Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pengolahan Sampah Sirkular Modern Melalui TPS3R Balak Mampu Mengolah Puluhan Ton Sampah Menjadi RDF Ramah Lingkungan

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Pengolahan sampah kini menjadi salah satu fokus utama pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi. Pemerintah daerah terus mendorong sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan melalui konsep pengolahan sampah sirkular. Salah satu wujud nyatanya adalah hadirnya Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak yang berlokasi di Kecamatan Songgon.

TPS3R Balak berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dan memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 84 ton per hari. Fasilitas ini menjadi salah satu TPS3R terbesar di Banyuwangi dan dirancang untuk menangani sampah rumah tangga secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemrosesan akhir.

Proses pengolahan sampah di TPS3R Balak dilakukan dengan sistem modern berbasis teknologi. Seluruh sampah yang masuk diproses melalui tahapan pemilahan, pengolahan sampah organik, pengolahan sampah nonorganik, hingga konversi sampah tertentu menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan industri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan di TPS3R Balak dirancang agar efektif, efisien, dan minim dampak lingkungan.
“Pengelolaan sampah di TPS3R Balak dirancang untuk memastikan sampah rumah tangga dapat ditangani secara efektif, mulai dari sumber hingga pemrosesan akhir,” kata Dwi Handayani, Minggu (08/02/2025).

Menurut Dwi Handayani, seluruh proses pengelolaan dilakukan menggunakan teknologi untuk menekan residu sampah serta menghindari timbulnya bau tidak sedap. Setiap hari, petugas kebersihan berkeliling kampung untuk mengambil sampah warga secara terjadwal.

Saat ini, TPS3R Balak melayani pengolahan sampah dari 64 desa yang tersebar di 10 kecamatan di wilayah Banyuwangi. Sampah yang masuk akan dipilah menggunakan mesin konveyor berdasarkan jenis organik dan anorganik.

“Semua sampah yang datang ke TPS3R akan dipilah dengan mesin konveyor berdasarkan kategori organik dan anorganik. Saat ini ada 120 pekerja di TPS3R Balak yang berasal dari warga sekitar,” kata Dwi Handayani.

Setelah proses pemilahan, sampah nonorganik yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik, gelas plastik, kertas, dan dupleks, akan dipres dan dikirim ke pabrik daur ulang atau industri pengolahan lanjutan.

Sementara itu, sampah nonorganik yang tidak memiliki nilai jual, seperti plastik sachet dan kemasan multilapis, diolah menjadi RDF. Bahan bakar alternatif ini telah dimanfaatkan oleh industri semen sebagai pengganti bahan bakar fosil.

“Sudah puluhan ton RDF dari TPS3R Balak dikirim ke Gresik untuk bahan bakar industri semen,” ujar Dwi Handayani.

Untuk sampah organik, pengolahan dilakukan dengan metode window komposting sehingga menghasilkan pupuk kompos. Adapun cairan lindi yang dihasilkan dari proses tersebut diolah melalui instalasi pengolahan air limbah atau IPAL agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Semua sampah di TPS3R dikelola tanpa menyisakan residu sampah. Jika ada pun akan dibawa ke TPA tidak menginap di TPS3R,” terang Dwi Handayani.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga merencanakan pembangunan TPS3R baru di kawasan Sobo. TPS3R Sobo akan dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan kapasitas pengolahan 45 ton sampah per hari.

“Secara kapasitas memang lebih kecil karena hanya mengelola sampah di Kecamatan Banyuwangi saja, meski lahannya lebih luas,” jelas Dwi Handayani. Pemerintah daerah juga akan membangun drainase serta memperbaiki infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, demi kenyamanan masyarakat sekitar.

Manfaat keberadaan TPS3R Balak turut dirasakan warga. Salah satunya Kikit, warga Desa Balak, yang mengaku kini masyarakat semakin terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

“Iurannya terjangkau, Rp 10 ribu per bulan. Kalau untuk bau jarang sekali, kalau memang bau kita tinggal bilang ke petugas segera diatasi. Tidak masalah kok, pengolahannya bersih dan rapi,” terangnya.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Lahan Tambang Gunung Tumpang Pitu, Warga Menambang di Wilayah PT BSI yang Klaim Punya Hak Pengelolaan

    Polemik Lahan Tambang Gunung Tumpang Pitu, Warga Menambang di Wilayah PT BSI yang Klaim Punya Hak Pengelolaan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Polemik mengenai kepemilikan dan pengelolaan lahan tambang di kawasan Gunung Tumpang Pitu, Desa dan Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan publik. Warga setempat mengklaim telah lama menambang secara tradisional di lokasi tersebut, sementara PT Bumi Suksesindo (PT BSI) menegaskan bahwa area itu termasuk dalam wilayah konsesinya yang sah. Kegiatan tambang […]

  • Hangat dan Merakyat, Ipuk Fiestiandani Rayakan Hari Pertama Kerja dengan Tukang Becak hingga Ojol

    Hangat dan Merakyat, Ipuk Fiestiandani Rayakan Hari Pertama Kerja dengan Tukang Becak hingga Ojol

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Suasana berbeda tampak di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Ipuk Fiestiandani memilih memulai aktivitas dengan cara yang sederhana namun penuh makna, yakni menggelar halal bihalal bersama para pengemudi becak, ojek online (ojol), dan angkutan kota (angkot), Rabu (25/3/2026). Bertempat di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, kegiatan tersebut […]

  • Satlantas Banyuwangi Sisir Jalan Berlubang di Pusat Kota, Cegah Kecelakaan Sejak Dini

    Satlantas Banyuwangi Sisir Jalan Berlubang di Pusat Kota, Cegah Kecelakaan Sejak Dini

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait jalan berlubang di sekitar Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi bergerak cepat dengan menggelar patroli jalan berlubang pada Kamis, 6 November 2025. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kewaspadaan pengendara yang melintas di kawasan padat aktivitas tersebut. Kasatlantas Polresta […]

  • Tanam 200 Ribu Bibit, Banyuwangi Perkuat Reforestasi Cegah Bencana Hidrometeorologi

    Tanam 200 Ribu Bibit, Banyuwangi Perkuat Reforestasi Cegah Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat terus menguatkan komitmen menjaga kelestarian hutan melalui program reforestasi dengan menanam sebanyak 200.000 bibit pohon di area seluas 489,75 hektar. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mencegah potensi bencana hidrometeorologi sekaligus memulihkan fungsi hutan produksi secara berkelanjutan. Rabu, 24 Desember 2025. Penanaman pohon dilakukan secara simbolis di kawasan […]

  • Hadapi Tantangan Global, Banyuwangi Susun 8 Prioritas Pembangunan di Musrenbang RKPD 2027

    Hadapi Tantangan Global, Banyuwangi Susun 8 Prioritas Pembangunan di Musrenbang RKPD 2027

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menyusun arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (04/03/2026). Musrenbang RKPD 2027 Banyuwangi menjadi forum penting untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional maupun […]

  • Sadis di Banyuwangi, Pria Tega Habisi Ibu Kandung, Satu Korban Lain Luka Parah

    Sadis di Banyuwangi, Pria Tega Habisi Ibu Kandung, Satu Korban Lain Luka Parah

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kasus kekerasan tragis terjadi di Banyuwangi, tepatnya di Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran. Seorang pria berinisial AS (31) diduga melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya hingga meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari (31/03/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Selain ibu kandungnya, pelaku juga diduga menganiaya seorang rekan kerjanya yang kini mengalami […]

expand_less