Inovasi e-PAD dan SIMPLING Banyuwangi Masuk Nominator Top 45 JAWARA 2026 Setelah Bersaing Dengan Inovasi Terbaik Jawa Timur
- account_circle Prosiber
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Dua inovasi Banyuwangi, yakni Elektronifikasi Pendapatan Asli Daerah (e-PAD) dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan), masuk dalam nominator TOP 45 ajang kompetisi Jatim Jagad Inovasi Award (JAWARA) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dua inovasi Banyuwangi tersebut bakal bersaing dengan 90 inovasi terbaik lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sebelumnya, 90 inovasi terbaik dipilih dari ratusan inovasi yang masuk dalam ajang tersebut untuk mengikuti tahapan penilaian.
Dalam upaya masuk menjadi TOP 45 JAWARA 2026, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan langsung dua inovasi tersebut di hadapan tim penilai.
Sebanyak 90 inovasi terbaik dari ratusan inovasi se-Jawa Timur dipaparkan dan diseleksi secara ketat oleh dewan juri independen yang ditunjuk Pemprov Jawa Timur.
Dewan juri terdiri atas Dr. Yusharto Huntoyungo, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, dan Dr. Erna Setijaningrum, akademisi Universitas Airlangga Surabaya.
e-PAD Perkuat Tata Kelola Pendapatan Daerah
Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah Elektronifikasi Pendapatan Asli Daerah atau e-PAD.
Program tersebut merupakan tata kelola pendapatan daerah yang terintegrasi, transparan, dan berbasis data. Menurut Ipuk, e-PAD bukan sekadar digitalisasi pelayanan pajak, tetapi menjadi sebuah ekosistem untuk membangun tata kelola pendapatan daerah yang lebih terintegrasi.
Dengan e-PAD, data objek dan wajib pajak di Banyuwangi menjadi lebih terintegrasi melalui Sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Banyuwangi (Sijakawangi).
Selain itu, pembayaran pajak menjadi lebih mudah karena dilayani melalui berbagai kanal pembayaran. Pengawasan juga diperkuat melalui early warning system (EWS).
Sistem tersebut membantu mendeteksi lebih dini objek yang belum melapor maupun belum ditetapkan atau membayar. Dengan mekanisme itu, pengawasan tidak hanya dilakukan setelah persoalan muncul, tetapi dapat dilakukan secara proaktif.
“Alhamdulillah, dengan E-PAD kepatuhan wajib pajak semakin meningkat sehingga juga berdampak pada peningkatan tren penerimaan pajak daerah,” ujarnya.
Ipuk menyebut, pada 2025 realisasi pajak daerah mencapai Rp456,19 miliar atau 121,6 persen dari target.
Sementara hingga 16 September 2026, realisasi pajak daerah telah mencapai Rp350,02 miliar atau 78,40 persen dari target Rp447,80 miliar.
“Ke depan, E-PAD akan terus kami kembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah,” tegas Ipuk.
SIMPLING Permudah Layanan Laboratorium Lingkungan
Selain e-PAD, inovasi Banyuwangi lainnya yang dipaparkan dalam kompetisi JAWARA 2026 adalah SIMPLING atau Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan.
Inovasi berbasis digital tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat, pelaku usaha, instansi pemerintah hingga akademisi dalam mengakses layanan pengujian laboratorium lingkungan.
Layanan tersebut mencakup berbagai kebutuhan pengujian, seperti uji air, udara hingga limbah.
Melalui SIMPLING, seluruh proses pelayanan dapat dilakukan secara daring. Mulai dari pendaftaran pengujian, pemilihan parameter uji, pemantauan progres analisis hingga penyampaian hasil pengujian.
Digitalisasi pelayanan tersebut juga memangkas waktu proses pengujian sehingga masyarakat maupun pelanggan tidak perlu menunggu selama proses pelayanan sebelumnya.
“Digitalisasi tersebut mampu memangkas waktu pelayanan dari 30 hari dipangkas tinggal 14 hari. Layanan ini juga meningkatkan efisiensi administrasi, paperless, serta memberikan kemudahan bagi pelanggan di luar daerah Banyuwangi,” kata Ipuk.
Masuknya e-PAD dan SIMPLING sebagai nominator TOP 45 JAWARA 2026 menjadi tahapan penting bagi dua inovasi tersebut dalam kompetisi inovasi yang digelar Pemprov Jawa Timur.
Keduanya membawa pendekatan berbeda dalam pelayanan pemerintahan, yakni penguatan tata kelola pendapatan daerah melalui e-PAD serta digitalisasi pelayanan pengujian laboratorium lingkungan melalui SIMPLING.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar