Breaking News
light_mode

Hebat! OJK Salurkan Rp117 Miliar untuk 5635 Nelayan Banyuwangi, Begini Dampaknya bagi Usaha Pesisir

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – toritas Jasa Keuangan Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan di Banyuwangi. Kali ini, ribuan nelayan Banyuwangi berhasil difasilitasi memperoleh akses pembiayaan resmi guna memperkuat dan mengembangkan usaha mereka.

Langkah tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat pesisir. Selama ini, banyak nelayan menghadapi keterbatasan modal sehingga sulit meningkatkan kapasitas usaha maupun menambah pendapatan.

Melalui program Stop Rentenir “Osing”, OJK mendorong nelayan untuk tidak ragu memanfaatkan layanan bank. Nama program ini berasal dari kalimat Ojo Isin Isun Ngamprah Ning Bank yang berarti Jangan Malu Pinjam ke Bank.

Program ini bertujuan memutus ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman tidak resmi dengan bunga tinggi. Kehadiran akses pembiayaan formal diharapkan menciptakan usaha yang lebih sehat dan stabil.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 5635 nelayan Banyuwangi telah menerima fasilitas pendanaan dari berbagai bank. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp117 miliar.

Nilai tersebut menjadi dorongan besar bagi pengembangan ekonomi pesisir. Modal usaha yang cukup dapat membantu nelayan memperluas aktivitas produktif dan meningkatkan daya saing.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berharap program tersebut dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

“Kami berharap program OJK yang membuka akses keuangan bagi para nelayan daerah terus berlanjut. Kalau bisa berlanjut bagi pelaku usaha non formal lainnya di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk saat bertemu Tim OJK Jember di Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis, (16/04/2026).

Kepala OJK Jember, Aris, menjelaskan rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu alasan nelayan mudah terjebak rentenir. Karena itu, edukasi dan pendampingan terus dilakukan bersamaan dengan akses modal.

“Program ini untuk mencegah masyarakat tidak ke rentenir untuk mendapat pembiayaan. Dengan program Osing, masyarakat pesisir bisa terakses pembiayaan bahkan bisa melakukan hilirisasi ekonomi selain mencari ikan di laut,” terang Aris.

Melalui konsep hilirisasi ekonomi, nelayan tidak hanya mengandalkan hasil tangkap. Mereka dapat menciptakan nilai tambah dari produk yang dimiliki sehingga pendapatan menjadi lebih beragam.

Peluang usaha turunan yang bisa berkembang antara lain:

  • Pengolahan seafood
  • Penjualan produk beku
  • UMKM kuliner laut
  • Budidaya ikan
  • Jasa wisata laut

Selain sektor perikanan, OJK juga membidik penguatan ekosistem keuangan di bidang pariwisata Banyuwangi. Potensi wisata daerah dianggap sangat besar dan membutuhkan dukungan pembiayaan yang tepat.

“Kami siap mendukung pariwisata Banyuwangi dengan cara mendukung para stakeholder wisata,” pungkas Aris.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan OJK diharapkan mampu menciptakan ekonomi Banyuwangi yang semakin kuat. Program seperti ini menjadi bukti bahwa akses keuangan bisa mengubah kehidupan masyarakat secara nyata.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspektorat Banyuwangi Sosialisasi Peraturan Gratifikasi

    Inspektorat Banyuwangi Sosialisasi Peraturan Gratifikasi

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemkab Banyuwangi terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui pengendalian gratifikasi. Salah satunya dengan mensosialisasikan dan melakukan edukasi perubahan peraturan tentang Gratifikasi yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeluarkan Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2026 tentang Gratifikasi. Peraturan itu menjadi pedoman bagi penyelenggara negara dan aparatur sipil negara […]

  • HPN 2026 di Banyuwangi, Polresta Ngopi Bareng Insan Pers Tingkatkan Sinergi Strategis

    HPN 2026 di Banyuwangi, Polresta Ngopi Bareng Insan Pers Tingkatkan Sinergi Strategis

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Polresta Banyuwangi menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 melalui acara ngopi bareng insan pers, Senin (09/02/2026), di Hotel Aston Banyuwangi. Acara ini dikemas dalam format tasyakuran sekaligus silaturahmi yang menghadirkan suasana akrab dan hangat antara jajaran Polresta dan komunitas media. Mengangkat tema nasional, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, kegiatan ini bertujuan […]

  • Gas Melon Langka di Banyuwangi, DPRD Tekan Pertamina Perketat Distribusi dan Tambah Kuota

    Gas Melon Langka di Banyuwangi, DPRD Tekan Pertamina Perketat Distribusi dan Tambah Kuota

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kelangkaan LPG 3 Kg kembali menjadi sorotan di Banyuwangi menjelang hingga setelah perayaan Lebaran 2026. Kondisi ini memicu respons cepat dari Komisi II DPRD Banyuwangi yang mendesak adanya pengawasan distribusi gas subsidi secara lebih ketat. Isu tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat yang menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan […]

  • Kolaborasi Dinas, Jebeng Thulik, dan Peneliti Dorong Pelestarian Budaya Partisipatif di Kemiren

    Kolaborasi Dinas, Jebeng Thulik, dan Peneliti Dorong Pelestarian Budaya Partisipatif di Kemiren

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Upaya pelestarian budaya terus dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Hal ini terlihat dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang digelar di Aula Adat Desa Kemiren, Banyuwangi, Minggu (19/4), pukul 09.00–16.00 WIB. Mengusung tema “Strategi Kolaborasi Masyarakat, Akademisi, dan Pemerintah dalam Pelestarian Budaya Berbasis Partisipasi”, kegiatan ini menjadi […]

  • Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara Dorong ASDP Buka Posko Pengaduan di Pelabuhan Ketapang

    Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara Dorong ASDP Buka Posko Pengaduan di Pelabuhan Ketapang

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mendorong ASDP bersama stakeholder penyeberangan membentuk Posko Pengaduan di Pelabuhan Ketapang. Posko tersebut dinilai penting sebagai wadah pengguna jasa menyampaikan keluhan agar persoalan di lapangan dapat segera ditangani. Made menyampaikan usulan tersebut muncul setelah memediasi aksi puluhan sopir truk logistik yang memblokade akses keluar Pelabuhan […]

  • 75 Paskibraka Kabupaten Banyuwangi Resmi Dikukuhkan untuk Bertugas

    75 Paskibraka Kabupaten Banyuwangi Resmi Dikukuhkan untuk Bertugas

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) resmi dikukuhkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Sabtu malam (15/8/2026). Para anggota Paskibraka ini akan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Taman Blambangan pada 17 Agustus 2026 besok. “Selamat anak-anakku. Kalian sudah terpilih untuk menjalankan amanah ini,” kata […]

expand_less