Breaking News
light_mode

DPRD Banyuwangi Percepat Penyusunan Raperda Perlindungan PMI, Libatkan Stakeholder untuk Pembahasan Komprehensif

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com –Komitmen DPRD Banyuwangi dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja migran Indonesia terus diwujudkan melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan PMI. Saat ini, Panitia Khusus (Pansus) masih melakukan penyempurnaan berbagai pasal guna memastikan regulasi yang disusun mampu memberikan manfaat nyata bagi pekerja migran asal Banyuwangi, Senin (01/06/2026).

Pembahasan yang berlangsung saat ini merupakan bagian dari tahapan penting sebelum raperda tersebut ditetapkan menjadi peraturan daerah. Berbagai aspek hukum, teknis, dan substansi terus dikaji agar aturan yang dihasilkan selaras dengan regulasi nasional serta kebutuhan masyarakat.

Ketua Pansus Raperda Perlindungan PMI, I Gede Sudro Wicaksono, mengatakan bahwa fokus pembahasan saat ini masih berkaitan dengan penyempurnaan definisi dan penyesuaian sejumlah ketentuan dasar dalam rancangan perda.

“Pembahasan tahap awal ini masih berupa koreksi terhadap aturan pemerintah, khususnya pada Bab I mengenai definisi untuk mengarahkan ke pasal-pasal selanjutnya,” kata Sudro.

Menurut Sudro, penyelarasan dengan aturan pemerintah pusat menjadi langkah penting agar tidak terjadi tumpang tindih maupun perbedaan interpretasi saat perda diterapkan nantinya.

Salah satu penyesuaian yang dilakukan adalah terkait perubahan nomenklatur lembaga yang menangani urusan pekerja migran Indonesia.

Saat ini, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah bertransformasi menjadi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Perubahan tersebut harus diakomodasi dalam seluruh ketentuan yang tercantum dalam rancangan perda.

Sudro menilai pembentukan perda ini tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut perlindungan ribuan pekerja migran asal Banyuwangi yang bekerja di berbagai negara.

Menurutnya, pekerja migran merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional karena kontribusinya dalam menghasilkan devisa negara.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu memiliki instrumen hukum yang mampu memberikan perlindungan yang jelas dan terukur terhadap mereka.

Selain melakukan pembahasan internal, pansus juga berencana mengundang berbagai pihak terkait untuk memberikan masukan dalam proses penyusunan regulasi.

Keterlibatan akademisi, praktisi, organisasi pekerja migran, hingga instansi pemerintah diharapkan mampu menghasilkan regulasi yang lebih komprehensif dan aplikatif.

“Intinya pembentukan perda ini adalah agar pemerintah benar-benar bisa hadir untuk para pekerja migran, terutama dalam menghadapi berbagai kesulitan yang mereka alami. Ini masih perlu ada stakeholder yang akan kita datangkan agar pembahasannya lebih komprehensif,” ujar Sudro.

Sebagai informasi, Raperda Perlindungan PMI bertujuan menjamin pemenuhan serta penegakan hak asasi manusia bagi pekerja migran Indonesia dan keluarganya sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Raperda ini juga diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi warga Banyuwangi yang bekerja di luar negeri sehingga memperoleh perlindungan yang memadai dalam setiap tahapan penempatan kerja.

Dalam draf yang telah disusun, sejumlah materi pokok yang diatur antara lain:

  • Hak dan kewajiban pekerja migran Indonesia.
  • Tugas serta tanggung jawab pemerintah daerah.
  • Bentuk perlindungan PMI.
  • Ketentuan pekerja migran perseorangan.
  • Program pemberdayaan PMI setelah kembali ke daerah asal.

Selain itu, regulasi tersebut juga mengatur:

  • Larangan dalam penempatan PMI.
  • Penyelesaian perselisihan.
  • Peran pemerintah desa dan kelurahan.
  • Pembinaan dan pengawasan.
  • Kerja sama lintas lembaga.
  • Ketentuan pembiayaan.

Dengan adanya regulasi ini, DPRD Banyuwangi berharap perlindungan terhadap pekerja migran dapat dilakukan secara lebih terstruktur, mulai dari proses keberangkatan, masa penempatan di luar negeri, hingga tahap reintegrasi sosial dan ekonomi setelah kembali ke tanah air.

Raperda Perlindungan PMI juga diharapkan menjadi payung hukum yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, desa, keluarga pekerja migran, serta berbagai pihak terkait dalam menciptakan sistem perlindungan yang berkelanjutan bagi pekerja migran asal Banyuwangi.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilihan Penuh Dinamika di Konfercab XVI NU Banyuwangi, Ahmad Turmudzi Terpilih Periode 2026–2031

    Pemilihan Penuh Dinamika di Konfercab XVI NU Banyuwangi, Ahmad Turmudzi Terpilih Periode 2026–2031

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Nahdlatul Ulama Banyuwangi berlangsung penuh dinamika dan tensi tinggi saat memasuki tahapan krusial pemilihan pimpinan cabang. Proses seleksi hak suara dari 25 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU sempat memicu perdebatan panjang akibat munculnya dugaan kecurangan dan pemalsuan hak suara. Situasi tersebut membuat pimpinan sidang harus melakukan penghitungan ulang serta […]

  • DPU Pengairan Banyuwangi Terapkan Sistem Gilir Air Pertanian

    DPU Pengairan Banyuwangi Terapkan Sistem Gilir Air Pertanian

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Debit air sungai yang menurun pada musim kemarau membuat sektor pertanian di Kabupaten Banyuwangi menghadapi keterbatasan pasokan irigasi. Dalam kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi menerapkan sistem gilir air pertanian dengan mempertimbangkan ketersediaan debit serta pemerataan pelayanan bagi petani di wilayah hulu dan hilir, Rabu (16/09/2026). Pengaturan distribusi air dilakukan karena […]

  • Sungai Kalimati Muncar Kembali Dibersihkan Libatkan Berbagai Unsur

    Sungai Kalimati Muncar Kembali Dibersihkan Libatkan Berbagai Unsur

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Sungai Kalimati di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, yang sebelumnya tertumpuk sampah parah, kembali dibersihkan melalui aksi gotong royong pada Senin (26/10/2026). Aksi ini melibatkan puluhan orang dari berbagai unsur, mulai dari warga setempat, pemerintah desa, kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU Pengairan, Dinas PU CKPP, hingga NGO Sungai Watch. Para […]

  • AHY Tinjau Pasar Banyuwangi, Tekankan Keselamatan Kerja dan Dampak Ekonomi

    AHY Tinjau Pasar Banyuwangi, Tekankan Keselamatan Kerja dan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres revitalisasi Pasar Banyuwangi di Jawa Timur pada Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam kunjungannya, AHY tampil mengenakan kemeja hijau army lengkap dengan alat pelindung diri (APD), menyusuri area proyek yang tengah digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). […]

  • Forum Bappeda se-Jatim Digelar di Banyuwangi, Perkuat Sinergi dan Akselerasi Pembangunan Daerah

    Forum Bappeda se-Jatim Digelar di Banyuwangi, Perkuat Sinergi dan Akselerasi Pembangunan Daerah

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis tingkat provinsi. Kali ini, Banyuwangi menjadi lokasi penyelenggaraan Forum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Indonesia (Bappeda) se-Provinsi Jawa Timur yang mempertemukan seluruh kepala Bappeda kabupaten dan kota untuk membahas penguatan sinergi serta percepatan pembangunan daerah di Jawa Timur, Jumat (12/06/2026). Forum Bappeda Jatim tersebut berlangsung […]

  • Festival Perkusi Banyuwangi: Ketukan Otentik yang Menggema dari Musik Using

    Festival Perkusi Banyuwangi: Ketukan Otentik yang Menggema dari Musik Using

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Pro Siber – Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya—warisan nenek moyang yang terus dijaga dan dilestarikan. Salah satu aspek yang sangat mencolok adalah musik perkusi Using, sebuah jenis musik dengan karakter unik dan autentik, yang ciri khasnya terletak pada kecepatan pukulan dan harmoni yang terdengar rancak serta penuh energi—suatu kualitas […]

expand_less