Breaking News
light_mode

Ramadan di Lapas Banyuwangi, Tadarus Menggunakan Al-Qur’an Raksasa Karya Warga Binaan

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Program pembinaan kepribadian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menorehkan capaian membanggakan. Tiga orang warga binaan berhasil menyelesaikan penulisan Al-Qur’an raksasa berukuran sekitar 1 meter yang kini digunakan secara rutin untuk kegiatan tadarus selama bulan suci Ramadan.

Karya Al-Qur’an raksasa Lapas Banyuwangi tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan berbasis pondok pesantren yang diterapkan di lingkungan Lapas. Selain meningkatkan nilai spiritual, program tersebut juga membuka ruang kreativitas bagi para warga binaan untuk mengembangkan kemampuan baru.

Al-Qur’an berukuran besar tersebut ditulis secara manual dengan teknik kaligrafi yang membutuhkan ketelitian tinggi. Proses pengerjaannya dilakukan oleh tiga warga binaan yang sebelumnya tidak memiliki dasar ilmu kaligrafi maupun pengalaman menulis Al-Qur’an.

Kemampuan menulis kaligrafi tersebut diperoleh melalui pembinaan intensif yang dilakukan Lapas Banyuwangi bekerja sama dengan pengrajin kaligrafi profesional. Melalui pelatihan tersebut, para warga binaan perlahan mempelajari teknik penulisan huruf Arab yang baik dan benar hingga mampu menulis mushaf secara utuh.

Kepala Lapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa menjelaskan bahwa proses penulisan Al-Qur’an raksasa tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang, yakni sekitar 10 bulan.

“Al-Qur’an ini adalah bukti keberhasilan pembinaan berbasis pondok pesantren kami. Meskipun para penulisnya berangkat dari nol tanpa keahlian kaligrafi, berkat ketekunan dan bimbingan pengrajin yang kami hadirkan, mereka mampu melahirkan mahakarya yang luar biasa ini,” ujar I Wayan Nurasta Wibawa, Kamis (05/03/2026).

Proses penulisan dimulai sejak bulan Ramadan tahun lalu. Selama hampir satu tahun, para warga binaan dengan sabar dan penuh ketelitian menuliskan setiap ayat Al-Qur’an hingga akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh mushaf.

Menurut I Wayan Nurasta Wibawa, proses penulisan tidak hanya menuntut keterampilan seni, tetapi juga ketelitian tinggi dalam memastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan ayat maupun tanda baca.

Sebelum digunakan secara resmi, naskah Al-Qur’an raksasa tersebut terlebih dahulu melalui proses tashih atau pemeriksaan mendalam oleh Pondok Pesantren Nur Cahaya Tarbiyatul Qur’an.

“Kami memastikan setiap huruf dan harakatnya benar,” jelas I Wayan Nurasta Wibawa.

Setelah proses pemeriksaan selesai, dilakukan pembetulan pada beberapa bagian yang dianggap perlu agar mushaf benar-benar sesuai dengan kaidah penulisan Al-Qur’an.

“Kami memastikan setiap huruf dan harakatnya benar. Setelah melalui proses tashih dan pemeriksaan ulang, dilakukan pembetulan pada bagian-bagian tertentu hingga akhirnya dijilid kembali untuk kedua kalinya guna memastikan kualitas fisik dan kerapiannya. Kami berharap karya ini membawa manfaat, berkah, serta memotivasi warga binaan lain untuk terus berkarya,” tambah I Wayan Nurasta Wibawa.

Kini Al-Qur’an raksasa tersebut menjadi salah satu sarana utama kegiatan keagamaan di dalam Lapas Banyuwangi. Mushaf tersebut rutin digunakan dalam kegiatan tadarus bersama selama Ramadan oleh para warga binaan.

Keberadaan Al-Qur’an raksasa Lapas Banyuwangi tidak hanya menjadi simbol kreativitas, tetapi juga menjadi representasi perubahan positif yang dialami para warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Salah satu penulis utama mushaf tersebut, Moch Chanafi, mengaku sangat bangga dapat menyelesaikan penulisan Al-Qur’an raksasa tersebut.

Perjalanan panjang selama hampir satu tahun menulis ayat demi ayat Al-Qur’an menjadi pengalaman spiritual yang sangat berharga bagi Moch Chanafi.

