CFD Purwoharjo Banyuwangi Disulap Jadi Pasar Kuliner, 500 UMKM Ramaikan Akhir Pekan
- account_circle Prosiber
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Kreativitas warga dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal kembali terlihat di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Ruas jalan sepanjang 4 kilometer yang menghubungkan Desa Karetan dan Desa Glagahagung disulap menjadi kawasan Car Free Day (CFD) Purwoharjo yang sekaligus berkembang sebagai pusat kuliner dan aktivitas UMKM Banyuwangi, Minggu (27/09/2026).
Bukan hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga, CFD tersebut juga menghadirkan suasana pasar kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat. Ribuan warga datang untuk menikmati suasana pagi, bersepeda, berjalan kaki, hingga berburu berbagai makanan dan produk yang ditawarkan para pelaku usaha.
Sebanyak 500 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Beragam produk ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari makanan tradisional, jajanan pasar, lontong sayur, hingga berbagai kuliner kekinian yang menjadi pilihan masyarakat.
Kondisi lingkungan menjadi salah satu daya tarik CFD Purwoharjo. Jalur yang digunakan berada di kawasan Perhutani dengan suasana alam yang masih asri dan dipenuhi pepohonan rindang. Kondisi tersebut membuat kegiatan olahraga dan wisata kuliner terasa berbeda karena masyarakat dapat menikmati aktivitas akhir pekan di tengah lingkungan yang sejuk.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut merasakan suasana tersebut dengan bersepeda di kawasan CFD. Ipuk menilai kegiatan yang digagas masyarakat Purwoharjo tersebut memiliki daya tarik karena mampu memadukan olahraga, kuliner, lingkungan, dan aktivitas ekonomi warga.
“Saya senang bisa CFD-an di Karetan yang lagi viral ini. Saya rasa ini CFD teramai dan juga rapi penataannya. Terlebih lagi tempatnya di alam, di kawasan Perhutani sehingga sangat nyaman,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, keberadaan CFD tidak hanya memberikan ruang kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat. Kegiatan tersebut juga menjadi tempat bertemunya warga, mempererat silaturahmi, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi pedagang dan pelaku usaha.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, lanjut Ipuk, mendukung berbagai kreativitas masyarakat yang dapat menggerakkan perekonomian daerah. CFD Purwoharjo dinilai mampu menggabungkan tiga aktivitas sekaligus, yakni olahraga, wisata, dan kuliner dalam satu kawasan.
Namun, tingginya jumlah pengunjung dan pedagang juga diikuti dengan kebutuhan menjaga kebersihan lingkungan. Ipuk meminta seluruh pihak yang terlibat ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah agar kawasan tersebut tetap nyaman dan kelestarian alam tetap terjaga.
“Saya juga titip untuk pengunjung, pedagang, dan Pak Camat supaya sampahnya dikelola dengan baik, agar semua merasa nyaman dan alam kita terus terjaga,” pinta Ipuk.
Pada kesempatan yang sama, Ipuk juga meresmikan Pasar Jati Agung yang berada di kawasan CFD. Kehadiran pasar tersebut menjadi tambahan ruang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk sekaligus memperluas aktivitas perdagangan masyarakat setempat.
Camat Purwoharjo Sudarto Setyo Ngabdinegoro mengatakan, CFD Purwoharjo telah berjalan sejak 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Minggu pagi dengan menutup sementara jalur sepanjang 4 kilometer dari kendaraan bermotor.
Penutupan jalur berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Selama tiga jam tersebut, kawasan diperuntukkan bagi pejalan kaki, pesepeda, serta masyarakat yang ingin menikmati berbagai kegiatan dan kuliner yang tersedia di sepanjang jalur.
Sudarto menyebut antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terus menunjukkan respons positif meski pelaksanaannya masih tergolong baru. Bahkan, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari sejumlah daerah lain.
“Alhamdulillah selalu ramai, bahkan pengunjung juga datang dari luar daerah seperti Bali, Kediri dan Probolinggo. Sedangkan dari UMKM-nya ada 500-an pedagang,” terangnya.
Keberadaan Pasar Jati Agung juga melengkapi aktivitas perdagangan yang berlangsung bersamaan dengan CFD. Sudarto memastikan pasar tersebut mengikuti jadwal pelaksanaan CFD sehingga masyarakat dapat menikmati kawasan tersebut secara rutin setiap akhir pekan.
“Untuk pasar bukanya sama seperti CFD, tiap minggu,” sambung Sudarto.
Bagi sebagian warga, keramaian CFD juga membuka peluang untuk memulai usaha baru. Salah satunya Khotimah, pedagang lontong sayur yang memanfaatkan momentum CFD untuk berjualan.
Khotimah mengaku sebelumnya belum pernah menjalankan usaha makanan. Setelah CFD hadir dan mendatangkan banyak pengunjung, dirinya mendapatkan kesempatan untuk mencoba berjualan sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.
“Adanya CFD ini saya bisa berjualan. Alhamdulillah pembeli juga banyak, ini sudah ludes. Semoga ke depan terus ramai,” harap warga setempat tersebut.
Dengan panjang lintasan mencapai 4 kilometer, dukungan 500-an pedagang, serta kunjungan masyarakat dari dalam dan luar Banyuwangi, CFD Purwoharjo tidak hanya menjadi ruang aktivitas Minggu pagi. Kegiatan tersebut berkembang menjadi wadah interaksi warga sekaligus sarana promosi produk UMKM Banyuwangi.
Perpaduan antara suasana alam, kegiatan olahraga, kuliner, dan perdagangan membuat kawasan tersebut memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai ruang publik sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Purwoharjo. Keberadaan Pasar Jati Agung turut memperkuat fungsi kawasan sebagai tempat masyarakat beraktivitas dan pelaku usaha memasarkan produk secara rutin setiap pekan.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar