Breaking News
light_mode

BUMD Kepelabuhanan Jadi Sorotan, DPRD Banyuwangi Dorong Pemkab Ambil Peran Lebih Besar

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi didorong mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sektor pelabuhan melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus kepelabuhanan. Gagasan tersebut dinilai dapat memperkuat kewenangan daerah sekaligus membuka ruang intervensi ketika persoalan di kawasan pelabuhan berdampak terhadap masyarakat, disampaikan pada Senin (7/09/2026).

Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara menilai selama ini peran Pemkab Banyuwangi dalam sektor pelabuhan belum optimal. Padahal, pelabuhan memiliki posisi strategis karena berkaitan dengan mobilitas masyarakat, distribusi barang, aktivitas ekonomi, hingga konektivitas antardaerah.

Karena itu, Made mendorong Pemkab Banyuwangi bersama DPRD membentuk BUMD kepelabuhanan. Menurut Made, model serupa telah diterapkan di Cilegon dan dapat menjadi salah satu referensi bagi Banyuwangi.

“Sektor kepelabuhanan hari ini masih belum diurus secara optimal oleh Pemkab Banyuwangi. Saya mendorong Pemkab dan DPRD untuk membentuk BUMD Kepelabuhanan, seperti yang sudah diterapkan di Cilegon,” ujar Made.

BUMD Bukan Sekadar Mengejar PAD

Made menegaskan, pembentukan BUMD kepelabuhanan tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lebih dari itu, BUMD diharapkan menjadi instrumen legal yang memungkinkan pemerintah daerah terlibat secara langsung dalam pengelolaan kawasan pelabuhan. Dengan adanya badan usaha tersebut, Pemkab memiliki ruang untuk ikut mencari solusi ketika terjadi persoalan di lapangan.

Sejumlah aset dan kawasan potensial juga dinilai dapat menjadi pintu masuk keterlibatan pemerintah daerah.

Made menyebut lahan milik ASDP yang saat ini tengah dibangun oleh pihak provinsi serta kawasan LCM (Landing Craft Machine). Menurut Made, Pemkab Banyuwangi semestinya memiliki ruang untuk ikut masuk dalam pengelolaan kawasan tersebut, termasuk mendorong pembangunan dan pengembangan dermaga.

“Selain bisa mendapatkan pendapatan daerah secara langsung, Pemda juga bisa melakukan intervensi jika timbul persoalan,” katanya.

Pelabuhan Banyuwangi Berdampak Luas

Menurut Made, persoalan kepelabuhanan tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan sektoral. Aktivitas pelabuhan berkaitan langsung dengan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas kendaraan, distribusi barang, hingga pekerjaan para sopir.

Gangguan operasional pelabuhan bahkan dapat memicu persoalan baru berupa kepadatan lalu lintas. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sekitar kawasan pelabuhan, tetapi berpotensi meluas ke jalur transportasi dan aktivitas masyarakat Banyuwangi.

“Masalah pelabuhan ini sangat krusial karena menyangkut nasib para sopir, mengganggu aktivitas masyarakat Banyuwangi, hingga berdampak ke skala nasional,” tegasnya.

Karena itu, Made menilai pengelolaan Pelabuhan Banyuwangi membutuhkan pola yang lebih terintegrasi. Pembenahan tidak cukup hanya menyangkut operasional kapal dan kendaraan, tetapi juga harus mencakup tata kelola kawasan, infrastruktur pendukung, hingga rekayasa lalu lintas saat terjadi kepadatan.

Soroti Pelabuhan Tanjung Wangi

Selain Dermaga Bulusan, DPRD Banyuwangi juga menyoroti kondisi Pelabuhan Tanjung Wangi. Salah satu perhatian utama adalah pola keluar-masuk kendaraan pada rute Banyuwangi-Lombok.

Made meminta dilakukan evaluasi teknis agar pengaturan kendaraan benar-benar menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar antrean kendaraan tidak semakin memperparah kemacetan.

Pemanfaatan RTK (Ruang Tunggu Kendaraan) juga menjadi perhatian. Ketika lalu lintas sudah dalam kondisi padat, kendaraan dinilai tidak semestinya terus dipaksakan masuk ke RTK.

Kendaraan dapat diarahkan ke lokasi penampungan lain yang telah disiapkan sehingga arus kendaraan dapat lebih mudah diurai.

“Kalau kondisi sudah macet, kendaraan jangan dipaksakan masuk ke RTK, tapi bisa langsung diarahkan ke penampungan lain yang siap. Soal ini perlu penguraian yang jelas,” tandasnya.

BUMD dan Evaluasi Operasional Harus Berjalan Bersamaan

Bagi DPRD Banyuwangi, pembentukan BUMD kepelabuhanan dan evaluasi teknis operasional merupakan dua langkah yang saling berkaitan.

Di satu sisi, Pemkab Banyuwangi membutuhkan instrumen kelembagaan yang lebih kuat agar dapat mengambil peran dalam pengelolaan sektor pelabuhan. Di sisi lain, persoalan teknis di lapangan membutuhkan respons cepat agar aktivitas pelabuhan tidak terus memicu kemacetan dan mengganggu masyarakat.

Dengan pembentukan BUMD kepelabuhanan, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang menerima dampak ketika terjadi persoalan. Pemkab juga memiliki ruang yang lebih kuat untuk terlibat dalam pengelolaan, pengembangan kawasan, serta pencarian solusi atas berbagai persoalan kepelabuhanan di Banyuwangi.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Ipuk Minta Warga Banyuwangi Waspada Travel Umrah Fiktif, Pastikan Biro Berizin Resmi

    Bupati Ipuk Minta Warga Banyuwangi Waspada Travel Umrah Fiktif, Pastikan Biro Berizin Resmi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghimbau kepada warga Banyuwangi agar lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh agar terhindar dari penipuan. Himbauan ini disampaikan Ipuk sebagai bentuk komitmen Pemkab Banyuwangi bersama Kepolisian Resort Banyuwangi (Polresta) agar warga terhindar dari pihak travel fiktif yang merugikan. Diketahui di Banyuwangi telah terjadi kasus biro travel umroh fiktif […]

  • Aktivitas Truk Proyek Dikeluhkan Warga Muncar, Sonny T. Danaparamita Soroti Dampak Debu

    Aktivitas Truk Proyek Dikeluhkan Warga Muncar, Sonny T. Danaparamita Soroti Dampak Debu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Keluhan warga terkait dampak debu dari proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mendapat perhatian dari anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita. Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III itu menanggapi laporan masyarakat yang menyebut aktivitas kendaraan proyek memicu debu tebal di sekitar permukiman warga, khususnya di Dusun […]

  • Gerakan Hemat BBM Dimulai! ASN Banyuwangi Diajak Bersepeda dan Kurangi Kendaraan Dinas

    Gerakan Hemat BBM Dimulai! ASN Banyuwangi Diajak Bersepeda dan Kurangi Kendaraan Dinas

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    InfoBanyuwangi.com – Langkah konkret untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak mulai diterapkan di Banyuwangi. Pemerintah daerah mengambil inisiatif dengan mendorong perubahan kebiasaan di kalangan Aparatur Sipil Negara. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengeluarkan imbauan agar ASN tidak lagi bergantung pada kendaraan dinas. Sebagai gantinya, ASN didorong untuk memanfaatkan transportasi umum, layanan online, atau bahkan sepeda kayuh. […]

  • Hanya Jalur Reguler! Polri Pastikan Rekrutmen Akpol 2026 Bersih, Minta Publik Tolak Calo

    Hanya Jalur Reguler! Polri Pastikan Rekrutmen Akpol 2026 Bersih, Minta Publik Tolak Calo

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan bahwa proses rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 dilakukan secara transparan dan tanpa jalur khusus. Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, dalam kegiatan doorstop yang berlangsung pada Selasa, (07/04/2026). Johnny Eddizon Isir menyebutkan bahwa seluruh tahapan rekrutmen Polri mengacu pada […]

  • Ritual Barong Ider Bumi di Desa Kemiren Banyuwangi Penuh Makna Spiritual, Sejarah Panjang, dan Daya Tarik Wisata Budaya

    Ritual Barong Ider Bumi di Desa Kemiren Banyuwangi Penuh Makna Spiritual, Sejarah Panjang, dan Daya Tarik Wisata Budaya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Tradisi Barong Ider Bumi Kemiren kembali digelar dengan penuh khidmat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Ribuan warga dan wisatawan memadati lokasi pada Minggu, (22/03/2026), bertepatan dengan hari kedua Lebaran. Perayaan ini menjadi salah satu ritual budaya paling dinanti oleh masyarakat setempat maupun pengunjung dari luar daerah. Nuansa sakral berpadu dengan kemeriahan terlihat […]

  • Terbongkar! Dugaan Umroh Ilegal di Banyuwangi Rugikan Jamaah Hingga Rp500 Juta, Dua Perempuan Ditahan photo_camera 7

    Terbongkar! Dugaan Umroh Ilegal di Banyuwangi Rugikan Jamaah Hingga Rp500 Juta, Dua Perempuan Ditahan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kasus dugaan umroh ilegal di Kabupaten Banyuwangi akhirnya terbongkar setelah Polresta Banyuwangi menerima laporan dari masyarakat terkait jamaah yang gagal berangkat hingga terlantar di Tanah Suci. Dalam pengungkapan perkara tersebut, dua perempuan berinisial KIC dan ARM resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani penahanan di Rumah Tahanan Polresta Banyuwangi. Pengungkapan kasus ini disampaikan […]

expand_less