BEC 2026 Jadi Panggung Budaya Dunia, Puluhan Wisatawan Mancanegara Ikut Berparade di Banyuwangi
- account_circle Prosiber
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ratusan peserta menampilkan kostum artistik yang memadukan unsur seni, sejarah, budaya, dan kreativitas. Setiap penampilan merepresentasikan semangat perjuangan masyarakat Blambangan dalam menghadapi berbagai tantangan sejarah.
Tema Perang Bayu yang diangkat dalam BEC 2026 mengisahkan perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah berdirinya Banyuwangi.
Sejarah Perang Bayu Jadi Daya Tarik Wisatawan Asing
Selain wisatawan yang ikut tampil dalam parade, BEC 2026 juga menarik perhatian wisatawan mancanegara yang hadir sebagai penonton. Salah satunya Cynthia, wisatawan asal Belanda, yang mengaku kagum dengan kreativitas para talent serta sejarah yang diangkat dalam pertunjukan.
“Amazing, sangat kagum dengan kostumnya yang megah. Yang paling menarik adalah history yang diangkat pada pertunjukan ini, semuanya bagus dan indah. Saya juga bahagia, orang-orang di sini ramah, suatu saat saya akan ke sini lagi,” kata Cynthia.
Menurut Cynthia, kekuatan BEC tidak hanya terletak pada kemegahan kostum. Cerita sejarah yang menjadi dasar tema parade membuat pertunjukan tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.
Memasuki penyelenggaraan ke-14, Banyuwangi Ethno Carnival terus berinovasi dalam mengemas budaya lokal menjadi pertunjukan yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Kekayaan tradisi Banyuwangi dipadukan dengan konsep pertunjukan modern sehingga mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
BEC 2026 melalui tema Perang Bayu menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi jembatan pertemuan antarbangsa. Ketika wisatawan dari berbagai negara turut mengenakan kostum, berparade, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal, festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengalaman dan pemahaman budaya.
Dengan dukungan ratusan talent, ribuan penonton, serta keterlibatan peserta dari berbagai negara, BEC 2026 semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah di Indonesia yang konsisten mengembangkan budaya sebagai kekuatan pariwisata.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar