Tim SAR Gabungan Mengevakuasi Lansia Tercebur Sumur di Tegaldlimo Banyuwangi dengan Dramatis
- account_circle Prosiber
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) berinisial M (60) mengalami kecelakaan setelah tercebur ke dalam sumur di area dapur rumahnya, Dusun Sumberdadi, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Beruntung, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan setelah melalui proses penyelamatan menggunakan peralatan khusus, Kamis (15/10/2026) malam.
Peristiwa lansia tercebur sumur tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.57 WIB. Kejadian pertama kali diketahui oleh suami korban yang berada di rumah. Mengetahui istrinya terjatuh ke dalam sumur, suami korban segera meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pertolongan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa sumur tempat korban tercebur berada di bagian dapur rumah. Setelah mengetahui kejadian tersebut, warga berupaya memberikan bantuan sekaligus menghubungi pihak berwenang agar proses evakuasi dapat segera dilakukan.
“Korban tercebur ke dalam sumur yang berada di area dapur rumahnya. Peristiwa tersebut diketahui oleh suaminya,” kata I Made Oka Astawa, Jumat (16/10/2026).
Selain meminta bantuan warga, sejumlah masyarakat juga melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian dan Basarnas. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi dengan mengerahkan personel untuk melakukan operasi penyelamatan.
Sebanyak tujuh personel Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Tim tiba di tempat sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung melakukan persiapan untuk mengevakuasi korban dari dalam sumur.
Proses penyelamatan membutuhkan penanganan khusus karena korban berada di ruang terbatas dengan akses vertikal. Untuk mendukung operasi tersebut, petugas menggunakan peralatan vertical rescue dan confined space atau peralatan penyelamatan di ruang terbatas.
Penggunaan peralatan tersebut dilakukan untuk menunjang keselamatan personel sekaligus mempermudah proses pengangkatan korban dari dasar sumur. Petugas harus memastikan tahapan evakuasi berlangsung dengan aman agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun tim penyelamat.
Operasi penyelamatan tidak hanya melibatkan personel Basarnas. Sebanyak enam personel dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) turut membantu proses evakuasi. Unsur TNI-Polri serta masyarakat setempat juga terlibat dalam operasi SAR gabungan tersebut.
Koordinasi antarpersonel dilakukan sejak tim tiba di lokasi hingga proses pengangkatan korban selesai. Kerja sama seluruh unsur menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kejadian, mengingat korban harus segera mendapatkan pertolongan medis setelah berhasil dikeluarkan dari sumur.
Upaya penyelamatan akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 20.55 WIB, atau sekitar dua jam setelah kejadian dilaporkan, korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur dalam kondisi selamat.
Setelah berhasil diangkat, korban langsung mendapatkan penanganan awal sebelum dibawa menuju fasilitas kesehatan terdekat. Petugas kemudian menggunakan ambulans untuk mengantarkan M ke Puskesmas Tegaldlimo guna menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
“Pada pukul 20.55 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Selanjutnya korban dibawa menggunakan ambulans menuju Puskesmas Tegaldlimo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Made Oka.
Keberhasilan operasi evakuasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi. Made Oka menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel SAR gabungan, unsur TNI-Polri, Damkarmat, serta masyarakat yang telah memberikan bantuan selama proses penyelamatan berlangsung.
Menurut Made Oka, respons cepat dan koordinasi yang baik dari berbagai unsur menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan kejadian tersebut. Keterlibatan masyarakat sejak awal juga membantu mempercepat penyampaian informasi sehingga petugas dapat segera bergerak menuju lokasi.
“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Kami mengapresiasi respons cepat, koordinasi, serta upaya seluruh personel dan masyarakat sehingga korban dapat dievakuasi dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan aspek keselamatan di lingkungan rumah, termasuk keberadaan sumur yang berada di area aktivitas keluarga. Pengamanan akses sumur dengan penutup yang kuat dan sesuai standar keselamatan diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnya bagi anak-anak dan anggota keluarga lanjut usia.
Dengan berhasilnya operasi tersebut, korban telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tegaldlimo. Seluruh unsur yang terlibat dalam evakuasi berharap kondisi korban dapat segera pulih setelah mendapatkan perawatan lebih lanjut.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar