Banyuwangi Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue 2026, Delegasi ASEAN, Pasifik, dan Selandia Baru Bahas Ekonomi Biru Berkelanjutan
- account_circle Prosiber
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- print Cetak

Ilustrasi AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN-ID Blue 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan negara-negara ASEAN beserta negara mitra untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi biru berkelanjutan. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17-18 Juli 2026 dan akan dihadiri delegasi dari berbagai negara di kawasan ASEAN, East Asia Summit (EAS), Pacific Islands Forum (PIF), hingga Selandia Baru. Penyelenggaraan forum ini diumumkan pada Senin (13/07/2026).
Terpilihnya Banyuwangi sebagai lokasi penyelenggaraan tidak terlepas dari keberhasilan daerah tersebut dalam mengembangkan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan yang melibatkan masyarakat. Berbagai program yang mengintegrasikan sektor perikanan, konservasi laut, pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dinilai menjadi contoh praktik baik yang layak diperkenalkan kepada dunia internasional.
ASEAN-ID Blue merupakan forum yang diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bekerja sama dengan Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT) Selandia Baru. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog sekaligus pertukaran pengalaman antarnegera dalam mengembangkan konsep ekonomi biru yang berkelanjutan.
Forum tersebut akan dihadiri oleh perwakilan negara anggota ASEAN, negara-negara East Asia Summit (EAS), serta anggota Pacific Islands Forum (PIF). Kehadiran delegasi dari berbagai kawasan diharapkan dapat memperkuat sinergi internasional dalam mengelola potensi kelautan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN (KSEA) Kementerian Luar Negeri, Adhyanti Sardanarini Wirajuda, menjelaskan bahwa ASEAN-ID Blue bertujuan memperkuat kerja sama antara negara-negara ASEAN dengan negara mitra dalam mendorong implementasi ekonomi biru sebagai salah satu strategi pembangunan masa depan.
Ekonomi biru merupakan pendekatan pembangunan yang menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya laut dan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis akan menjadi pembahasan bersama, antara lain:
- Penguatan konservasi laut.
- Pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
- Pengembangan rantai nilai sektor perikanan.
- Pemberdayaan pelaku usaha perikanan.
- Penguatan UMKM dan koperasi berbasis kelautan.
- Peluang kerja sama ekonomi antara negara-negara ASEAN dan negara mitra.
Selain menghadirkan para pemangku kebijakan dari berbagai negara, forum ini juga melibatkan pelaku usaha sektor kelautan, nelayan, serta berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan ekonomi berbasis laut.
“Forum ini akan menjadi wadah berbagi pengalaman antara negara-negara ASEAN dan negara mitra. Para peserta bisa saling sharing atas praktek dari negara lain untuk memperkaya praktek ekonomi biru. Karenanya, di forum ini kami juga akan menghadirkan para pelaku usaha di sektor kelautan dan juga nelayan yang terlibat langsung,” kata Adhyanti, Senin (13/07/2026).
Adhyanti menjelaskan, Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai berhasil membuktikan bahwa upaya konservasi laut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program pembangunan daerah menunjukkan bagaimana pengelolaan sumber daya alam mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Menurut Adhyanti, praktik pembangunan di Banyuwangi memperlihatkan keterkaitan yang kuat antara sektor perikanan, pariwisata, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan yang saling mendukung. Model tersebut dinilai layak menjadi contoh bagi negara-negara lain yang ingin mengembangkan ekonomi berbasis kelautan secara berkelanjutan.
“Praktik inilah yang ingin dibagikan Indonesia kepada negara-negara ASEAN dan mitra. Banyuwangi juga konsisten menggerakkan ekonomi daerah melalui berbagai kegiatan budaya dan pariwisata. Peserta dari berbagai negara akan melihat langsung bagaimana pengembangan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian laut, sekaligus budaya, dan pariwisata,” ujarnya.
Selama penyelenggaraan ASEAN-ID Blue, para delegasi internasional juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi di Banyuwangi untuk melihat secara langsung implementasi berbagai program yang mendukung ekonomi biru. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai sinergi antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sektor ekonomi berbasis potensi lokal.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah forum internasional tersebut. Menurut Ipuk Fiestiandani, kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi kesempatan berharga bagi Banyuwangi untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring kerja sama internasional.
“Akan banyak pengalaman berharga dari negara-negara ASEAN dan mitra yang dapat kami pelajari. Kami juga berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi Banyuwangi dengan negara-negara ASEAN, khususnya di bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Selain memperkuat hubungan antarnegara, penyelenggaraan ASEAN-ID Blue 2026 juga diperkirakan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kehadiran delegasi internasional akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Banyuwangi di bidang kelautan, budaya, pariwisata, serta produk-produk unggulan UMKM kepada masyarakat global.
Melalui forum ini, Banyuwangi semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang mampu mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi negara-negara ASEAN dan mitra dalam mengembangkan ekonomi biru yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem laut.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar