Kolaborasi Banyuwangi InJourney Jadi Kunci Penguatan Wisata dan Transportasi Udara
- account_circle Prosiber
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Banyuwangi terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor pariwisata dan transportasi udara. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi menjalin kerja sama strategis dengan InJourney, holding BUMN yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata, sebagai langkah mempercepat pertumbuhan kunjungan wisatawan dan peningkatan konektivitas penerbangan. Kerja sama ini diyakini menjadi tonggak penting dalam pengembangan potensi wisata daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut. Selasa, 13 Januari 2026.
Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Direktur Utama InJourney Maya Watono di Jakarta. Kolaborasi ini dirancang untuk jangka waktu tiga tahun ke depan dan difokuskan pada penguatan ekosistem pariwisata serta penerbangan yang berkelanjutan.
InJourney menilai Banyuwangi memiliki daya tarik yang sangat besar untuk dikembangkan. Sebagai holding BUMN yang membawahi sektor bandara, maskapai, hingga destinasi wisata, InJourney melihat Banyuwangi sebagai wilayah dengan kesiapan yang matang, baik dari sisi konektivitas maupun program pengembangan pariwisata.
“Ini merupakan kerjasama pertama kami dengan pemerintah daerah. Kami sangat excited sekali,” ujar Direktur Utama InJourney Maya Watono.
Maya Watono menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi besar negara dalam memperkuat sektor pariwisata dan penerbangan nasional. Tim InJourney telah melakukan peninjauan langsung ke Banyuwangi dan menemukan banyak peluang konkret yang dapat segera direalisasikan.
“Potensi di Banyuwangi sangat luar biasa. Dari tim kami sudah melihat kesana. Ada banyak yang bisa dikerjakan. Tangible untuk dilakukan,” tegas Maya Watono.
Berdasarkan hasil penilaian internal InJourney, sektor pariwisata Banyuwangi memperoleh skor yang cukup tinggi. Bahkan, nilainya disebut melampaui sejumlah destinasi wisata super prioritas yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Penilaian tersebut mencakup aspek konektivitas penerbangan, kesiapan destinasi, hingga program pendukung pariwisata.
Optimisme InJourney juga tercermin dari target jangka menengah yang disampaikan. Maya Watono meyakini Bandara Banyuwangi berpeluang mencapai satu juta penumpang pesawat per tahun jika pengembangan dilakukan secara konsisten dan terintegrasi.
“Dari berbagai indikator ini, saya yakin akan bisa road to one million (mencapai satu juta penumpang pesawat per tahun). Ini possible (memungkinkan),” kata Maya Watono.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kolaborasi tersebut. Keterlibatan InJourney dinilai sangat relevan dengan misi Banyuwangi yang selama ini aktif membangun sektor pariwisata berbasis alam, budaya, dan ekonomi kerakyatan.
“Kerjasama ini tidak semata-mata hanya meningkatkan kunjungan melalui bandara di Banyuwangi. Tapi, juga untuk meningkatkan destinasi wisata, UMKM hingga seni budaya di Banyuwangi ikut terangkat,” terang Ipuk Fiestiandani.
Ipuk Fiestiandani berharap kerja sama ini juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan kembali penerbangan internasional. Sebelum pandemi Covid-19, Bandara Banyuwangi sempat melayani rute internasional menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Saat ini, status bandara tersebut telah kembali difungsikan sebagai bandara internasional.
“Kami terus berusaha untuk pecah telor supaya penerbangan internasional segera bisa dioperasionalkan kembali di Bandara Banyuwangi. Kami membidik penerbangan untuk jamaah umroh, semoga tidak dalam waktu lama bisa terwujud,” harap Ipuk Fiestiandani.
Saat ini, Bandara Banyuwangi melayani penerbangan harian menuju Jakarta, serta rute ke Surabaya dan Lombok. Frekuensi penerbangan tersebut terus ditingkatkan seiring dengan penguatan sektor pariwisata Banyuwangi yang dikenal dengan Kawah Ijen dan ombak kelas dunia di Pantai G Land.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar