Breaking News
light_mode

SMSI Gandeng Mahkamah Agung Cetak Ribuan Mediator Bersertifikat untuk Kurangi Penumpukan Perkara

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengambil langkah strategis dalam mendukung upaya reformasi penyelesaian sengketa di Indonesia melalui penguatan budaya mediasi. Organisasi perusahaan media siber terbesar di Tanah Air tersebut mengajukan kerja sama kepada Mahkamah Agung (MA) untuk mencetak ribuan mediator bersertifikat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Selasa (17/06/2026).

Gagasan tersebut disampaikan langsung saat jajaran pengurus SMSI melakukan audiensi dengan Mahkamah Agung RI di Gedung MA, Jakarta. Rombongan SMSI diterima langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., dalam pertemuan yang membahas penguatan budaya mediasi nasional sebagai salah satu solusi mengurangi penumpukan perkara di pengadilan.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari surat resmi Nomor 0180/SMSI-Pusat/VI/2026 tertanggal 15 Juni 2026 mengenai usulan kerja sama melalui Program Pendidikan dan Pelatihan Mediator Bersertifikat.

Ketua Umum SMSI Firdaus menjelaskan bahwa media siber memiliki posisi strategis dalam menjembatani informasi hukum kepada masyarakat. Karena itu, SMSI ingin berkontribusi lebih luas dalam membangun kesadaran publik terkait penyelesaian konflik melalui jalur damai.

“SMSI berinisiatif agar perwakilan-perwakilan SMSI di daerah dapat menjadi bagian dari program mediator yang dicanangkan MA,” ujar Firdaus.

Menurut Firdaus, mediasi merupakan instrumen penting dalam menciptakan penyelesaian konflik yang lebih cepat, efektif, dan berorientasi pada perdamaian dibandingkan proses litigasi yang panjang.

Firdaus menegaskan SMSI siap mendukung visi Ketua Mahkamah Agung dalam membumikan budaya mediasi di Indonesia. Dengan jaringan 3.181 perusahaan media siber yang tersebar di 35 provinsi, SMSI optimistis dapat menjadi penggerak edukasi publik mengenai pentingnya penyelesaian sengketa melalui dialog dan musyawarah.

“Kami ingin menyambut visi Ketua MA, Prof. Sunarto, untuk membumikan budaya mediasi ini di Indonesia. Melalui jaringan 3.181 perusahaan media siber di 35 provinsi, SMSI berkomitmen menjadi motor edukasi publik agar masyarakat memahami bahwa penyelesaian sengketa tidak harus berakhir dengan menang atau kalah, tetapi dapat ditempuh melalui jalan damai dan musyawarah,” tandas Firdaus.

Dalam program yang diusulkan, pelatihan mediator bersertifikat akan mengadopsi standar etika internasional yang tertuang dalam Bangalore Principles of Judicial Conduct serta kode etik nasional Sapta Karsa Hutama.

Firdaus menjelaskan bahwa nilai independensi, integritas, ketidakberpihakan, kesetaraan, kepatutan, dan kompetensi akan menjadi fondasi utama dalam mencetak mediator profesional yang kredibel serta mampu menjalankan tugas secara objektif.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung Sunarto menyoroti pentingnya peningkatan literasi hukum masyarakat. Menurut Sunarto, masih banyak pihak yang datang ke pengadilan dengan tujuan memenangkan perkara semata, bukan mencari keadilan yang hakiki.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah perkara yang harus ditangani lembaga peradilan setiap tahun.

Dalam kesempatan itu, Sunarto juga mencontohkan keberhasilan penerapan budaya mediasi di New South Wales (NSW), Australia. Di wilayah tersebut, sarana dan prasarana pengadilan dirancang untuk mendukung proses mediasi secara maksimal.

Hasilnya, sekitar 80 persen sengketa hukum di NSW berhasil diselesaikan melalui mediasi tanpa harus berlanjut ke ruang persidangan. Mediasi pun berkembang menjadi budaya utama dalam penyelesaian konflik masyarakat.

Turut mendampingi Ketua Mahkamah Agung dalam audiensi tersebut yakni Hakim Agung Heru Pramono, Dr. Adi Julia Cakrawala, S.H., M.Hum., Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Didik Trisulistia, S.H., M.H., Hakim Tinggi Asisten Koordinator Ketua MA RI, serta Edi Hudiata, S.H., M.H., Hakim Yustisial MA RI.

Sementara dari SMSI hadir Taufiqurohman, A.K. selaku Wakil Ketua Dewan Penasihat, Dr. Hendri Yanto Attan sebagai Wakil Sekjen, Iwan Jamaluddin Bendahara SMSI Pusat, dr. Nishal Dilon Direktur Media Crisis Center, serta Eman Sulaiman selaku Humas SMSI.

Dalam proposal kerja sama tersebut, SMSI menawarkan tiga fokus utama, yaitu:

  • Menyusun kurikulum pelatihan mediator yang komprehensif dan relevan dengan tantangan sengketa di era digital.
  • Mengembangkan sistem sertifikasi yang memenuhi standar Mahkamah Agung sehingga lulusannya diakui sebagai mediator bersertifikat.
  • Melaksanakan pelatihan secara berkala di berbagai daerah untuk menjangkau kalangan media, praktisi hukum, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, SMSI berharap budaya mediasi semakin berkembang dan menjadi solusi efektif dalam mengurangi beban perkara di pengadilan. Selain mempercepat penyelesaian sengketa, program tersebut juga diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dari budaya menang-kalah menuju dialog, musyawarah, dan perdamaian yang berkelanjutan.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dulu Putus Sekolah dan Bekerja di Kebun Kopi, Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Kini Lulus dan Siap Raih Masa Depan

    Dulu Putus Sekolah dan Bekerja di Kebun Kopi, Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Kini Lulus dan Siap Raih Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Sekolah Rakyat Banyuwangi kembali menunjukkan perannya sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program pendidikan yang digagas pemerintah tersebut berhasil mengembalikan semangat belajar para siswa yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah akibat berbagai kendala, terutama faktor ekonomi. Kini, tiga siswa yang sempat putus sekolah berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA dan siap menatap […]

  • Pisah Sambut Kapolresta Banyuwangi: Kombes Rama Pamit, Kombes Rofiq Siap Meneruskan Pengabdian

    Pisah Sambut Kapolresta Banyuwangi: Kombes Rama Pamit, Kombes Rofiq Siap Meneruskan Pengabdian

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pucuk pimpinan Kepolisian Resor Kota Banyuwangi resmi berganti dari Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra kepada Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan dalam sebuah acara pisah sambut Kapolresta Banyuwangi yang berlangsung khidmat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian Kombes Rama sekaligus awal kepemimpinan Kapolresta Banyuwangi yang baru. […]

  • Gintangan Bamboo Attraction, Festival Promosikan Sentra Kerajinan Bambu

    Gintangan Bamboo Attraction, Festival Promosikan Sentra Kerajinan Bambu

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Salah satu desa di Banyuwangi, Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi dikenal sebagai desa pengrajin anyaman bambu. Mengenalkan sekaligus mngangkat potensinya, desa ini menggelar Gintangan Bamboo Attraction. Gintangan Bambu Atraction yang berlangsung di sepanjang jalan Desa Gintangan berlangsung meriah, Rabu (19/8/2026). Event ini mendapat atensi dari banyak masyarakat Banyuwangi untuk melihat antusiasme gotong royong warga […]

  • Raker DPRD Banyuwangi Dorong Percepatan Pembaruan Data Penerima Bansos Agar Tepat Sasaran

    Raker DPRD Banyuwangi Dorong Percepatan Pembaruan Data Penerima Bansos Agar Tepat Sasaran

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Rapat kerja yang digelar DPRD bersama Komisi I dan II menjadi momentum penting dalam penguatan sistem perlindungan sosial di Kabupaten Banyuwangi. Dalam forum tersebut muncul dorongan kuat agar pemerintah daerah segera memperbarui data penerima bansos secara menyeluruh. Akurasi data sangat diperlukan untuk memastikan bantuan sosial benar-benar mengalir kepada warga yang berhak dan menjamin terpenuhinya […]

  • Kejurkab Drumband Banyuwangi 2026 Dimeriahkan 32 Tim, Panggung Kreativitas Pelajar

    Kejurkab Drumband Banyuwangi 2026 Dimeriahkan 32 Tim, Panggung Kreativitas Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kejuaraan Drumband Tingkat Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 berlangsung semarak dengan keikutsertaan 32 tim drumband dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor Bupati Banyuwangi hingga Taman Blambangan ini sukses menyedot perhatian ribuan warga, Jumat, 9 Januari 2026. Peserta drumband Banyuwangi 2026 berasal dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA sederajat. Setiap […]

  • Forum Bappeda se-Jatim Digelar di Banyuwangi, Perkuat Sinergi dan Akselerasi Pembangunan Daerah

    Forum Bappeda se-Jatim Digelar di Banyuwangi, Perkuat Sinergi dan Akselerasi Pembangunan Daerah

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis tingkat provinsi. Kali ini, Banyuwangi menjadi lokasi penyelenggaraan Forum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Indonesia (Bappeda) se-Provinsi Jawa Timur yang mempertemukan seluruh kepala Bappeda kabupaten dan kota untuk membahas penguatan sinergi serta percepatan pembangunan daerah di Jawa Timur, Jumat (12/06/2026). Forum Bappeda Jatim tersebut berlangsung […]

expand_less