Banyuwangi Perkuat Deteksi Dini: Skrining TBC Serentak dan Pendampingan Kader di Seluruh Wilayah
- account_circle Prosiber
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menguatkan langkah pencegahan tuberkulosis melalui skrining TBC Banyuwangi yang dilaksanakan secara serentak di 25 puskesmas. Program ini menjadi lanjutan dari kegiatan jemput bola oleh kader posyandu yang lebih dulu bergerak di berbagai wilayah untuk mendeteksi gejala TBC sedini mungkin. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka penularan sekaligus mempercepat penanganan pasien.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa semakin cepat gejala ditemukan, semakin besar peluang penanganan berlangsung efektif. Pada Rabu, 12 November 2025, Ipuk meninjau langsung kegiatan skrining di Puskesmas Mojopanggung, Kecamatan Giri. Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menyampaikan, “Dengan deteksi dini TBC, maka semakin cepat ditangani dan penularan semakin ditekan.” Pernyataan itu menggambarkan fokus pemerintah daerah terhadap percepatan penanggulangan TBC.
Selain skrining TBC Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat. Menurut Ipuk, menjaga gizi, mengurangi kebiasaan merokok, dan memperbaiki sanitasi lingkungan menjadi bagian penting dalam pencegahan. Ipuk mengatakan, “Menjaga gizi, pola hidup sehat, mengurangi kebiasaan merokok, serta masalah sanitasi ini harus menjadi perhatian bersama.” Pemerintah daerah juga melakukan pendampingan kebersihan lingkungan rumah keluarga pasien agar pengobatan berjalan lebih efektif.
Komitmen penanganan penyakit TBC semakin ditegaskan bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November. Pemkab Banyuwangi menyalurkan bantuan sembako kepada para pasien TBC dari keluarga pra sejahtera sebagai bagian dari rangkaian Belanja Cantik 11 November. Program ini melibatkan ASN serta berbagai organisasi masyarakat yang berbelanja di warung rakyat untuk kemudian diberikan kepada warga pra sejahtera.
Bupati Ipuk menjelaskan bahwa pada bulan November bantuan Belanja Cantik disalurkan tidak hanya untuk anak stunting dan keluarga pra sejahtera, tetapi juga khusus kepada pasien TBC. “Khusus bulan November, belanja cantik kami salurkan selain kepada anak stunting dan keluarga pra sejahtera, juga kami berikan kepada pasien TB dan pasien yang membutuhkan,” ujar Ipuk.
Dari sisi teknis, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan pentingnya edukasi sanitasi rumah dan sirkulasi udara sebagai upaya mencegah penularan antarkeluarga. Beberapa rumah warga masih minim cahaya matahari, dan Dinas Kesehatan melakukan bantuan berupa pemasangan genteng kaca agar ruangan lebih sehat. Amir mengatakan, “Ada beberapa rumah yang sirkulasinya tidak baik, kami bantu genteng kaca agar ada sinar matahari yang masuk. Kami edukasi juga di lingkungan mereka, agar anggota keluarga tidak tertular.”
Amir Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya menggerakkan total 11.684 kader posyandu untuk melakukan pencarian kasus aktif. Para kader juga menjadi Pengawas Minum Obat yang memastikan konsumsi obat pasien benar-benar tuntas. Pasien positif mendapatkan pengobatan rutin dari puskesmas, sementara kontak erat tanpa gejala diberikan terapi pencegahan tuberkulosis.
Amir menyampaikan bahwa hingga kini belum ditemukan kasus kematian akibat TBC di Banyuwangi. Pemerintah daerah terus menekankan pentingnya rumah yang sehat dengan sirkulasi udara baik, cahaya matahari masuk, serta kedisiplinan pengobatan. Untuk pasien TBC resisten obat, RSUD Blambangan telah menyediakan ruangan dan tenaga medis khusus.
Salah satu pasien TBC, Suhaimi berusia 57 tahun dari Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, mengatakan bahwa dirinya sudah menjalani pengobatan rutin selama tiga bulan. Suhaimi menerima obat gratis yang diantarkan langsung oleh petugas puskesmas ke rumahnya. “Semua pengobatan gratis, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tidak ada biaya sepeserpun. Saya juga sempat dirawat inap empat hari awal-awal dinyatakan TB, dan petugas rutin datang memantau ke rumah,” ungkap Suhaimi.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar