Breaking News
light_mode

Pemerintah Pusat Kembali Pilih Banyuwangi Jadi Pilot Project Pengentasan Kemiskinan Nasional Setelah Sukses Digitalisasi Perlinsos

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Banyuwangi kembali dipercaya pemerintah pusat menjadi daerah percontohan nasional dalam penanganan kemiskinan. Setelah sukses menjadi pilot project digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos), kini Kementerian Sosial (Kemensos) memilih Banyuwangi sebagai lokasi piloting Program Pemberdayaan dan Pengentasan Sosial Ekonomi (PPSE).

Program ini akan mengembangkan model pemberdayaan keluarga penerima manfaat (KPM) agar tidak hanya bergantung pada bantuan sosial (bansos), tetapi mampu meningkatkan kapasitas ekonomi, memiliki aset, memperoleh akses usaha, hingga mandiri dan graduasi dari bansos. Model yang dikembangkan di Banyuwangi nantinya dapat menjadi pembelajaran dan direplikasi daerah lain di Indonesia.

Penunjukan Banyuwangi sebagai lokasi piloting tersebut disampaikan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan, saat Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan jajaran perangkat daerah di Banyuwangi, pada Jumat (21/8/2026).

Menurut Andy, kepercayaan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Banyuwangi menjalankan piloting digitalisasi Perlinsos yang kini telah diperluas ke 43 kabupaten/kota se-Indonesia.

Atas capaian tersebut, lanjut Andy, Kemensos kembali memilih Banyuwangi sebagai lokasi percontohan untuk mengembangkan model pemberdayaan dalam pengentasan kemiskinan.

“Model pengentasan kemiskinan ini tidak bisa kita uji di banyak tempat secara bersamaan, harus fokus di lokasi tertentu. Oleh karena itu, kami memilih Banyuwangi sebagai model percontohan harapannya kesuksesan Perlinsos terulang lagi di sini,” ujarnya.

Salah satu program yang akan dikembangkan adalah PPSE, yakni program pemberdayaan yang mencakup aspek sosial dan ekonomi melalui pendekatan individu maupun kelompok. Program ini dilakukan melalui penguatan kemampuan, kepemilikan aset, dan akses untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

“Sasaran programnya mencakup KPM penerima PKH, Sembako, dan ATENSI, serta orang tua siswa Sekolah Rakyat (SR). Prioritas diberikan kepada masyarakat yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1-4, berusia 19-64 tahun, serta telah menjadi penerima PKH dan/atau Sembako minimal selama satu tahun,” ujar Andy.

KPM yang telah memiliki rintisan usaha akan mendapat prioritas karena program diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi yang sudah berjalan. Selain itu, program juga dapat diberikan kepada masyarakat yang mengalami risiko sosial sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Andy menjelaskan, berdasarkan pemetaan ekosistem kemiskinan di Banyuwangi, terdapat dua aspek utama yang berpengaruh terhadap penurunan angka kemiskinan, yakni aspek sektoral dan manajerial.

Dari sisi sektoral, pemberdayaan di bidang pertanian serta penciptaan lapangan kerja formal menjadi faktor penting. Menurutnya, bansos tetap penting bagi masyarakat rentan, namun pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan membutuhkan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Oleh karena itu, strategi pemberdayaan masyarakat dan kemudahan investasi jauh lebih signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan,” tambah Andy.

Sementara dari sisi manajerial, ketepatan data menjadi faktor yang sangat krusial. Banyuwangi sendiri sudah biasa menggunakan data dalam penanganan kemiskinan

“Ketepatan data menjadi faktor dominan. Penguatan intervensi berbasis data, seperti integrasi dengan sistem UGD Kemiskinan Banyuwangi, signifikan menurunkan angka kemiskinan,” sambungnya.

Untuk menyusun model tersebut, Kemensos telah menerjunkan tim dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat guna melakukan pemetaan dan menyusun model pengentasan kemiskinan berbasis riset komprehensif di Banyuwangi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ipuk menyatakan siap menindaklanjuti rekomendasi teknis dari Kemensos. Angka kemiskinan di Banyuwangi kini turun di angka 6,13 persen.

“Ini menjadi PR bagi Banyuwangi atas kepercayaan dari pusat. Kami yakin program ini akan bermanfaat bagi warga, tidak hanya bansos namun juga ada penguatan dan peningkatan kapasitas ekonomi rakyat,” kata Ipuk. (*)

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karnaval Kebangsaan Banyuwangi 2026 Berlangsung Meriah dengan Pesona Budaya Nusantara

    Karnaval Kebangsaan Banyuwangi 2026 Berlangsung Meriah dengan Pesona Budaya Nusantara

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Banyak cara dilakukan warga bangsa Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaannya. Masyarakat Banyuwangi memeriahkannya dengan membuat karnaval kebangsaan yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai wilayah. Karnaval Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, berlansgung Kamis pagi (13/8/2026). Ribuan penonton memadati rute sepanjang 2,5 kilometer untuk menyaksikan parade yang memamerkan kekayaan budaya dan keragaman […]

  • Kemacetan Ketapang-Gilimanuk Gerus Pendapatan Pengusaha Bus dan Truk, Organda Sebut Penumpang Turun 40 Persen

    Kemacetan Ketapang-Gilimanuk Gerus Pendapatan Pengusaha Bus dan Truk, Organda Sebut Penumpang Turun 40 Persen

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kemacetan yang berulang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, terus memicu dampak ekonomi bagi sektor transportasi darat. Tidak hanya menghambat distribusi logistik, antrean panjang kendaraan juga menyebabkan pendapatan pengusaha bus, perusahaan angkutan barang, hingga para sopir truk mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi penanganan kemacetan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang digelar […]

  • Pengelolaan Sampah Banyuwangi Tuai Apresiasi Global, Clean Rivers Uni Emirat Arab Turun Tangan

    Pengelolaan Sampah Banyuwangi Tuai Apresiasi Global, Clean Rivers Uni Emirat Arab Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun sistem pengelolaan sampah sirkular kembali memperoleh perhatian internasional. Kali ini, apresiasi datang dari Clean Rivers, organisasi nirlaba global yang berbasis di Uni Emirat Arab. Clean Rivers menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Banyuwangi. Dukungan ini tidak terlepas dari konsistensi […]

  • AHY Tinjau Pasar Banyuwangi, Tekankan Keselamatan Kerja dan Dampak Ekonomi

    AHY Tinjau Pasar Banyuwangi, Tekankan Keselamatan Kerja dan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres revitalisasi Pasar Banyuwangi di Jawa Timur pada Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam kunjungannya, AHY tampil mengenakan kemeja hijau army lengkap dengan alat pelindung diri (APD), menyusuri area proyek yang tengah digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). […]

  • HUT Perhutani Ke-65 Jadi Momentum Evaluasi, Sonny Danaparamita Dorong Perbaikan Kinerja dan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Hutan

    HUT Perhutani Ke-65 Jadi Momentum Evaluasi, Sonny Danaparamita Dorong Perbaikan Kinerja dan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Hutan

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Perum Perhutani menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan hutan di Indonesia. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, dalam keterangannya pada Minggu (29/03/2026). Sonny T. Danaparamita menilai, usia Perhutani yang telah melampaui enam dekade seharusnya menjadi dasar kuat untuk memperkuat […]

  • Long Weekend Banyuwangi 2026 Diserbu 47 Ribu Wisatawan, Hotel Full dan Destinasi Wisata Padat Pengunjung

    Long Weekend Banyuwangi 2026 Diserbu 47 Ribu Wisatawan, Hotel Full dan Destinasi Wisata Padat Pengunjung

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai salah satu tujuan favorit wisata di Indonesia saat momen libur panjang. Selama periode long weekend Kenaikan Isa Al-Masih pada 14-17 Mei 2026, ribuan wisatawan memadati berbagai destinasi wisata hingga penginapan di ujung timur Pulau Jawa tersebut. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat total kunjungan wisatawan mencapai […]

expand_less