Ramadan Penuh Berkah, REI Banyuwangi Berbagi Santunan Anak Yatim dan Tuai Apresiasi Pemkab
- account_circle Prosiber
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Komisariat Banyuwangi untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Melalui kegiatan sosial berupa buka puasa bersama dan santunan anak yatim, organisasi para pengembang perumahan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitar.
Kegiatan bertajuk kebersamaan Ramadan tersebut digelar di Kokoon Hotel Banyuwangi pada Kamis (12/03/2026). Acara ini dihadiri sejumlah pengembang yang tergabung dalam REI Banyuwangi, perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta tamu undangan lainnya.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Selain menjadi momen berbagi, acara ini juga menjadi ruang silaturahmi antara pelaku usaha sektor properti dengan pemerintah daerah serta masyarakat.
Ketua REI Komisariat Banyuwangi, Rindar Suhardiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi di bulan Ramadan telah menjadi agenda rutin organisasi. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud tanggung jawab sosial dari para pengembang yang tergabung dalam REI Banyuwangi.
Menurut Rindar Suhardiansyah, sektor properti tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti perumahan dan kawasan hunian, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Rindar Suhardiansyah menegaskan bahwa para anggota REI Banyuwangi ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial tempat mereka beraktivitas. Oleh karena itu, kegiatan santunan anak yatim menjadi salah satu bentuk kepedulian yang terus dijaga setiap tahun.
Dalam kegiatan tersebut, santunan diberikan secara simbolis kepada sepuluh anak yatim piatu yang hadir sebagai perwakilan penerima bantuan. Bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan kebahagiaan serta dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan santunan juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pengembang perumahan dengan masyarakat Banyuwangi. REI Banyuwangi berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat hubungan sosial yang harmonis.
Kegiatan sosial tersebut juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi.
Cahyanto Hendri Wahyudi menyampaikan bahwa sektor properti memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurut Cahyanto Hendri Wahyudi, pembangunan sektor properti tidak hanya berdampak pada penyediaan hunian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Cahyanto Hendri Wahyudi juga menilai kepedulian sosial dari para pelaku usaha seperti yang dilakukan REI Banyuwangi menjadi nilai penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan pembangunan yang inklusif serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Acara buka puasa bersama tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang memberikan pesan-pesan keagamaan kepada para peserta. Tausiyah tersebut menjadi pengingat pentingnya berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial selama bulan Ramadan.
Setelah tausiyah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Para peserta yang hadir terlihat menikmati suasana kebersamaan sembari menunggu azan magrib bersama anak-anak yatim yang menerima santunan.
Melalui kegiatan sosial ini, REI Banyuwangi berharap semangat berbagi di bulan Ramadan dapat terus tumbuh dan menginspirasi berbagai pihak untuk ikut berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar