Prolanis Muda BPJS Kesehatan Banyuwangi Membantu Peserta Usia Produktif Memantau Penyakit Kronis dan Menjaga Kesehatan
- account_circle Prosiber
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal perlu diwaspadai sejak usia produktif. Deteksi dini dan kebiasaan hidup sehat menjadi langkah penting untuk mengenali risiko kesehatan sekaligus mencegah kondisi semakin memburuk.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, mengatakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat memanfaatkan layanan deteksi dini yang tersedia dalam Program JKN. Salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang bisa diakses melalui aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, maupun dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Jangan merasa karena masih muda berarti tidak memiliki risiko penyakit kronis. Skrining ini bisa menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kita. Kalau dari hasilnya ada risiko, jangan ditunda untuk berkonsultasi ke FKTP supaya bisa diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan tindak lanjut yang sesuai,” ujar Masrur saat ditemui Jumat (09/10/2026).
Menurut Masrur, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengetahui risiko penyakit. Peserta juga perlu membangun kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat dan menjalani pemeriksaan secara berkala. Sementara itu, peserta yang telah memiliki penyakit kronis pada usia produktif dapat memanfaatkan Prolanis Muda sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.
“Yang penting bukan hanya mengetahui bahwa kita punya risiko atau penyakit tertentu, tetapi bagaimana kondisi itu bisa dikelola. Melalui Prolanis Muda, peserta usia produktif yang membutuhkan dapat memperoleh pemantauan dan pendampingan sehingga tetap bisa menjaga kesehatannya sambil menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Manfaat mengikuti Prolanis Muda juga dirasakan Siti Rositha (40), peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) asal Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Sebelum bergabung dalam program tersebut, Siti memeriksakan diri ke FKTP karena mengalami sejumlah keluhan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Awalnya saya sering pusing, tengkuk terasa berat, kemudian jari-jari tangan juga sering kesemutan. Waktu diperiksa di FKTP, ternyata tekanan darah dan gula darah saya tinggi. Dari situ saya kemudian dianjurkan untuk mengikuti Prolanis Muda,” cerita Siti.
Setelah bergabung dengan Prolanis Muda di DPP dr. Suswati, Siti mendapatkan kesempatan untuk memantau kondisi kesehatannya secara rutin. Kegiatan yang diikuti tidak hanya berupa pemeriksaan kesehatan, tetapi juga aktivitas bersama dan edukasi mengenai upaya menjaga kesehatan.
“Sekarang setiap bulan saya bisa cek gula darah dan mendapatkan obat untuk kebutuhan satu bulan. Ada juga olahraga bersama dan penyuluhan dari dokter. Jadi saya lebih terdorong untuk rutin memeriksa kesehatan dan lebih tahu apa yang harus saya lakukan untuk menjaga kondisi tubuh,” ungkap Siti.
Bagi Siti, pendampingan melalui Prolanis Muda menjadi bagian dari kebiasaan baru untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh. Pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan membuatnya lebih terdorong untuk menjaga kesehatan di tengah aktivitas sehari-hari.
Siti berharap layanan JKN dan Prolanis Muda terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat usia produktif yang memiliki risiko atau penyakit kronis dapat memperoleh pendampingan kesehatan.
“Harapannya JKN dan Prolanis terus berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang. Kalau Prolanis Muda semakin banyak kegiatannya, saya kira akan bagus, terutama untuk masyarakat usia produktif supaya lebih peduli dan tidak menunggu sakitnya menjadi lebih berat,” pungkas Siti.
Melalui deteksi dini, pemeriksaan berkala, dan pendampingan yang sesuai, peserta usia produktif diharapkan semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pemanfaatan layanan dalam Program JKN juga dapat menjadi langkah untuk membantu peserta mengelola risiko penyakit kronis agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar