OJK Jember Dorong BPR/BPRS Makin Tangguh lewat Evaluasi Kinerja dan Penguatan SDM
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus memperkuat ketahanan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) melalui evaluasi kinerja serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan industri BPR/BPRS tetap sehat, adaptif, kompetitif, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Semester I Tahun 2026 serta Penguatan Kapasitas Pegawai BPR/BPRS di Yogyakarta, Rabu (15/07/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan OJK Jember tersebut diikuti pengurus dan pegawai BPR/BPRS dari wilayah kerja OJK Jember yang mencakup kawasan Sekarkijang, yakni eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang. Forum tersebut mengusung tema Align, Learn & Transform: Menyelaraskan Kinerja, Menguatkan Kapasitas, dan Mendorong Transformasi Berkelanjutan dalam Mewujudkan Industri BPR/BPRS yang Sehat, Tangguh, Adaptif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, OJK Jember tidak hanya melakukan evaluasi terhadap pencapaian industri selama semester pertama 2026, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pegawai sebagai bagian penting dari keberlanjutan bisnis lembaga keuangan. Penguatan kapasitas pegawai BPR/BPRS menjadi bagian dari implementasi Blueprint Pengembangan Sumber Daya Manusia Sektor Jasa Keuangan (SDM SJK).
Program tersebut diarahkan untuk membangun SDM yang profesional, kompeten, berintegritas, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan. Kebutuhan terhadap SDM yang berkualitas dinilai semakin penting karena industri jasa keuangan menghadapi tantangan yang kompleks dan dinamis, baik dari sisi teknologi, persaingan usaha, kebutuhan konsumen, maupun tuntutan terhadap tata kelola lembaga.
Kepala OJK Jember Aris Budiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak dapat dipisahkan dari perbaikan kinerja dan tata kelola BPR/BPRS. Menurut Aris, kapasitas pegawai menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan operasional dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan daerah.
“SDM yang unggul menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, serta mendorong inklusi keuangan yang lebih luas, khususnya di daerah,” kata Aris.
Dalam kegiatan tersebut, Aris juga memaparkan perkembangan kinerja industri BPR/BPRS di wilayah Sekarkijang hingga Mei 2026. Penyaluran kredit tercatat mencapai Rp2,17 triliun atau tumbuh 4,28 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa BPR/BPRS masih memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dan dunia usaha. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi kontributor terbesar terhadap penyaluran kredit, mencerminkan kuatnya kebutuhan pembiayaan untuk aktivitas perdagangan di wilayah kerja OJK Jember.
Berdasarkan wilayah, kontribusi penyaluran kredit terbesar berasal dari Kabupaten Jember dengan nilai Rp989,58 miliar. Kabupaten Banyuwangi berada di posisi berikutnya dengan penyaluran sebesar Rp267,08 miliar.
Pertumbuhan pembiayaan tersebut menjadi peluang yang terus didorong OJK agar dapat memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian daerah. OJK Jember mendorong BPR/BPRS untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran pembiayaan yang produktif dan tepat sasaran, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
UMKM dinilai memiliki posisi penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, penguatan peran BPR/BPRS diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan penyaluran kredit, tetapi juga memastikan pembiayaan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.
Selain membahas perkembangan kinerja, evaluasi OJK Jember juga menyoroti sejumlah aspek strategis yang berpengaruh terhadap kesehatan dan keberlangsungan usaha BPR/BPRS. Beberapa agenda utama yang dibahas meliputi penguatan permodalan, penerapan tata kelola yang baik, pelindungan konsumen, serta penyusunan rencana aksi keuangan berkelanjutan.
Evaluasi tersebut menjadi ruang bagi BPR/BPRS untuk mengidentifikasi berbagai tantangan, melakukan perbaikan, dan menyusun langkah strategis menghadapi dinamika industri jasa keuangan. Penguatan kelembagaan juga dipandang penting agar BPR/BPRS memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan kebutuhan masyarakat.
OJK meyakini bahwa pertumbuhan industri BPR/BPRS harus dibangun melalui sinergi berbagai aspek. Penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi SDM, penerapan tata kelola yang baik, dan pelindungan konsumen menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Dengan fondasi tersebut, BPR/BPRS diharapkan mampu terus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang semakin berkualitas, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ke depan, OJK Jember akan terus mendorong pengembangan industri BPR/BPRS yang sehat, kuat, berintegritas, adaptif, dan berdaya saing. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sekarkijang.*






Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar