Tes Urine Mendadak Digelar Kapolresta Banyuwangi, Ratusan Personel Polri Diperiksa Tanpa Pengecualian
- account_circle Prosiber
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi menggelar tes urine secara mendadak terhadap seluruh personel kepolisian yang bertugas di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Mapolresta Banyuwangi dan diikuti oleh ratusan anggota Polri dari berbagai satuan fungsi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal kepolisian. Rabu, 21 Januari 2026.
Tes urine tersebut dipantau langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Wakapolresta Banyuwangi. Kehadiran pimpinan di lokasi sekaligus menjadi bentuk keseriusan dan keteladanan dalam memastikan seluruh personel mematuhi aturan serta menjunjung tinggi profesionalisme sebagai aparat penegak hukum.
Pelaksanaan tes urine dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Seluruh anggota, mulai dari pejabat utama (PJU), perwira, hingga bintara, wajib mengikuti pemeriksaan tersebut. Tidak ada pengecualian dalam kegiatan ini, sehingga setiap personel memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga citra institusi Polri.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa tes urine ini merupakan komitmen nyata dalam menjaga kepercayaan masyarakat. “Ini adalah komitmen kami untuk menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian,” kata Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.
Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan narkoba di tubuh Polri. Apabila ditemukan anggota yang terbukti positif menggunakan narkoba, sanksi tegas akan diberlakukan sesuai ketentuan hukum dan aturan disiplin yang berlaku di institusi kepolisian.

Tes urine ini, menurut Kapolresta Banyuwangi, tidak semata-mata bertujuan untuk mendeteksi penggunaan narkoba, tetapi juga sebagai langkah preventif agar seluruh personel tetap berada di jalur yang benar dalam menjalankan tugas. Upaya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Polri harus menjadi contoh dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
“Tidak ada toleransi bagi penyalahgunaan narkoba di institusi ini. Jika ada yang terbukti positif, mereka akan menjalani proses hukum dan disipliner sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Kapolresta Banyuwangi juga menambahkan bahwa pelaksanaan tes urine secara rutin maupun insidentil diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian. “Dengan diadakannya tes urine ini, kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian dapat meningkat,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu bukti konkret bahwa Polresta Banyuwangi serius dalam mendukung program perang melawan narkoba yang dicanangkan pemerintah. “Hal ini juga merupakan salah satu cara dalam menunjukkan komitmen perang melawan narkoba,” tandas Kapolresta Banyuwangi.
Dengan digelarnya tes urine secara mendadak tersebut, Polresta Banyuwangi menegaskan sikap tegas dan konsisten dalam menjaga integritas serta marwah institusi Polri. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan bebas dari narkoba.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar