Breaking News
light_mode

Pro dan Kontra Pembatasan Jam Toko Modern di Banyuwangi, Pemkab: Demi Pemerataan Ekonomi

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Kebijakan pembatasan jam operasional toko modern yang diterapkan oleh Pemkab Banyuwangi memicu beragam reaksi dari masyarakat. Melalui akun Instagram resmi @banyuwangi_kab, pemerintah menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pemerataan ekonomi.

Pemkab Banyuwangi menilai bahwa keberadaan ritel modern yang beroperasi hingga larut malam berpotensi mengurangi peluang usaha bagi pedagang kecil. Oleh karena itu, pembatasan jam operasional diharapkan dapat memberikan ruang bagi warung rakyat untuk berkembang.

“Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bramuda, menyebut kebijakan ini sebagai upaya agar pelaku UMKM mendapatkan porsi pasar yang lebih adil.

“Agar pergerakan ekonomi lebih merata dan pelaku UMKM juga mendapat bagian pasar. Contohnya di Jalan Brawijaya ada warung kopi atau toko kelontong kecil yang juga buka sampai malam, nah kita arahkan agar warga bisa membeli ke mereka, ke pedagang kecil,” kata Bramuda.

Selain toko modern, pembatasan juga diterapkan pada tempat hiburan tertentu seperti karaoke keluarga dan biliar, termasuk kafe yang berada di dalamnya. Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi kafe yang berdiri sendiri di luar area tersebut.

“Kebijakan itu TIDAK BERLAKU untuk kafe di luar lokasi karaoke dan biliard (berdiri sendiri). Jadi kebijakan pembatasan jam operasional ini hanya berlaku bagi kafe yang ada di dalam karaoke dan biliard,” jelas Bramuda.

Meski memiliki tujuan baik, kebijakan ini menuai kritik dari masyarakat. Salah satu warganet, akun @fatim*****ahro12345, mempertanyakan keadilan kebijakan tersebut.

“Pak warung ibu saya asli warga Banyuwangi aja, kadang beli nya kadang di Alfamart. Butuh dikirim. Pelanggan nya oke oke aja, saya rasa tidak mengganggu. Kalo melindungi toko Madura yang bukan warga lokal Banyuwangi terlalu sih.. tolong ya warung Madura juga dikenai pajak. Cek penghasilan mereka perhari ya pak. Mereka bukan warga Banyuwangi. Kasian pak lapangan pekerjaan asli warga Banyuwangi terancam. Dan saya yakin para wisatawan butuh mini market. Apalagi pas di stasiun datang atau berangkat di jam jam yang sudah tutup. YANG LOGIS PAK. HARUS BERDASARKAN RISET LOH, SEKELAS PEMKAB BANYUWANGI.”

Sementara itu, akun @ir** menilai bahwa persoalan utama ekonomi justru terletak pada infrastruktur yang belum optimal.

“Masalah utama perlambatan ekonomi seringkali bukan terletak pada siapa yang berjualan lebih lama, melainkan pada kualitas infrastruktur. Fokus pada perbaikan jalan yang rusak dan berlubang seharusnya menjadi prioritas utama. Jalan yang mulus adalah “nadi” ekonomi yang sesungguhnya—memperlancar logistik, menekan biaya operasional, dan meningkatkan mobilitas warga. Sangat kontradiktif jika pemerintah sibuk mengatur jam buka toko, sementara di saat yang sama, akses jalan menuju pusat-pusat ekonomi tersebut masih terhambat oleh infrastruktur yang memprihatinkan.”

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa kebijakan publik membutuhkan keseimbangan antara perlindungan pelaku usaha kecil dan kebutuhan masyarakat luas.

Ke depan, evaluasi berkala serta dialog terbuka dengan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan pembatasan jam operasional ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbongkar! Dugaan Umroh Ilegal di Banyuwangi Rugikan Jamaah Hingga Rp500 Juta, Dua Perempuan Ditahan photo_camera 7

    Terbongkar! Dugaan Umroh Ilegal di Banyuwangi Rugikan Jamaah Hingga Rp500 Juta, Dua Perempuan Ditahan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kasus dugaan umroh ilegal di Kabupaten Banyuwangi akhirnya terbongkar setelah Polresta Banyuwangi menerima laporan dari masyarakat terkait jamaah yang gagal berangkat hingga terlantar di Tanah Suci. Dalam pengungkapan perkara tersebut, dua perempuan berinisial KIC dan ARM resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani penahanan di Rumah Tahanan Polresta Banyuwangi. Pengungkapan kasus ini disampaikan […]

  • Kemampuan Kelola Sampah Hingga 160 Ton Per Hari, TPS3R Karetan Ditargetkan Beroperasi September 2026

    Kemampuan Kelola Sampah Hingga 160 Ton Per Hari, TPS3R Karetan Ditargetkan Beroperasi September 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo terus dikebut. Saat ini, progres konstruksi TPS berkapasitas 160 ton per hari itu telah mencapai 40,95 persen, ditargetkan beroperasi September 2026. “Progres konstruksi sudah mencapai 40,95 persen dan akan terus dikebut. Targetnya, September sudah bisa beroperasi,” kata Bupati Banyuwangi […]

  • Penyelamatan Warisan Kerajaan Blambangan, Banyuwangi Kembali Ekskavasi Situs Macan Putih

    Penyelamatan Warisan Kerajaan Blambangan, Banyuwangi Kembali Ekskavasi Situs Macan Putih

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga peninggalan sejarah melalui rencana Ekskavasi Banyuwangi di kawasan Situs Macan Putih. Langkah ini dilakukan bersama sejarawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Sri Margana, yang sebelumnya juga memimpin penelitian serupa pada tahun 2015. Situs Macan Putih merupakan lokasi bersejarah yang dipercaya sebagai ibu kota Kerajaan […]

  • Aksi Humanis Satlantas Banyuwangi di Ketapang: Bagi Makan Siang dan Edukasi Keselamatan Pengendara

    Aksi Humanis Satlantas Banyuwangi di Ketapang: Bagi Makan Siang dan Edukasi Keselamatan Pengendara

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Di tengah padatnya arus kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, jajaran Satlantas Polresta Banyuwangi menunjukkan aksi kemanusiaan yang mengundang simpati. Tidak hanya menjalankan tugas pengaturan lalu lintas, petugas juga turun langsung menyisir antrean kendaraan untuk memastikan kondisi pengendara tetap aman dan prima. Kegiatan tersebut dilakukan pada Kamis, (02/04/2026), saat lonjakan kendaraan terjadi di jalur […]

  • Revitalisasi Pasar Banyuwangi 95 Persen, Pemkab Bergerak Siapkan Pedagang Masuk Lapak Baru

    Revitalisasi Pasar Banyuwangi 95 Persen, Pemkab Bergerak Siapkan Pedagang Masuk Lapak Baru

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pembangunan Pasar Banyuwangi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, proyek revitalisasi pasar tersebut telah mencapai sekitar 95 persen. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun mulai bergerak menyiapkan pedagang agar siap menempati lapak baru setelah proses penyerahan dari pemerintah pusat selesai. Sambil menunggu serah terima aset dari Kementerian Pekerjaan Umum, Pemkab Banyuwangi menggelar sosialisasi kepada […]

  • Festival Perkusi Banyuwangi: Ketukan Otentik yang Menggema dari Musik Using

    Festival Perkusi Banyuwangi: Ketukan Otentik yang Menggema dari Musik Using

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Pro Siber – Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya—warisan nenek moyang yang terus dijaga dan dilestarikan. Salah satu aspek yang sangat mencolok adalah musik perkusi Using, sebuah jenis musik dengan karakter unik dan autentik, yang ciri khasnya terletak pada kecepatan pukulan dan harmoni yang terdengar rancak serta penuh energi—suatu kualitas […]

expand_less