“Saya sangat bangga bisa menyelesaikan Al-Qur’an raksasa ini, apalagi saya memulainya dari tidak bisa sama sekali. Selama menulis, saya belajar banyak hal untuk bekal kembali ke masyarakat nanti. Saya menjadi lebih sabar dan lebih meresapi nilai-nilai luhur dari setiap ayat yang saya goreskan,” ungkap Moch Chanafi.

Bagi para warga binaan, karya monumental tersebut bukan sekadar hasil kreativitas seni kaligrafi. Lebih dari itu, Al-Qur’an raksasa tersebut menjadi simbol perjalanan spiritual dan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Keberhasilan ini juga diharapkan dapat memotivasi warga binaan lainnya untuk terus berkarya serta memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Lahir Pancasila: Antara Peringatan Seremonial dan Tantangan Pengamalan Nilai-Nilainya

    Hari Lahir Pancasila: Antara Peringatan Seremonial dan Tantangan Pengamalan Nilai-Nilainya

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Tulisan oleh : Joko Purnomo Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi Prosiber.com – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Tanggal ini merujuk pada pidato yang disampaikan oleh Soekarno di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, Soekarno memperkenalkan konsep dasar negara yang […]

  • Presiden Prabowo Pastikan Hadir di HPN 2026 Banten, Museum Siber SMSI Segera Dibangun

    Presiden Prabowo Pastikan Hadir di HPN 2026 Banten, Museum Siber SMSI Segera Dibangun

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten dipastikan menjadi momentum penting bagi dunia pers nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menjadwalkan kehadirannya dalam perhelatan akbar tersebut yang akan berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026. Kepastian ini mempertegas posisi HPN 2026 Banten sebagai agenda strategis pers dan kebudayaan […]

  • Bapemperda DPRD Banyuwangi Gelar Publik Hearing Terkait Rencana Pembentukan Dana Abadi Daerah

    Bapemperda DPRD Banyuwangi Gelar Publik Hearing Terkait Rencana Pembentukan Dana Abadi Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – DPRD Banyuwangi melalui Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) menggelar rapat pendapat umum (RPU) atau public hearing terkait akan diusulkannya Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Dana Abadi Daerah oleh eksekutif. Ada tiga judul Raperda yang diajukan oleh eksekutif melalui usulan perubahan Propemperda Tahun 2026 antara lain Raperda Dana Abadi daerah Bidang Pendidikan, Raperda Dana […]

  • Rencana TPS3R di Sobo Banyuwangi Diprotes Warga, Kekhawatiran Banjir dan Dampak Lingkungan Menguat

    Rencana TPS3R di Sobo Banyuwangi Diprotes Warga, Kekhawatiran Banjir dan Dampak Lingkungan Menguat

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Penolakan terhadap rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) kembali mencuat di Kabupaten Banyuwangi. Kali ini, warga Perumahan Adimas Sobo, Kecamatan Banyuwangi, secara tegas menyampaikan keberatan atas lokasi pembangunan TPS3R yang direncanakan berada di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, karena terlalu dekat dengan kawasan permukiman. Penolakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan Dinas […]

  • Kecelakaan di Jalan Raya Blambangan yang Merenggut Nyawa Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Banyuwangi: Tragedi atau Kelalaian? Aktivis Minta Polisi Dalami Soal Penerapan SMK3

    Kecelakaan di Jalan Raya Blambangan yang Merenggut Nyawa Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Banyuwangi: Tragedi atau Kelalaian? Aktivis Minta Polisi Dalami Soal Penerapan SMK3

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kecelakaan maut yang merenggut nyawa SBA (41), pekerja proyek Sekolah Rakyat di Jalan Raya Blambangan, Muncar, pada Selasa malam (21/4/2026), mulai jadi sorotan. Menurut Budi seorang aktivis anti-korupsi sekaligus pemegang sertifikat Ahli Muda K3 yang aktif hingga 2027, mengatakan jika tragedi tersebut jangan hanya dipandang sebagai kecelakaan lalu lintas biasa, namun perlu juga […]

  • Aktivitas Truk Proyek Dikeluhkan Warga Muncar, Sonny T. Danaparamita Soroti Dampak Debu

    Aktivitas Truk Proyek Dikeluhkan Warga Muncar, Sonny T. Danaparamita Soroti Dampak Debu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Keluhan warga terkait dampak debu dari proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mendapat perhatian dari anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita. Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III itu menanggapi laporan masyarakat yang menyebut aktivitas kendaraan proyek memicu debu tebal di sekitar permukiman warga, khususnya di Dusun […]

expand_less