Breaking News
light_mode

Komisi II DPRD Banyuwangi Pelajari Agrowisata Kota Batu, Siapkan Strategi Sinergi Pertanian dan Pariwisata

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Komisi II DPRD Banyuwangi terus mendorong pengembangan sektor pertanian yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Jawa Timur, guna mempelajari konsep optimalisasi serta sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata yang telah berhasil diterapkan di daerah tersebut. Selasa, (30/06/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Komisi II DPRD Banyuwangi dalam menggali berbagai inovasi yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam agenda tersebut, rombongan memperoleh pemaparan mengenai berbagai program unggulan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Salah satu fokus pembahasan adalah keberhasilan Kota Batu membangun hubungan yang saling menguntungkan antara sektor pertanian dan industri pariwisata melalui pengembangan agrowisata.

Anggota Komisi II DPRD Banyuwangi, Inayanti Kusumasari, SE, menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan Kota Batu menjadi perhatian khusus karena mampu mengintegrasikan dua sektor strategis yang saling mendukung.

“Konsep symbiosis mutualisme antara sektor pertanian dan pariwisata menjadi daya tarik kami berkunjung dan sharing ilmu ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu sehingga nantinya bisa kita implementasikan di Kabupaten Banyuwangi khususnya di wilayah wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Licin dan Kalibaru,” ucap Inayanti Kusumasari saat dikonfirmasi.

Menurut Inayanti Kusumasari, sektor pertanian di Kota Batu tidak hanya berfungsi sebagai penghasil komoditas pangan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung setiap tahunnya. Sebaliknya, sektor pariwisata turut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi kepada petani.

Inayanti Kusumasari menjelaskan bahwa kondisi geografis Kota Batu sangat mendukung berkembangnya sektor pertanian. Udara yang sejuk, tanah yang subur, serta curah hujan yang memadai menjadikan berbagai jenis tanaman hortikultura tumbuh dengan baik.

Berbagai komoditas unggulan seperti apel, kubis, wortel, brokoli, aneka bunga, hingga berbagai jenis buah-buahan menjadi produk andalan yang selama ini menopang perekonomian masyarakat Kota Batu.

“Dengan kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menciptakan cluster-cluster pertanian di setiap desa dan kecamatan,” ucapnya.

Inayanti Kusumasari menerangkan bahwa pembentukan klaster pertanian dilakukan sebagai strategi untuk memaksimalkan potensi agribisnis di setiap wilayah sesuai karakteristik lahannya. Program tersebut juga diarahkan untuk mempercepat hilirisasi hasil pertanian sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Selain meningkatkan kesejahteraan petani, sistem klaster juga dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, mempercepat inovasi pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pendekatan yang terintegrasi.

“Program cluster potensi pertanian ini sebenarnya bisa menjadi contoh untuk diterapkan di Kabupaten Banyuwangi,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa asal Kecamatan Cluring ini.

Menurut Inayanti Kusumasari, salah satu keberhasilan Kota Batu yang patut dicontoh adalah transformasi kawasan pertanian hortikultura menjadi destinasi agrowisata yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan. Kehadiran wisata berbasis pertanian mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi utama sektor pertanian.

“Pertanian yang kuat dan pariwisata bernilai tambah adalah kunci. Ini bukan hanya menekan angka kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga memperkuat daya tahan sosial-ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi II DPRD Banyuwangi juga memperoleh informasi mengenai program terbaru Pemerintah Kota Batu yang sedang mengembangkan konsep pertanian terpadu cerdas.

Program tersebut mengintegrasikan berbagai subsektor seperti pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan yang saling terhubung. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi produksi, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Hasil studi tersebut diharapkan menjadi referensi bagi Komisi II DPRD Banyuwangi dalam merumuskan kebijakan pengembangan sektor pertanian yang terintegrasi dengan pariwisata. Kawasan dataran tinggi seperti Kecamatan Licin dan Kecamatan Kalibaru dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep serupa sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata berbasis alam dan pertanian.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Jeruji, Lahir Karya Berkelas: Batik Lapas Banyuwangi Menjadi Sorotan di Banyuwangi Batik Festival 2025

    Di Balik Jeruji, Lahir Karya Berkelas: Batik Lapas Banyuwangi Menjadi Sorotan di Banyuwangi Batik Festival 2025

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Sibernews – Gelaran Banyuwangi Batik Festival 2025 kembali mencuri perhatian publik. Acara tahunan yang selalu dinanti ini digelar di Taman Blambangan Banyuwangi, menampilkan deretan karya batik khas daerah serta inovasi kreatif dari para pelaku UMKM lokal. Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga wadah bagi para pengrajin untuk memperkenalkan hasil karyanya ke […]

  • Di Balik Deru Roda Baja: Peran Rahasia Kereta Api dalam Ketahanan Nasional

    Di Balik Deru Roda Baja: Peran Rahasia Kereta Api dalam Ketahanan Nasional

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Sejak masa revolusi kemerdekaan hingga pembangunan zaman modern, peran kereta api tidak pernah surut. Rel-rel baja yang membentang di seluruh nusantara telah menjadi nadi kehidupan ekonomi, sosial, dan pertahanan negara. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mempertahankan fungsinya sebagai bagian vital dalam menjaga mobilitas strategis dan keamanan nasional. Vice President Public […]

  • Kunjungan Penumpang Kereta ke Banyuwangi Tertinggi di Wilayah Daop 9

    Kunjungan Penumpang Kereta ke Banyuwangi Tertinggi di Wilayah Daop 9

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pariwisata yang terus tumbuh di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membuat daerah yang dijuluki Sunrise of Java ini, menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan. Ini terlihat dari kunjungan penumpang kereta api ke Banyuwangi tertinggi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Wilayah Daop 9 meliputi daerah tapal kuda di Jawa Timur, mulai dari Kabupaten […]

  • Tradisi Bubak Bumi, Cara Petani Banyuwangi Syukuri Alam dan Sambut Musim Tanam

    Tradisi Bubak Bumi, Cara Petani Banyuwangi Syukuri Alam dan Sambut Musim Tanam

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Memasuki musim tanam, masyarakat petani di Banyuwangi kembali menghidupkan tradisi turun-temurun yang sarat makna spiritual dan sosial, yakni Bubak Bumi. Tradisi ini menjadi bentuk doa bersama dan kenduri sebagai tanda dimulainya masa tanam sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen sebelumnya. Tradisi Bubak Bumi kali ini berlangsung di Dam K Stail, […]

  • Hampir Rampung, Pasar Banyuwangi dan Inggrisan Disiapkan Jadi Magnet Wisata Heritage dan Kuliner Kota

    Hampir Rampung, Pasar Banyuwangi dan Inggrisan Disiapkan Jadi Magnet Wisata Heritage dan Kuliner Kota

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pembangunan Pasar Banyuwangi dan kawasan Asrama Inggrisan yang berada di jantung Kota Banyuwangi kini memasuki tahap akhir. Progres revitalisasi dua bangunan bersejarah tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru berbasis heritage dan kuliner yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Rabu, 21 Januari 2026. Kedua bangunan tersebut […]

  • Dulu Putus Sekolah dan Bekerja di Kebun Kopi, Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Kini Lulus dan Siap Raih Masa Depan

    Dulu Putus Sekolah dan Bekerja di Kebun Kopi, Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Kini Lulus dan Siap Raih Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Sekolah Rakyat Banyuwangi kembali menunjukkan perannya sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program pendidikan yang digagas pemerintah tersebut berhasil mengembalikan semangat belajar para siswa yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah akibat berbagai kendala, terutama faktor ekonomi. Kini, tiga siswa yang sempat putus sekolah berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA dan siap menatap […]

expand_less