Empat Calon Ketua PWI Banyuwangi Ambil Nomor Urut, Konfercab digelar 03 Oktober 2026
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Empat calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi periode 2026-2029 mengikuti pengambilan nomor urut sekaligus sosialisasi visi dan misi menjelang Konferensi Kabupaten (Konferkab) V PWI Banyuwangi. Tahapan tersebut berlangsung di Studio Radio VIS FM Banyuwangi, Senin (28/09/2026), setelah Subahrodin Yusuf secara resmi menyatakan mundur dari pencalonan.
Sebelumnya, berdasarkan hasil verifikasi persyaratan calon Ketua PWI Banyuwangi yang diterbitkan PWI Jawa Timur melalui surat Nomor 160/PP.PWI-JT/IX/2026 tertanggal 22 September 2026, terdapat lima nama yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
Kelima nama tersebut adalah Dedy Jumhardiyanto dari Radio Bintang Tenggara, Gatot Imawan dari Harian Memo X, Hariyadi dari Kabarrakyat.id, Subahrodin Yusuf dari Adatah.com, serta Sandi Sumarsono dari RRI.
Namun, dalam proses penyerahan persyaratan fisik, pengambilan nomor urut kandidat, sekaligus sosialisasi visi dan misi, Subahrodin Yusuf tidak hadir. Saat tahapan tersebut berlangsung, panitia masih mencatat Subahrodin sebagai calon karena surat pengunduran diri secara resmi belum diterima.
Ketua Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Kabupaten Banyuwangi, Ahmad Sahroni, sebelumnya mengatakan panitia tidak mengetahui secara pasti alasan ketidakhadiran Subahrodin Yusuf dalam agenda pengambilan nomor urut.
“Tidak ada konfirmasi absen dalam tahap pengambilan nomor urut,” katanya pada Senin (28/09/2026).
Sahroni saat itu juga menjelaskan bahwa nama Subahrodin masih tercatat sebagai calon Ketua PWI Banyuwangi. Menurut keterangan panitia, Subahrodin sebelumnya memang sempat menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri secara lisan, tetapi belum menyerahkan surat resmi.
“Subahrodin Yusuf masih terdaftar. Kemarin sempat menyatakan sikap secara lisan mau mengundurkan diri dari pencalonan Ketua PWI Banyuwangi, namun hingga saat ini kami belum menerima surat secara resmi,” jelasnya.
Perkembangan selanjutnya, Subahrodin Yusuf memastikan bahwa dirinya telah resmi mundur dari pencalonan Ketua PWI Banyuwangi periode 2026-2029. Keputusan tersebut disampaikan setelah proses penetapan calon dilalui.
Subahrodin menjelaskan terdapat dua alasan utama yang mendasari keputusannya. Pertama, dirinya sebelumnya memiliki tugas untuk mengawal salah satu calon hingga masa penetapan calon Ketua PWI Banyuwangi. Menurut Subahrodin, tugas tersebut telah selesai dilaksanakan.
Alasan kedua berkaitan dengan keputusannya untuk tidak ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua PWI Banyuwangi. Subahrodin menyatakan ingin menjaga komitmennya untuk tetap fokus di Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Banyuwangi.
Dengan pengunduran diri tersebut, tahapan pengambilan nomor urut yang diikuti empat calon menjadi bagian dari proses menuju Konfercab PWI Banyuwangi 2026.
Dalam pengundian nomor urut, Gatot Imawan mendapatkan nomor urut 01, Sandi Sumarsono nomor urut 02, Hariyadi nomor urut 03, sedangkan Dedy Jumhardiyanto mendapatkan nomor urut 04.
Subahrodin juga menyampaikan harapannya kepada empat calon yang telah mengikuti proses penetapan dan pengundian nomor urut. Dia meminta seluruh kandidat tetap menjaga integritas serta marwah organisasi PWI Banyuwangi selama mengikuti proses pemilihan.
“Saya berharap empat calon yang telah mengikuti penetapan dan pengundian nomor urut untuk menjaga integritas dan marwah PWI Banyuwangi. Kalau sudah maju harus siap kalah siap menang,” tuturnya pada Senin 28 September 2026.
Selain kepada para calon, Subahrodin meminta Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Banyuwangi 2026 menjalankan seluruh tahapan dengan mengedepankan sikap netral dan integritas.
Menurut Subahrodin, suasana dalam proses pemilihan Ketua PWI Banyuwangi kali ini dirasakan berbeda dibandingkan pelaksanaan tiga tahun sebelumnya.
“Saya merasa, Karena pemilihan ketua PWI Banyuwangi kali ini atmosfernya beda dengan tiga tahun lalu,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Udin ini.
Sementara itu, Ahmad Sahroni sebelumnya menyampaikan bahwa Konfercab PWI Kabupaten Banyuwangi akan menjadi forum organisasi bagi anggota untuk menentukan Ketua PWI Banyuwangi melalui tahapan yang telah ditetapkan.
Dengan mundurnya Subahrodin Yusuf secara resmi, proses pencalonan kini dilanjutkan oleh empat calon yang telah mengikuti pengundian nomor urut. Keempatnya akan mengikuti tahapan selanjutnya sesuai mekanisme Konfercab PWI Banyuwangi.
Panitia juga diharapkan dapat menjalankan seluruh tahapan secara tertib sesuai ketentuan organisasi. Proses tersebut mencakup pelaksanaan agenda Konfercab hingga pemilihan Ketua PWI Banyuwangi untuk periode 2026-2029.
Ahmad Sahroni sebelumnya berharap seluruh rangkaian persiapan Konfercab dapat berjalan melalui kerja sama seluruh jajaran kepanitiaan. Menurutnya, soliditas panitia menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan terlaksana sesuai agenda kerja.
“Semoga nomor urut yang didapatkan oleh masing- masing calon ini akan menjadi angka keberuntungan bagi mereka.” harapnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa persiapan menuju Konfercab terus dilakukan oleh panitia.
“Berkat kerjasama sama yang solid, pelaksanaan konferkab V PWI Banyuwangi yang akan dilakukan pada tanggal 03 Oktober 2026 mendatang berlangsung sukses.” pungkasnya.
Konfercab V PWI Banyuwangi dijadwalkan menjadi forum organisasi untuk menentukan Ketua PWI Banyuwangi periode 2026-2029. Sebelum agenda tersebut berlangsung, empat calon telah menyelesaikan tahapan pengambilan nomor urut dan sosialisasi visi serta misi.
Dengan demikian, daftar kandidat yang mengikuti pengundian nomor urut terdiri atas Gatot Imawan dengan nomor 01, Sandi Sumarsono nomor 02, Hariyadi nomor 03, dan Dedy Jumhardiyanto nomor 04. Sementara Subahrodin Yusuf tidak lagi menjadi bagian dari kontestasi setelah menyampaikan pengunduran dirinya secara resmi.
Pengunduran diri Subahrodin sekaligus melengkapi klarifikasi atas ketidakhadirannya dalam agenda pengambilan nomor urut. Sebelumnya, panitia belum menerima surat pengunduran diri sehingga statusnya masih tercatat sebagai calon. Setelah pengunduran diri resmi disampaikan, proses pencalonan berlanjut dengan empat kandidat yang telah mengikuti pengundian nomor urut.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar