Dari Desa ke Pasar Lebih Luas, Program Wenak Banyuwangi Perkuat Warung Rakyat di 2026
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memperkuat sektor usaha kecil kembali dibuktikan melalui keberlanjutan Program Wenak Banyuwangi. Program Warung Naik Kelas yang diinisiasi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro di berbagai wilayah pedesaan.
Sejak diluncurkan pada 2021 hingga 2025, sebanyak kurang lebih 1.559 warung rakyat telah memperoleh bantuan alat usaha. Program ini difokuskan untuk mendorong warung rakyat naik kelas agar lebih produktif dan mampu memperluas jangkauan pasar.
Pada Senin, (23/02/2026), bantuan kembali disalurkan kepada warga Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo. Salah satu penerima adalah Saimah (57), pelaku usaha rumahan yang telah dua tahun memproduksi aneka camilan tradisional.
Produk yang dihasilkan Saimah meliputi:
-
Marning jagung
-
Keripik pisang
-
Kacang pletek
-
Ladrang
Usaha tersebut dirintis secara mandiri dengan peralatan sederhana. Melalui bantuan usaha mikro dari Program Wenak Banyuwangi, Saimah kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas produksi.
Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian terhadap potensi usaha kecil yang belum tergarap maksimal. Banyak pelaku usaha sebenarnya memiliki semangat dan kemampuan, namun terbatas dari sisi sarana.
“Makanya kita dorong melalui program Wenak. Mudah-mudahan dengan bantuan alat usaha ini, usahanya semakin lancar dan bisa semakin berkembang,” kata Ipuk.
Setiap penerima bantuan memperoleh dukungan modal sebesar Rp1 juta. Dana tersebut dapat digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan usaha, mulai dari perbaikan alat, penambahan stok, hingga peningkatan kualitas produksi. Selain itu, pemerintah juga membantu pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar usaha memiliki legalitas resmi.
“Program WeNak memang ditujukan bagi usaha mikro yang berasal dari keluarga kurang mampu. Data penerima diusulkan oleh desa atau kelurahan, lalu diverifikasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan,” sambung Ipuk.
Bagi Saimah, bantuan tersebut sangat berarti. Beberapa alat memasak sudah tidak layak pakai sehingga menghambat proses produksi camilan.
“Alhamdulillah. Kebetulan ada perlatan memasak saya yang mulai rusak. Dengan bantuan ini, saya tidak perlu membeli lagi peralatan yang rusak,” kata Saimah.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, memastikan bahwa penerima Program Wenak Banyuwangi selalu berganti setiap tahun agar manfaat bantuan usaha mikro dapat dirasakan secara merata.
“Program Wenak ini juga mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Ada sejumlah perusahaan yang menyalurkan CSR-nya untuk Wenak,” kata Nanin.
Keberlanjutan Program Wenak Banyuwangi menjadi strategi konkret dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan dukungan alat, modal, dan legalitas usaha, warung rakyat naik kelas diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga pelaku usaha secara berkelanjutan.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar