan menjelaskan bahwa para ahli ingin memahami proses pembentukan mineralisasi dan kemiripannya dengan struktur geologi Gunung Ijen.
Dalam pernyataannya, Arif Hermawan mengatakan, “Kami mempelajari bagaimana sistemnya terbentuk agar bisa menjadi rujukan pencarian mineral di wilayah lain tidak hanya di Indonesia namun juga di luar Indonesia.” Sebagian kutipan tersebut menggambarkan betapa strategisnya penelitian ini bagi pengembangan ilmu geologi.
Wakil Ketua Jaringan Geopark Indonesia, Abdillah Baraas, menilai Banyuwangi memiliki kekayaan geologi unik yang jarang ditemukan di daerah lain. Menurut Abdillah Baraas, Pulau Merah dan Ijen merupakan dua rekam jejak geologi yang saling terhubung. Abdillah Baraas menjelaskan bahwa dari Pulau Merah, para ahli dapat memahami pembentukan emas dan tembaga tanpa harus turun ke struktur dalam Gunung Ijen. Ia menegaskan, “Jika ingin melihat masa lalu Pulau Merah, lihatlah Ijen. Jika ingin melihat masa depan Ijen, lihatlah Pulau Merah.”
Selama berada di Banyuwangi, para geologis juga mengunjungi Pusat Informasi Geologi Gopak Ijen untuk mempelajari sejarah terbentuknya Banyuwangi sejak lebih dari 30 juta tahun lalu. Mereka menelusuri evolusi geologi hingga kondisi terkini, termasuk keberadaan endapan muda yang kini menjadi kawasan permukiman. Tidak hanya geologi, para peserta juga melihat kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati yang menjadi bagian penting dari Geopark Ijen.
Peneliti IPB University, Dr. Ir. Arzyana Sunkar, yang ikut dalam perjalanan tersebut menuturkan bahwa kehadiran IPB berkaitan dengan pengembangan kebijakan geopark. Menurut Arzyana Sunkar, keberadaan Geopark Ijen telah memberikan manfaat luas bagi ekosistem dan masyarakat sekitar. Ia juga menilai praktik pengelolaan pariwisata Banyuwangi dapat menjadi contoh internasional. Arzyana Sunkar mengungkapkan rencana untuk memperkenalkan Banyuwangi di forum International Conference on Responsible Tourism and Hospitality Malaysia. Ia mengatakan, “Kami mengundang Ibu Bupati dalam forum ini agar Banyuwangi semakin luas dan uang penting memperluas networking.”
Dari sisi teknis pertambangan, Rendy, exploration geologist dari PT Meares Soputan Mining (MSM), menilai praktik lingkungan yang diterapkan BSI patut dijadikan contoh. Rendy menyampaikan, “Kami mendapat banyak pembelajaran, termasuk hubungan geologi Pulau Merah dan Ijen, hingga bagaimana menemukan mineralisasi yang baik disini.”
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasih atas ketertarikan para ahli terhadap geologi Banyuwangi. Bupati Ipuk menjelaskan bahwa Banyuwangi terbuka menjadi ruang belajar bagi siapapun yang ingin meneliti. Menurut Bupati Ipuk, “Kekayaan geologi kami memang harus dimanfaatkan untuk riset dan edukasi bagi pengembangan Indonesia ke depan. Semoga pengalaman ini mendorong semakin banyak kolaborasi dan membawa manfaat bagi pengembangan Geopark Ijen.”*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar