Sidak Mendadak di Rogojampi! Polresta Banyuwangi Pastikan Gas Elpiji 3 Kg Aman, Stok Melimpah
- account_circle Prosiber
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebutuhan dasar masyarakat. Melalui kegiatan Sidak Elpiji Banyuwangi, jajaran kepolisian melakukan inspeksi mendadak terhadap jalur distribusi gas subsidi ukuran 3 kilogram di wilayah Kabupaten Banyuwangi pada Kamis, (09/04/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan energi bersubsidi sekaligus memastikan ketersediaan gas Elpiji 3 Kg tetap aman bagi masyarakat yang berhak menerima. Pengawasan ini juga menjadi bentuk perlindungan kepada warga agar tidak dirugikan oleh praktik curang.
Kegiatan sidak dipusatkan di salah satu Stasiun Pengisian Pusat Bulk Elpiji (SPPBE) yang berada di Kecamatan Rogojampi. Di lokasi itu, petugas melakukan serangkaian pemeriksaan secara rinci terhadap seluruh proses distribusi dan pengisian tabung gas.
Pemeriksaan mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
- Akurasi mesin pengisian
- Kondisi jalur pipa distribusi
- Kualitas segel tabung
- Pengambilan sampel berat tabung
- Standar keamanan operasional
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, S.I.K., menjelaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan situasi yang sangat kondusif. Stok tersedia dalam jumlah aman dan proses pengisian telah sesuai standar spesifikasi yang berlaku.
Petugas juga tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran yang merugikan konsumen. Tidak ada pengurangan isi tabung, manipulasi volume, maupun praktik pengoplosan gas subsidi ke tabung non-subsidi.
Berdasarkan data kuota tahun 2026, Kabupaten Banyuwangi memperoleh alokasi sebanyak 18.318.667 tabung atau setara 54.956 Metric Ton. Jumlah tersebut menjadi dasar distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun berjalan.
Sementara itu, hingga Senin, (31/03/2026), realisasi penyaluran telah mencapai 4.903.360 tabung. Angka tersebut setara 108,8 persen terhadap kuota Year To Date (YTD), dengan rata-rata distribusi harian mencapai 63.500 tabung ke seluruh pangkalan aktif.
Meski stok dalam kondisi melimpah, penggunaan gas subsidi tetap dibatasi sesuai aturan. Elpiji 3 kilogram hanya diperuntukkan bagi rumah tangga prasejahtera serta pelaku usaha mikro.
Adapun sektor usaha menengah dan besar yang dilarang menggunakan gas subsidi antara lain:
- Hotel
- Restoran besar
- Usaha binatu (laundry)
- Usaha komersial berskala menengah ke atas
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berjenjang dari agen hingga pengecer. Patroli dialogis dan deteksi dini menjadi strategi utama untuk mencegah penyimpangan distribusi.
“LPG 3 kilogram adalah hak masyarakat prasejahtera yang disubsidi oleh negara, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran. Kami tidak akan mentolerir adanya praktik ilegal, baik itu penimbunan, penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mencekik rakyat, maupun tindakan pengoplosan tabung subsidi ke non-subsidi. Satreskrim telah diperintahkan untuk melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap siapa saja yang berani merugikan masyarakat demi keuntungan pribadi. Kami hadir untuk memastikan keadilan energi dirasakan langsung oleh warga Banyuwangi,” tegas Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.
Menutup kegiatan sidak, Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat agar tidak panik membeli gas secara berlebihan. Warga juga diminta aktif melapor apabila menemukan dugaan kecurangan, kelangkaan buatan, atau harga yang tidak sesuai ketentuan pemerintah.
Kegiatan Sidak Elpiji Banyuwangi ini diharapkan mampu menjaga distribusi tetap lancar, harga stabil, dan kebutuhan energi masyarakat kecil terus terpenuhi tanpa gangguan.








Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar